Belanja

sumber gambar : merdeka.com

oleh : Hermawan Kertajaya

Ini adalah The Buzzword of Today di dunia pemasaran. Saya belum menemukan terminologi yang tepat dan pas dalam bahasa kita, tanpa kata-kata itu kehilangan makna. Saya pikir, apa salahnya untuk sementara menggunakan kata-kata tersebut supaya bisa menghayati maknanya. Sebab, itulah gejala yang memang terjadi saat ini.

Kini konsumen makin pintar menilai benefit yang ditawarkan dibandingkan dengan harga yang harus mereka bayar. Konsumen Jepang, misalnya, yang selama bertahun-tahun mau membayar harga lebih tinggi utnuk produk yang sama, sekarang sudah tidak mau lagi. Merekamenuntut kualitas tinggi dengan harga yang wajar. Runtuhnya bubble economy merupakan indikator bahwa mereka tidak mau lagi membeli produk yang sama dengan banyak ekstra-yang sebenarnya tidak mereka butuhkan-dengan harga tinggi. Mereka jadi sadar bahwa dengan begitu, nilai sebenarnya yang mereka terima rendah.

» Read more

Optimalisasi Kecerdasan Spiritual

Aristoteles sebagai seorang filosof dan psikolog boleh berbangga telah menemukan metode untuk mengukur kecerdasan manusia, yaitu dengan mengukur Intellegence Quotient (IQ). Dalam perjalanan IQ ini dikritik, karena menafikan sisi kemanusiaan. Hanya otak yang penuh kalkulasi yang bisa diandalkan.

Beruntung Daniel Goleman menemukan sisi lain tentang keberadaan manusia yaitu Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan prasarat dasar untuk penggunaan IQ. Pada akhir abad keduapuluh, ada interseksi antara psikologi, neurologi, ilmu antropologi dan kognitif untuk menunjukkan sisi yang ketiga yaitu Spiritua Quotient (SQ). Ulasan di bawah ini hanya akan membahas bagaimana mengoptimalkan SQ.

Berdo’a. Berdo’a bukan berarti lemah. Do’a justru akan mendorong meningkatkan motivasi dalam memacu usaha seseorang. Berdo’a juga sebagai salah satu yang membuat kita sadar akan keberadaan sang Khalik.  Dialah yang mencipta, dan Dialah kita akan kembali.

Ritual. Ritual adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena hanya Dialah satu-satunya tumpuan hidup. Pelaksanaan ritual tentu berbeda cara antara satu dengan lainnya. Tapi inti dari ritual adalah dalam rangka mohon pertolongan agar mengenyam kehidupan ini semakin termotivasi.

Merrenung. Merenung Dalam melakukan do’a tentu ada caranya. Ada medianya. Pola yang sama dengan berdo’a atau melakukan ritual tidaklah cukup. Orang membutuhkan kondisi yang rileks tanpa beban apapun agar tercapai apa yang menjadi idamannya. Oleh karenanya situasi tenang, rileks yaitu dengan merenung.

Membaca. Membaca Untuk menambah wawasan perlu membaca buku. Untuk berkhidmat agar mampu membedakan benar dan salah dengan membaca buku. Untuk menjadi trampil untuk kemaslahatan di dunia ini perlu membaca buku. Jadikan buku sebagai sahabat yang paling setia dalam suka maupun duka.

Menulis. Menulis Tahapan berikutnya dengan menulis. Sebab dengan menulis berarti separo kehidupan telah tercapai. Pena menjadi sahabat yang setia dalam keadaan apapun. Goresan pena akan membuat beberapa titik untuk melukis peradaban dunia. Bersendawa Mengobrol dengan orang lain mungkin tak akan pernah mengenal titik. Yang ditemui Cuma koma. Sebab masih ada kalimat yang harus ditulis berikuitnya.

Ngobrol. Mengajak teman dalam ngobrol berarti separo keperjaan telah usai, dengan catatan kita juga harus pandai memilih teman ngobrol Membantu orang lain Hidup tidak sendirian. Perlu sandaran orang lain agar tegak dalam menghadapi berbagai rintangan. Tolong menolong adalah kata kunci demi tegaknya masyarakat yang berbudaya. Budaya dapat menuntun kehidupan menjadi lebih baik.

Melawan Mitos

sumber gambar : kompasiana.com

Benarkah mitos di bawah ini selalu membayangi kita?

  • Semakin tinggi pendidikan semakin tidak kreatif
  • Orang yang tidak bersekolah tinggi semakin kreatif
  • Orang yang kritis akan sinis terhadap orang lain
  • Manusia kritis berbeda dengan manusia kreatif, keduanya tak bisa disatukan
  • Karena dia pandai maka dia tak bisa bergaul dengan baik

Mitos, tak simetris dengan ilmu pengetahuan. Mitos berjalan sesuai angan-angan. Ilmu pengetahuan bergerak karena ditemukan fakta. Mitos mengandalkan kepercayaan, ilmu pengetahuan mengandalkan pikiran.

Realita dalam dunia pendidikan, masih ditemukan adanya mitos yang tak terkait langsung dengan dasar-dasar ilmu. Banyak kita jumpai mitos masih menjadi dasar dalam melangkah dan merengkuh pendidikan. Suasana pembelajaran menjadi terlalu sempit. Harusnya mitos ditempatkan pada posisinya, seperti yang terdapat dalam dongeng-dongeng karya sastra.

» Read more

Gaung Melawan Korupsi

Bunyi genderang untuk melawan korupsi sebenarnya sudah lama. Sejak orde baru. Pada masa Pemerintahan dari pada Soeharto. Korupsi terus menggelinding mengiringi pemerintahan selanjutnya. Bedanya, masa lalu lebih tersembunyi, asal bisa bernaung di krooni Soeharto.

Bau korupsi sudah tercium bahkan sejak Indonesia belum lahir. Wajahnyapun terlihat bermacam-macam. Saat jaman kerajaan masih menguasai daerah-daerah yang ada di nusantara, korupsi telah menjadi bagian dari pemerintahan kerajaan. Dinasti, ternyata bukan menurunkan dalam kekuasaan, tapi korupsi juga  berhasil diturunkan. Sehingga tidak aneh kalau jikalau pelaku korupsi masih dalam lingkaran keluarga. Bahkan beranak pinak yang membentuk mata rantai keturunan dalam keluarga.

» Read more

Musketeer

sumber gambar : critictoo.com

Musketeer, manurut asal usulnya adalah sekelompok prajurit yang bertanggungjawab pada keselamatan raja.Di era monarkhi, raja adalah tuhan. Detak jantung  seseorang akan selalu berdenyut atau mengakhiri hidup tergantung raja. Keberadaan seorang raja harus selalu tampil berwibawa, entah dia memiliki kharisma atau kewibawaan raja dibuat-buat, akan sangat tergantung sekelompok prajurit yang bernama musketeer.

Dalam perjalanan musketeer bisa berubah ujud dan nama, tapi esensi dan maknanya tidak akan berubah. Di era demokrasi seperti saat ini, musketeer dibutuhkan oleh kepala Negara. Musketeer tidak lagi punggawa yang selalu membawa senjata, namun menjelma menjadi sekelompok orang yang fungsinya memberi masukan yang utama bagi kepala Negara untuk mengambil keputusan.

» Read more

Menjadi Konsumen yang Cerdas

Sudah sering, bahkan terlalu sering mendengar keluhan dari konsumen yang dikecewakan oleh pihak produsen (toko, terutama yang menerapkan pembayaran dengan sistim mesin). Mereka mengeluhkan harga yang tertera di label berbeda dengan harga yang ada di kasir. Harga pasti lebih mahal. Mereka inilah yang teliti dalam membeli. Jumlahnya lebih sedikit dari pembeli yang lain. Bagi yang kurang teliti, terkadang uang kembalian tidak pernah dihitung. Langsung masukkan ke saku atau dompet.

» Read more

Model Pembelajaran

Untuk kesekian kalinya saya mengikuti work shop tentang Lesson Studi. Sebuah model pembinaan profesi pendidik yang berbasis kolaborasi. Model kerja sama yang dibangun antar sesam pendidik. Karena memang (mungkin) hanya itu yang dapat dilakukan. Tanpa kehadiran dari profesia lain.

Berbeda dengan Lesson Study yang dikembangkan di negeri asal, yaitu Jepang. Di Jepang, ilmu ini lahir dan berkembang, Siswa belajar di kelas bukan lagi monolog. Bahkan bukan saja dialog. Siswa sebagai subyek benar-benar dioptimalkan dalam mendapatkan pengalaman belajar.

Lesson Study tidak hanya melibatkan guru dan siswa. Metode yang dikembangkan merambah hingga melibatkan orang tua siswa. Orang tua, guru dan mungkin juga pakar pendidikan terlibat langsung dalam pembelajaran.

» Read more

1 2 3 34