Banyumas

https://serayunews.com/berita/banyumas-belum-siap-pemekaran/


Dialeknya juga khas. Mereka berkomunikasi dengan logat dan intonasi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Pernah, suatu ketika, di Yogyakarta dilakukan semacam seminar tentang penguatan budaya Banyumas dan seputarnya. Sehingga muncul istilah “ora ngapak ora kepenak”. Usaha yang patut diapresiasikan, mengingat saat itu bahasa Banyumas dianggap kurang berkelas. Orang Banyumas pun, sebagai pelajar maupun mahasiswa kurang percaya diri dalam pergaulan.
Seiring berjalannya waktu, muncul kesadaran tentang merawat budaya. Orang sadar bahwa hasil karya manusia, dari manapun dan siapapun harus diperlakukan seperti harta karun. Harta yang tak ternilai harganya. Tak heran bila Pujangga sekelas Narto Sabdo pun mengapresiasikan karawitan khas Banyumas. Iramanya rancak.
Menggali, mencerna, dan menata kembali budaya memang tak luput dari faktor sejarah. Mengulik perjalanan sejarah suatu daerah, mau tidak mau akan bergesekan langsung dengan sejarah sebuah kerajaan. Akan sangat menarik lagi apabila sejarah ini ditarik garis linier dengan asal-usulnya orang Indonesia, khususnya Jawa.
Sejarah memang tidak pernah ditulis secara sempurna oleh generasi manusia manapun karena sejarah adalah masa lalu yang sumber dan faktanya tidak semuanya dapat disadap oleh sejarawan. Tentu sejarah akan selalu ditulis kembali sebagai suatu karya penyempurnaan dari hasil yang diperoleh generasi penulis terdahulu sehingga sejarah bukanlah sesuatu yang pasti. Kepastian dalam sejarah itu bersifat relatif. Hal itu sangat tergantung oleh keberadaan sumber-sumber sejarah yang bisa diperoleh.
Berdasarkan penelitian dan telaah yang mendalam, terdapat sebuah Naskah yang sangat penting dan menentukan dalam kaitannya penelusuran sumber sejarah untuk menentukan kapan hari jadi Kabupaten Banyumas yang sebenarnya, naskah tersebut dikenal dengan nama : “Naskah Kalibening”.
Naskah Kalibening mencatat suatu peristiwa yang berkaitan dengan penyerahan upeti kepada Sultan Pajang pada tanggal 27 Pasa hari Rabu sore. Memang diakui bahwa teks Kalibening cenderung anonim, artinya tokoh yang diceritakan tidak disebutkan namanya, tetapi jati diri tokoh-tokoh itu bisa diinterpretasikan melalui perbandingan dengan teks-teks yang lain. Teks Kalibening menyebut peristiwa penyerahan upeti itu juga berkaitan dengan “Sang Mertua” (rama), sehingga tanggal tersebut dapat dipakai sebagai patokan hari jadi Kabupaten Banyumas. Sedangkan angka tahun yang dipakai adalah berdasarkan kesaksian teks yang dikandung oleh Naskah Krandji-Kedhungwuluh dan catatan tradisi pada Makam Adipati Mrapat di Astana Redi Bendungan (Dawuhan) yang menyatakan bahwa tahun 1571 adalah awal kekuasaan Adipati Mrapat (R. Joko Kaiman), dan tahun 1571-1582 adalah periode kekuasaan Adipati Mrapat. Jadi, tahun 1582 bukan merupakan tahun awal, tetapi merupakan tahun akhir kekuasaan Adipati Mrapat. Di samping itu, tahun 1571 juga terpampang pada Papan Makam dan Batu Grip Makam Adipati Mrapat yang masih ada pada tanggal 1 Januari 1984, setelah itu makam direnovasi oleh Bupati Roedjito, renovasi tersebut telah menghilangkan data tersebut.

Sumber bacaan : https://www.banyumaskab.go.id/read/18786/mulai-2016-hari-jadi-banyumas-tanggal-22-februari#.XkgAUbeyQwA

Kita Dimanjakan Teknologi Informasi

Teknologi diciptakan dengan satu tujuan agar user end (pengguna) lebih mudah dalam mengerjakan sesuatu. Usaha dan biaya ditekan serendah mungkin, tapi dengan mengharap hasil se maksimal mungkin. Prinsip efektif dan efisien, benar-benar diterapkan. Teknologi informasi sangat memungkinkan bagi siapa saja yang akan menata dan menggunakannya.

Era ini sudah masuk dalam disrupsi. Bila tak bersahabat dengan era milenial akan terlindas, atau bahkan tersuruk di sudut yang paling dalam. Kecepatan perkembangan teknologi informasi bahkan tidak bisa diprediksi untuk masa yang akan datang. Beberapa program atau aplikasi yang beredar bahkan di luar nalar manusia. Semula mustahil, sekarang dapat terwujud.

Sebagai manusia yang turut serta dalam berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki tanggung jawab moral dalam mencetak generasi di masa depan. Selain Pendidikan karakter yang harus tertanam menghujam, perkembangan teknologi informasi juga harus dikuasai. Sangat tak pantas bila anak didik lebih menguasai gawai yang tergenggam setiap saat. Cara menggunakan teknologi boleh dikuasai anak muda, tapi filosofi dalam penggunaan teknologi informasi haruslah dipegang oleh orang tua atau pemangku kepentingan Pendidikan.

Untuk menjawab beberapa kemustahilan di atas, tak lain dan tak bukan, seorang guru harus cakap dalam menjalankan piranti lunak yang sekarang melanda dunia. Muatan yang terkandung dalam Pendidikan semestinya menjadi landasan dalam setiap kali proses belajar mengajar.

Lima hari yang sebenarnya terasa singkat untuk memantik diri dalam berlatih memanfaatkan teknologi sebagai sumber dan sarana belajar. Belajar tak harus cepat dan tergesa-gesa. Belajar tuntas, dari pucuk hingga mengalir sampai akar, perlu hai-hati, terstruktur, dan terampil dalam penggunaan sumber belajar.

Bila, hari kemarin ada pemeo : comot-modifikasi-tempel-share, tampaknya hari ini dan mungkin di masa depan harus rela di amputasi, yaitu modifikasi. Jalur saat ini hanya tiga tahap : comot-tempel-share. Artinya, bahwa sumber informasi demikian melimpah. Guru haruslah pandai mensortir informasi itu, kemudian tempel dan sekaligus share.

Microsoft Form dan Google Form adalah piranti yang digandrungi oleh siapapun. Dua raksasa TI itu selalu bersaing untuk mendapatkan keuntungan. Menjual piranti secara on line sedang mewabah. Mereka berdua harus memilki hasil produksinya untuk dimanfaatkan oleh siapapun, termasuk di kalangan Pendidikan. Oleh karenanya, perkembangan aplikasi untuk Pendidikan demikian pesat, tapi juga friendly dalam penggunaannya.

PREDIKSI UN SMP YOGYAKARTA

Bedah SKL Tahun 2020

Tahun ini sudah ditetapkan bahwa UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) merupakan ujian yang terakhir, khususnya bagi siswa SMP. Untuk tahun berikut masih menunggu keputusan pada dewa dan ahli Pendidikan tingkat pusat. Aktifitas assessment tetap diberlakukan dengan model dan bentuk yang berbeda.

Namun demikian, menjelang ujian nasional, siswa tetap disibukkan dengan pelajaran tambahan. Orangtua masih disibukkan dengan dana tambahan. Siswa digembleng dengan tenaga dan pikiran. Apalagi dengan diterapkannya sekian persen dari semua soal berbasis HOTS.

iSpring is My Inspiration

Sejak ditemukannya komputer, dunia informasi mengalami pacuan yang hebat. Setiap sudut kehidupan, hampir tidak ada yang terjamah oleh computer. Komputerisasi bagai nafas kehidupan. Sendi-sendi kegiatan manusia dibalut dengan program computer. Ia menghalau setiap sisi aktifitas manusia. Sitem operasional windows, linux, menghinggapi personal computer. Belakangan muncul android, yang sedikit demi sedikit menggerus pemain lama yang rupanya nyaman dalam singgasananya.

Dunia Pendidikan tak luput dari genggaman teknologi informasi. Penemuan fenomenal yang berupa sistim informasi merupakan berkah. Pendidikan sangat terbantu dengan adanya beberapa aplikasi, sehingga mempermudah memahami akar-akar Pendidikan. Semula, Pendidikan hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu, dengan metode tertentu pula. Tapi, dengan teknologi komunikasi setiap manusia memperoleh hak yang sama dalam menerima informasi.

Catatan Kecil Pesta Keluarga Ertiga

sumber gambar : https://www.otomotifmagz.com/ertiga-club-bogor-adakan-sunatan-massal/

Berikut ini saya posting tulisan tahun 2015.

Minggu 18 Oktober 2015 bukanlah puncak pesta keluarga Ertiga. Moment ini hanya bagian kecil dari rangkaian anak tangga pesta keluarga Ertiga. Sebuah komunitas pecinta kendaraan Ertiga. Bagi kami, yang bermukim di Yogyakarta, adalah kepuasan tersendiri untuk turut serta dalam pesta yang dihelat di kawasan Kyai Langgeng Magelang. Berkumpul bersama dengan keluarga yang ada di kawasan Kedu, Banyumas dan juga Semarang.

Sebagai peserta, saya mencatat beberapa bagian yang mungkin bermanfaat untuk kedepan. Akan lebih elok bila torehan catatan ini ditambah dari sahabat yang aktif dalam mengelola perta ini.

Bastille

sumber gambar : https://www.idntimes.com/science/discovery/eliza/fakta-penjara-bastille-saksi-bisu-kelamnya-revolusi-prancis-exp-c1c2

Berdiri congkak, kokoh, dingin, menyeramkan. 8 menara menjulang setinggi 30 meter menggapai awan. Dinding kokoh dan kusam menggambarkan, bahwa karakter manusia yang membangun juga kusam dan kokoh, tidak terjamah. Dikelilingi parit selebar 24 meter menambah keangkeran.

Berdiri congkak, kokoh, dingin, menyeramkan. 8 menara menjulang setinggi 30 meter menggapai awan. Dinding kokoh dan kusam menggambarkan, bahwa karakter manusia yang membangun juga kusam dan kokoh, tidak terjamah. Dikelilingi parit selebar 24 meter menambah keangkeran.