Memilih Kawan

Sahabat, rekan, kawan adalah mitra dalam berprestasi bila dioptimalkan dengan cermat. Memang tidak mudah mencari teman. Kalau hanya untuk berkelakar banyak rekan berserakan. Namun sahabat yang mampu dan tahu kondisi kita bukan perkara mudah. Kawan adalah mitra dalam perjuangan. Kawan adalah tempat mengadu tumpahan suka duka.

Tidak heran maka sejak kecil kita dikenalkan dengan betmain dengan teman. Tak lain hanya untuk sosialisasi dengan lingkungan. Bila anak bermain dengan teman merasa cocok, sejatinya ia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mampu menyerap karakter orang lain. Oleh karenanya bersosial dengan orang lain harus dikenalkan sejak dini. Karena sesungguhnya berkawan itu pada dasarnya menggapai prestasi.

» Read more

Empati dan Motivasi

Kebermaknaan hidup saya dapat tampil secara luar biasa karena saya memiliki dua kekayaan emosi: empati dan motivasi. Empati berkaitan dengan kehidupan bersama, kehidupan yang melibatkan seluruh manusia di muka bumi ini; sementara motivasi berkaitan dengan diri-lebih-dalam (inner self) masing-masing orang. Saya merasakan, betapa akan sangat kering kerontang dan membosankannya hidup jika tidak disentuh oleh empati dan motivasi. Saya juga meyakini–sebagaimana ini diyakini oleh Eric Jensen, penulis Brain-Based Learning–bahwa hanya emosi yang dapat memberi arti.

Hanya emosi yang dapat memberi atau menghadirkan arti? Betapa sulitnya memahami hal ini. Betapa tidak mudahnya saya memaknai soal ini. Dan betapa bingungnya saya untuk membiasakan diri saya untuk menerima bahwa emosi itu akan banyak sekali memberikan arti kepada diri saya. Mengapa? Sebab emosi ini agak sulit dipahami dalam konteks yang rasional. Emosi bukan berada di wilayah belahan otak rasional. Emosi berada jauh di sistem limbik.

» Read more

Meranannya Perpustakaanku

Saya kira tidak hanya diperpustakaan sekolahku saja. Hampir merata disetiap sekolah memiliki perpustakaan yang terbengkelai. Perpustakaan tak lebih dari tempat untuk menyimpan buku. Ada yang lebih sinis dengan mengatakan bahwa perpustakaan adalah gudang buku. Buku apapun yang tidak terpakai disimpan di perpustakaan.

Hampir dipastikan, dalam setiap merancang ruang-ruang dalam sekolah, lebih mengutamakan ruang kepala sekolah, guru, kelas, laboratorium dan BP. Ruang Perpustakaan merupakan pilihan terakhir. Akibatnya ukuran ruang perpustakaan hanyalah sisa dari pilihan-pilihan utama. Tidak heran ruang perpustakaan menempati di sudut-sudut lokasi sekolah.

» Read more

Kreatifitas dalam Menggambar

Belum begitu lama, ketiga anakku mengikuti kursus melukis di sebuah sanggar. Tidak jauh dari rumah jarak yang harus ditempuh ke arena itu. Harus menyeberang jalan yogya-solo melewati depan Rumah Sakit Islam (RSI). Mungkin lebih tepat rumah goresan, bukan sanggar. Bapak Karang Sasangka selalu teliti dan detil dalam membimbing anak buah. Setiap senin sore mengikuti gores pena yang disapu di atas kertas. Membentuk sesuatu, yang biasanya motif bunga, pemandangan atau hewan kesukaan anak-anak.

Awal mengikuti kursus menggambar hanya diberi sehelai kertas. Alat tulis membawa sendiri. sebagai dasar melukis, dipakai sebuah pensil. karena memang mudah memanfaatkannya dan bila terjadi kesalahan atau ketidak kesesuaian garis mudah dihapus. Goresan pensil itu lebih mirip sebagai sebuah terusan yang sebelumnya telah mahir mewarnai. Pembimbing menggambar sebuah bentuk, anak meneruskan dengan membubuhkan sapuan warna yang dimaui. Tentu dengan warna-warna kesukaan. Pink atau ungu adalah pilihan utama, sehingga warna itu selalu habis duluan dibanding dengan warna lain.

» Read more

Terkenang Mantan Pacar

Tanya : sebelum menikah dengan suami saya, dulu saya memiliki hubungan pacaran dengan seorang teman lama. Kami tidak meneruskan hubungan kami karena beberapa keyakinan. Saya sudah menikah selama 5 tahun dan masih sering memikirkan mantan saya itu. Terkadang saya merasa bersalah, tetapi saya tidak bisa membohongi perasaan saya. Apakah hukumnya bagi perempuan yang tidak bisa sepenuhnya memberikan hatinya pada suaminya yang sah? Apakah ini berarti petunjuk Allah, bahwa saya itu adalah jodoh saya? dua orang penanya yang sama.

Jawab : Allah tidak menuntut tanggung jawab seseorang menyangkut apa yang tidak dilakukannya. Namun demikian, kendati hati berada di “Tangan Tuhan” sehingga seseorang tidak dituntutmenyangkut detak detik yang di luar kemampuan manusia, tetapi dalam saat yang sama, manusia -sedikit atau banyak- dapat mengendalikan dorongan hatinya agar tidak larut menurutkannya. Hati bisa mendapat bisikan dari setan. Di sini manusia harus mengupayakan untuk mengenyahkannya. Al-Qur’an mengingatkan bahwa :

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa dorongan melakukan keburukan dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka sadar”. (QS Al A’raf 7 : 201)

Kalau memang Anda tidak bisa mengendalikan hati hati Anda dan mengenyahkan bisikan setean – setelah berusaha sekuat kemampuan- maka saya mengharap kiranya Allah mengampuni Anda, tetapi kalau sejak semula dalam kemampuan Anda, lalu Anda memperturutkan sehingga menjadi berat Anda kendalikan, maka saya khawatir itu akan dinilai dosa.

Saya yakin sekali bahwa sikap Anda masih mengingat mantan pacar itu bukan berarti petunjuk Allah bahwa mantan itu adalah jodoh Anda. Allah tidak mungkin memberi petunjuk kepada hamba-Nya menyangkut sesuatu yang buruk, dalam hal ini menjodohkan seorang Muslimah dengan non-Muslim. Saya khawatir itu adalah bisikan setan ke dalam hati Anda untuk menjadikan Anda larut dalam perasaan Anda. Demikian, wa Allah A’lam.

Disadur dari buku tanya-jawab Quraish Shihab.

1 2 3 20