Menjadi Guru di Era Digital

Hingga hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), persoalan bolehkah seorang siswa membawa gadget ke sekolah masih bertabur pro dan kontra. Tidak usainya problem peralatan digital karena disatu sisi, gadget hanya dipandang sebagai benda belaka. HP dan sejenisnya hanya sebagai alat bantu. Di pihak lain, ada sebagian yang masih apriori terhadap alat canggih ciptaan manusia itu. Dalam benaknya, kelompok ini masih mengklaim bahwa ilmu yang diperoleh masih layak dipakai, untuk tidak mengatakan yang terbaik.

» Read more

Waktu

oleh : Bondan Winarno

WAKTU ADALAH SUATU SUMBER DAYA YANG PERLU DIKELOLA.

ORANG INDONESIA DINILAI SEBAGAI BANGSA YANG TIDAK

MENGHIRAUKAN KETERBATASAN DAN KEKUATAN WAKTU.

WAKTU SELALU BERBEDA DENGAN JANJI. (KI)

be a clock watcher be a good manager of time(Louis B. Lundborg)

MUNGKIN Anda tidak kenal Almarhum Lundborg, seorang bijak yang banyak menulis tentang etika manajemen. Ketika memimpin Bank of America, Lundborg-lah yang meluncurkan VISA suatu sistem universal untuk pembayaran melalui bank.

Waktu memang suatu sumber daya yang perlu dikelola. Orang Indonesia sudah terlalu lama diejek sebagai manajer waktu yang buruk.

» Read more

Pudarnya Karakter Bangsa

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

Disinyalir perjalanan bangsa Indonesia sedang menuju jurang kenistaan. Pondasi dasar dasar berbangsa dan bernegara tidak lagi menjadi pedoman utama. Pancasila dan Undang Undang Dasar tahun 1945, hanya dibaca secara formal pada waktu seremonial. Upacara bendera, rapat kerja, dan pertemuan formal.

Bencana alam, menjadi berita sehari-hari. Anehnya, menurut beberapa ahli, bencana alam disebabkan karena ulah manusia sendiri. Tawuran antar sekolah, antar kampung, antar suku. Lebih mengenaskan lagi, pertentangan antar lembaga Negara. Saling lempar tugas, antara atasan dan bawahan.

Ada 8 tanda-tanda sebuah masyarakat yang akan mengalami kebangkrutan.

» Read more

Relax and Enjoy

sumber gambar : pinterst.com

sumber gambar : pinterst.com

Pastinya, kita pernah demam panggung. Saat awal-awal berbicara dihadapan orang banyak, gemetar, takut, persiapan yang kelihatan matang hilang seketika. Grogi, itulah yang dijumpai. Tidak mungkin ada orang yang langsung menguasai panggung pada waktu awal-awal berpidato atau bernyani. Beberapa orang yang berpredikat sebagai singa podiumpun, dulunya pernah mengalami demam panggung. Orang yang memperoleh derajad divapun, dulu pernah demam panggung. Menghibur orang memang tidak mudah. Karena sekian audience memiliki selera yang berbeda-beda.

Berpidato atau bernyanyi dihadapan orang banyak sama saja. Sama-sama harus mengeluarkan kemampuan dalam olah vocal. Beberapa orang memiliki nada yang bagus, tapi begitu harus bernyanyi didepan orang, suaranya yang merdu lenyap. Hilang seketika hanya karena demam panggung.

» Read more

Harga Segelas Air

Banyak di antara kita yang tidak menghargai air. Kita sering kali tidak menggunakannya secara baik. Padahal berwudhu di samudera yang luas sekalipun tidak boleh melebihi kadar yang ditetapkan. Memang, bagi kita bangsa Indonesia, air bagaikan tanpa harga. Tetapi di Timur Tengah harganya cukup mahal, dan tidak jarang melebihi harga bensin.

Tahukah Anda berapa nilai segelas air di sisi Harun Al-Rasyid, penguasa Dinasti Abbasiyah (766-809 M), yang pada masanya dinilai sebagai bagian dari masa keemasan Islam? Atau di sisi Umar bin Khaththab r.a.? Atau bahkan di sisi Tuhan? Di balik kisah berikut ini terkandung pelajaran yang sangat berharga dalam kaitannya dengan penggunaan air.

» Read more

Pandansimo

sumber gambar : nonapisces.blogspot.com

sumber gambar : nonapisces.blogspot.com

Menyusuri kali (sungai) progo sangat berbeda dengan menelusuri kali code misalnya. Meskipun kedua sungai masih dalam satu wilayah Yogyakarta. Ada nuansa yang terpendam dari kedua sungai itu. Kali code lebih bermuatan mistis karena sebagai penghubung merapi dan pantai selatan, Ada anggapan masyarakat bahwa sungai code merupakan napak tilas Nyi Roro Kidul.

» Read more

Al Azhar dan Cordova

sumber gambar : dibalikisklam.com

sumber gambar : dibalikisklam.com

Harus diakui sejarah membuktikan bahwa kekuasaan Islam terbagi menjadi 4 bagian, sepeninggal Rasulullah Muhammad saw. Pertama adalah zaman Khulafaur Rasyidin atau Khalifah Rasyidah. Kedua, Bani Umayyah, ketiga Bani Abbas dan terakhir Bani Fatimiah. Padahal Rasul tidak pernah menunjuk seseorang untuk mengganti kedudukannya sebagai kepala pemerintahan. Hanya dengan musyawarah, terpilih Abu Bakar Ash Shidiq yang hanya memerintah selama 2 tahun. Disusul kemudian Umar Bin Khattab (10 tahun), dilanjutkan Usman Bin Affan (11 tahun) dan terakhir Ali Bin Abi Thalib (6 tahun).

Bibit perpecahan terjadi pada masa pemerintahan Usman. Karena beliau diangkat pada saat usia sudah menjelang 70 tahun. Secara fisik sudah mengalami gradasi penurunan. Secara kekuasaan juga sudah tidak sesigap pada usia muda. Ali bin Abi Thalib yang meneruskan tampuk kekuasaannya seperti mendapat getah. Pemerintahan penuh dengan intrik. Masing-masing kelompok merasa berhak untuk duduk di singgasana. Maka tidak heran jika di akhir masa khulafaur rasyidin ini, terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu : Mu’awiyah, Syi’ah dan Khawari (keluar dari barisan Ali).

» Read more

1 2 3 25