kalkulator

sumber gambar : pugam.com

Orang bilang sebagai mesin hitung. Kalkulator sangat membantu dalam melakukan perhitungan. Kejadian yang semula dilakukan secara manual, memakan waktu dan tenaga. Dengan adanya kalkulator pekerjaan hitung menghitung menjadi lebih ringan. Lebih efisien dan efektif.

Kalkulator sebagai hasil dari teknologi belum banyak dimanfaatkan dalam
dunia pendidikan, khususnya penggunaannya sebagai alat bantu. Salah satu sebabnya adalah masih banyaknya pendapat yang pro dan kontra mengenai dampak penggunaan kalkulator terhadap ketrampilan berhitung siswa.
Sekarang kalkulator masih lebih banyak dipakai dari segi kepraktisan. Petugas statistik, pedagang, bendahara dll. Penggunaan kalkulator dalam proses belajar mengajar masih dibayangi rasa takut karena termakan mitos. Masih banyak orang tua yang menyangsikan penggunaan kalkulator dalam pelajaran. Mitos itu hanyalah bayangan, yaitu sebuah kisah yang berlatar belakang masa lalu namun mengandung kebenaran. Mitos seperti ini berkebalikan semangat keilmuan. Ciri keilmuan adalah mengungkap fakta yang sebenarnya.

» Read more

Workshop on STEM and Integrating Scientific Calculator in Mathematics Education

STEM merupakan pendekatan model pembelajaran interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics. Berbagai model pembelajaran yang telah dipelajari dan dilaksanakan berbaur menjadi sebuah magnet yang namanya STEM. Cara ini diperlukan saat ini dan yang akan datang.

Pola STEM bisa diuraikan secara singkat. Sains : mengkaji tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran. Teknologi : inovasi untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Enginering : Pengetahuan dan ketrampilan untuk mendesain dan mengkonstruksi mesin, material, dan proses yang bermanfaat bagi manusia. Matematika : Ilmu tentang pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan Bahasa bagi teknologi, sains dan engineering.

» Read more

Shalat di Masjid Siti Aisyah Solo

Sesaat setelah saya mengambil hasil belajar siswa (rapot) anak, kebetulan punya waktu agak longgar. Saya manfaatkan untuk jalan-jalan di seputar stadion Manahan Solo. Stadion yang sekarang masih dalam tahap pemugaran. Di stadion ini pula beberapa pertandingan berskala nasional sering digelar. Karena bertepatan dengan hari Jum’at, saya keliling stadion sambal mencari Masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at.

Secara kebetulan, di sekitar stadion ada sebuah masjid yang arsitekturnya agak unik. Bentuknya kotak. Tidak lazim untuk model masjid di Kota Surakarta. Arsitek masjid di Kota keris ini rata-rata sudah gabungan antara Budaya Arab dan Budaya Jawa. Masjid dengan desain modifikasi ini dibangun secara turun terumun sejak Islam masuk di Jawa. Peninggalan nenek moyang yang cukup monumental. Letaknya disebelah selatan stadion dan bersebelahan dengan kantor PLN.

» Read more

Budaya Prestasi

“Setiap prestasi dibangun melalui usaha dan kerja keras, mustahil kita meraih prestasi dengan bermalas-malasan.” Demikian salah satu intisari dari pidato Mendiknas, Muhammad Nuh, pada acara Silaturahmi dan Penyerahan Penghargaan bagi Siswa, Guru, Dosen, dan Tenaga Kependidikan yang berprestasi.

Begitulah. Sebuah kalimat yang menyentuh. Patut untuk direnungkan. Budaya prestasi adalah merupakan bagian dari budaya keunggulan. Mereka mengejar keunggulan karena mereka sangat butuh. Orang yang membutuhkan sesuatu, pasti akan mengusahakan dengan sekuat tenaga. Tak beda jauh dengan prestasi. Mereka mengejar prestasi tak hanya kebutuhan, tapi ekspresi, pengakuan.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari aktivitas yang telah dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang atau komunitas. Marilah kita urai satu persatu, hal-hal yang dibangun dan dibudayakan dalam rangka memupuk mentalitas berkompetisi dan berprestasi.

» Read more

Meniti Lorong Waktu

Satu saat saya iseng membersihkan buku dari debu yang tertata di almari. Jumlah buku tak seberapa. Tapi saya senang menyebut perpustakaan pribadi yang kecil. Mengapa kecil? Karena koleksi bukunya cuma sedikit. Namanya tetap perpustakaan. Satu cita-cita terpenuhi. Memiliki perpustakaan.

Saya tertarik beberapa buku yang sudah lusuh. Bagian ditepinya telah disantap rayap. Bahkan ada sebagian yang sudah masuk ke isi buku. Beruntung tulisan masih utuh, meski warna sudah mulai menguning. Dan membentuk texture kemerahan. Sampul plastic telah memudar dan robek.

Buku yang sengaja saya ambil adalah Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Popular karya Jujun Suriasumantri. Bersampul warna biru cetakan tahun 1990, bergambar patung ganesa. Buku ini, dulu cukup popular di kalangan mahasiswa yang gemar ilmu murni. Mereka senang nongkrong dan berdiskusi perihal perkembangan ilmu pengetahuan.

» Read more

Revolusi Berpikir

Betapa seringnya kita jadi sial, hanya karena terlalu sederhana dalam berpikir. Tidak mampu lagi memilah mana masalah yang perlu serius diselesaikan dengan segera, dengan hal-hal sepele namun dipandang seperti rumit. Mememntingkat prioritas berpikir sangat penting dalam rangka menata kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Bila kita menatap dapa Negara kita, nampak kelihatan wajah dan geliat aksinya, karena dahulu ada pemikir besar. Sebelum Indonesia diwisuda menjadi negara yang merdeka, sudah bercokol kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dengan karakter dan ragam yang tidak sama.

» Read more

Etika dalam Organisasi ERCI

Berorganisasi sejatinya belajar memahami, belajar untuk menjadi dewasa. Tidak ada kepuasan yang langgeng dari sebuah paguyuban bersama. Adanya cuma kepuasan sesaat. Karena manusia tidak akan pernah merasa puas. Kepuasan hanya bisa diperoleh manakala tujuan seketika terpenuhi. Detik berikutnya, orang akan mencari yang lebih tinggi. Sayangnya manusia lupa bahwa untuk mencapai tujuan, dia perlu orang lain, diperlukan kerjasama untuk memperoleh keinginan. Itulah hakekat belajar memahami karakter orang lain, belajar lebih dewasa untuk memahami dirinya sendiri.

» Read more

1 2 3 41