Passing Grade

sumber gambar : liputan6.com

Riuh rendahnya pelaksanaan penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil patut diapresiasikan dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Kegiatan yang dihelat oleh Badan Kepegawaian Nasional ini menyisakan cerita yang beragam. Mulai dari ketersediaan kuota sampai pada hari H nya seorang calon bertarung dengan sesama calon yang memiliki perbandingan yang cukup tajam.

Sudah cukup lama bagi si pencari kerja khususnya yang akan mencoba keberuntungan untuk menjadi pegawai negeri. Bertahun-tahun pemerintah tak juga membuka penerimaan pegawai negeri. Sehingga sangat wajar bila beribu-ribu lulusan perguruan tinggi menanti dengan penuh harap agar dirinya masuk menjadi PNS.

Baru tahun ini, 2018 pemerintah membuka pintu bagi pelamar. Menurut Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, mengatakan bahwa proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil sangat ketat. Pendaftar harus melalui seleksi beberapa tahap. Mulai dari administrasi, ketersediaan kuota, sampai tes. Mereka harus melewati tes dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

» Read more

Akreditasi Sebuah Catatan Kecil

Keunikan hampir selalu ada dalam setiap kejadian. Unik adalah menyimpang dari garis yang telah ditetapkan. Kata orang, hidup itu tidak linier. Tak selamanya orang yang mampu merasakan bangku sekolah akan menjadi ambtenaar. Tak selamanya orang yang mendalami khasanah keilmuan di pondok pesantren menjadi seorang ulama. Ibarat sebuah grafik gelombang. Ada saat dipuncak ada kalanya di titik nadir terbawah.

Hari-hari akreditasi adalah suasana penilaian secara total. Seluruhnya dinilai oleh badan yang berwewenang. Kehidupan di sekolah tiba-tiba menjadi berubah. Semua harus terlihat indah. Semua harus tertata rapi dan tertib. Juga runtut. Bila semua terlihat elok dan ceria tak lain adalah tumbal dari energy yang ditumpahkan. Tak heran, di kalangan akademisi, akreditasi masih merupakan momok tersendiri. Karena didalamnya menuntut adanya tertib manajemen, administrasi, kewirausahaan, kemitraan dan lain-lain.

» Read more

Belajar Bersama Bang Ali Sadikin

Maka jadilah saya disebut “Bang Ali”, sebutan yang terasa akrab dan dihormati. Saya terima sebutan itu, bahkan kemudian dinobatkan oleh sebuah yayasan masyarakat Jakarta Yayasan Husni Thamrin yang dipimpin oleh Mayjen Dr. Azis Saleh, sebagai Bang Ali dan istri saya “Empok Nani” dalam satu upacara yang serba Jakarta. Pakaian ala Jakarta, suguhan ala Jakarta, dan dekorasi ala Jakarta. Pendeknya : semua serba Jakarta. Dan memang saya mendambakan sekali agar semua orang yang tinggal di Jakarta ini merasa bahwa mereka penduduk Jakarta, bukan lagi penduduk tempat lain.

Mereka harus mencintai Jakarta, merasa bagian dari Jakarta.

Kutipan diatas saya sadur dalam sebuah buku : Ali Sadikin Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi, buah tangan Ramadhan K.H. Buku setebal 630 halaman berisi tentang sepak terjang beliau dalam menata kota Jakarta. Kalau boleh bilang, bahwa buku itu bukan otobiografinya Bang Ali. Karena berisi tentang kita-kita mengelola sebuah kota yang besar dengan segala macam persoalannya.

» Read more

Supervisi Klinis

Sebuah kata yang sebagian guru tidak suka adalah supervisi. Aktivitas yang enggan untuk dilakukan. Tapi itu harus, manakala ingin meningkatkan mutu pendidikan. Bukan hanya meningkatkan tapi memang sebuah kewajiban. Tanpa supervisi, bisa jadi tujuan pendidikan akan melenceng dari itikad semula.

Berdamailah dengan supervisi. Supervisi itu ibarat obat. Kalau ada orang sakit maka harus diobati agar kesehatannya pulih kembali. Demikian juga dengan supervisi. Perilaku seseorang akan dibenarkan oleh seorang ahli sesuai dengan bidangnya. Karena supervisi sendiri adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif

» Read more

Mencoba Sistem Baru

Bila cara yang lama masih dapat dipakai
dan efektif, mengapa harus dengan cara yang baru?

Belum lama ini saya ketemu kawan yang sudah saya anggap sebagai teman sendiri. Dia memiliki latar belakang keilmuan psikologi yang handal. Wajar bila saya konsultasi dengan dia yang terkait dengan psikologi terutama psikologi perkembangan anak. Saya sangat membutuhkan advis dari dia.

Obrolan ini saya buka dengan hasil pencapaian siswa yang telah memenuhi target. Di awal semester/tahun pelajaran, saya telah mencanangkan target rata-rata nilai siswa. Nilai ini saya bandingkan dengan kelas parallel yang lain. Arahnya harus lebih baik dari tahun kemarin. Peringkat kelas minimal naik satu strip.

» Read more

Belajar Filsafat

Satu saat saya iseng membersihkan buku dari debu yang tertata di almari. Jumlah buku tak seberapa. Tapi saya senang menyebut perpustakaan pribadi yang kecil. Mengapa kecil? Karena koleksi bukunya cuma sedikit. Tapi tetap namanya perpustakaan. Satu cita-cita terpenuhi. Memiliki perpustakaan.

Saya tertarik beberapa buku yang sudah lusuh. Bagian ditepinya telah disantap rayap. Beruntung tulisan masih utuh, meski warna sudah mulai menguning. Dan membentuk texture kemerahan. Sampul plastic telah memudar.

Buku yang sengaja saya ambil adalah Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Popular karya Jujun Suriasumantri. Bersampul warna biru cetakan tahun 1990, bergambar patung ganesa. Buku ini, dulu cukup popular di kalangan mahasiswa yang gemar ilmu murni. Mereka senang nongkrong dan berdiskusi perihal perkembangan ilmu pengetahuan.

» Read more

Pengaruh Cita-cita pada Anak

Cita-cita memiliki pengaruh yang kuat pada kepribadian anak. Dengan mengidolakan seseorang dalam kehidupannya, maka anak akan mendapatkan model dalam hidupnya. Ingat, anak usia dini belajar dengan cara meniru. Ia mudah sekali dipengaruhi dan dibentuk oleh contoh yang dekat dengan dirinya.

Jika seorang anak memiliki suatu contoh di lingkungannya, dan dirinya ingin menjadi seperti orang itu, maka semua perilakunya akan cenderung meniru model tersebut. Jika model yang jadi panutan anak adalah tokoh yang baik, maka akan berpengaruh positif bagi anak. Namun, ketika modelnya bukanlah tokoh yang baik maka berdampak negatif pada anak. Anak menjadi tidak dapat menunjukkan gambaran yang positif. Dampaknya, anak dikhawatirkan akan berperilaku kurang terpuji.

» Read more

1 2 3 36