Optimalisasi Kecerdasan Spiritual

Aristoteles sebagai seorang filosof dan psikolog boleh berbangga telah menemukan metode untuk mengukur kecerdasan manusia, yaitu dengan mengukur Intellegence Quotient (IQ). Dalam perjalanan IQ ini dikritik, karena menafikan sisi kemanusiaan. Hanya otak yang penuh kalkulasi yang bisa diandalkan. Beruntung Daniel Goleman menemukan sisi lain tentang keberadaan manusia yaitu Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan prasarat dasar untuk penggunaan IQ. Pada akhir abad keduapuluh, ada interseksi antara psikologi, neurologi, ilmu antropologi dan kognitif untuk menunjukkan sisi yang ketiga yaitu Spiritua Quotient (SQ).

» Read more

Hidup Hemat

sumber gambar : mommiesdaily.com

sumber gambar : mommiesdaily.com

Tidak mudah mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu ingin semua dimiliki menjadi ranah yang dominan. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah mendekati hedonisme justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki manusia lebih kikir dari seekor binatang yang paling kikir. Entah apa nama binatang itu.

Karenanya manusia diberi otak dan hati agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Otak untuk menalar, untuk apa harus memiliki barang. Bergunakah untuk pribadi? Adakah sisi kepemilikan barang itu jika dinikmati orang lain? Dan yang penting kemampuan membelinya.

» Read more

Menabung atau Hutang

Dunia perbankan mengalami perkembangan yang cukup tajam. Walaupun dekade yang lalu Indonesia diterjang krisis ekonomi. Perlahan tapi pasti, perjalanan bank di tanah air semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Modal utama pengelolaan keuangan lewat lembaga resmi seperti bank memang dari kepercayaan masyarakat.

Bank syariah, yang kemunculannya kurang mendapat respon, ternyata bisa membuktikan bahwa biduk keuangannya tidak terimbas badai krisis ekonomi. Hal ini menambah kepercayaan masyarakat terhadap bank di tanah air. Meski lembaga keuangan yang ilegalpun bermunculan, kehadiran bank syariah memberi tawaran tersendiri di antara problem keuangan yang dihadapi masyarakat.

» Read more

Bukit Selfie

ropoh

Kemarin saya benar-benar suprise, karena setelah puluhan tahun tak jumpa teman SMP, baru kesampaian terlaksana dalam ajang silaturahmi seduluran saklawase. Acara yang dikemas santai dan penuh kangen sebenarnya telah dipersiapkan oleh teman saya sendiri yang juga menjadi Camat di Kecamatan Kepil Wonosobo.
Mengapa saya menyebut surprise, karena setelah saya ikuti sejak awal hingga usai, rombonganku disuguhi berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh warga Desa Ropoh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo. Semuanya itu telah dipersiapkan oleh teman-teman yang bermukim di Kepil. Terima kasih sobat.

» Read more

Cerdas

sumber gambar : garut.co

sumber gambar : garut.co

Tulisan ini lahir setelah tulisan saya sebelumnya tentang kecerdasan. Mengapa saya harus menulis tentang kecerdasan, karena tulisan kemarin ditanggapi oleh pak thamrin dan juga nada pesimis komentarnya pak Adyanto Aditomo.  Pak Thamrin bertanya tentang kecerdasan (IQ) yang menurut pengakuan beliau adalah awam. Sekalipun latar belakang saya bukan psikolog, tapi ladang garapannya menyangkut siswa, dan saya turut andil sedikit dalam dunia pendidikan, maka saya akan mencoba menyingkap arti kecerdasan.

Modal saya adalah searching lewat google, sebuah buku “Sekolahnya Manusia”, dan buku “Menciptakan Generasi yang Cerdas”. Sebagai rujukan utama adalah buku sekolahnya manusia, karena dalam buku itu adalah keberhasilan sebuah SMP YIMI Full Day School Gresik dalam menerapkan teori Multiple Intellegences System (MIS).

» Read more

Kepribadian Hampir Tak Pernah Berubah

Dalam sebulan ini saya berkesempatan bersua dengan mantan siswa saya dari angkatan alumni yang berbeda-beda. Sungguh senang saya bisa bertemu dengan mereka setelah puluhan tahun berpisah.

Ada banyak ragam yang saya jumpai, baik wajah, badan yang semakin kekar dan semampai, profesi yang digeluti tiap hari, sampai pada status keluarga maupun pendidikan terakhir. Walaupun dahulu mereka datang ke sekolah dengan kondisi yang nyaris sama, namun sekarang sudah menjadi kepribadian masing-masing.

Dulu, saat saya masih bertatap muka langsung dengan mereka, saya sedikit mengetahui dengan persis watak dan tingkah laku mereka. Umur yang hampir seragam, tingkah polah yang hampir mirip, beraninya hanya saat bergerombol, senengnya tidak karuan bila mendengar pengumuman libur atau pulang pagi, namun kepribadian masing-masing siswa sebenarnya berlainan. Sampai saat inipun kepribadian mereka masih melekat, sekalipun ada satu atau dua orang yang berubah cukup drastis.

» Read more

Belajar Bersama Bang Ali Sadikin

sumber gambar : sejarahri.com

sumber gambar : sejarahri.com

Maka jadilah saya disebut “Bang Ali”, sebutan yang terasa akrab dan dihormati. Saya terima sebutan itu, bahkan kemudian dinobatkan oleh sebuah yayasan masyarakat Jakarta Yayasan Husni Thamrin yang dipimpin oleh Mayjen Dr. Azis Saleh, sebagai Bang Ali dan istri saya “Empok Nani” dalam satu upacara yang serba Jakarta. Pakaian ala Jakarta, suguhan ala Jakarta, dan dekorasi ala Jakarta. Pendeknya : semua serba Jakarta. Dan memang saya mendambakan sekali agar semua orang yang tinggal di Jakarta ini merasa bahwa mereka penduduk Jakarta, bukan lagi penduduk tempat lain. Mereka harus mencintai Jakarta, merasa bagian dari Jakarta.

» Read more

1 2 3 29