Keberhasilan Pendidikan tidak hanya Intelektual

Beberapa tahun yang lalu, Yondi Handitya (18) siswa jurusan IPS SMAN 9 Yogyakarta dinyatakan tidak lulus ujian disebabkan nilai akhlak, kendatipun nilai ujiannya di atas rata-rata pada sekolah yang bersangkutan. Sebuah kasus yang sebenarnya mirip dengan kejadian yang lain, hanya untuk Yondi agak unik. Uniknya disebabkan kasus yang berjalan pada saat pelaksanaan ujian nasional yang masih menyisakan kontroversi, dan kejadian tersebut muncul saat informasi dapat diakses dalam hitungan detik.  Ada banyak kasus yang saya yakin mirip, hanya tidak terakses media.

Diakui oleh Wali Kota Yogyakarta dan Kepala Dikdispora DIY, akan melakukan pertemuan dengan siswa terkait dan kepala sekolah. Namun Walikota jauh-jauh sudah menyatakan dukungannya kepada sekolah, bila kasus Yondi memang sudah menjadi keputusan dewan guru. Demikian pula Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta mendukung keputusan sekolah, asal melalui prosedur yang telah menjadi kesepakatan sekolah. Proses pemanggilan, peringatan  juga telah ditempuh sekolah dalam upaya untuk memperbaiki perilaku siswa yang bersangkutan.

» Read more

Candi Plaosan

sumber gambar : situsbudaya.id

Bila Anda sedang berkunjung ke candi Prambanan dan punya sedikit waktu sisa, mampirlah ke candi Plaosan. Berjarak hanya sekitar 1 km sebelah timur laut dari candi Prambanan. Sebagaimana layaknya bangunan candi, pastilah yang dijumpai batu yang tertata rapi membentuk sebuah arsitektur yang indah. Itu dahulu.

Candi Plaosan memang masih kalah pamor dengan candi Prambanan. Disamping letaknya yang agak jauh dengan jalan raya jogja-solo, bentuknya juga tidak menjulang tinggi sebagai layaknya candi Prambanan. Disamping lingkungan yang tidak tertata rapi, akses menuju ke candi Plaosanpun tidak terpublikasi dengan gencar. Lihatlah batu yang berserakan tidak tertata rapi, area parkir yang kurang mendukung adanya sebuah kawasan situs budaya.

» Read more

Investasi Diri

sumber gambar : pakarinvestasi.com

Bosan dengan rutinitas, merasa tak berkembang di perusahaan tempat bekerja, dan ujung-ujungnya merasa mentok dengan karier. Itulah “lagu lama” yang diulang-ulang. Anda sendiri mungkin merasakannya, atau setidaknya mendengar teman mengeluh seperti itu. Siapa yang harus disalahkan?

Paling baik, tentu saja, instrospeksi dan koreksi diri: mungkin semua karena kekurangan kita, yang tidak mampu mengembangkan (potensi dan kompetensi) diri sesuai tuntutan perusahaan. Sebab, kalau dipikir-pikir, pastilah tidak ada perusahaan yang berniat menghambat karier karyawannya.

» Read more

Guru Mestinya Optimis

“Saya guru, Pak” demikian ungkapan lugas mantan siswa sembari mengulurkan jabat tangan dalam perjumpaan reuni sekolah di akhir tahun. Menyebut diri guru tanpa ditanya terlebih dahulu atau memperkenalkan diri sebagai guru tanpa menampakkan perasaan rendah diri di tengah forum, sungguh mengharukan. Ada optimisme, ada kegembiraan, pun ada kebanggaan menjadi guru. Andai saja perasaan itu dialami oleh semua guru dan semua mahasiswa calon guru, betapa beruntungnya anak-anak kita yang dididik oleh orang-orang yang gembira dan optimis.

Secara khusus sebagai pribadi tentu lebih terharu ketika mendengar penuturan para mantan siswa yang menjadi guru kerena terinspirasi oleh gurunya. Satu bukti lagi bagaimanapun guru adalah sosok iklan dan teladan yang mampu menggerakkan hati para muridnya untuk memilih kebaikan. Pilihan-pilihan profesi siswa di masa depan pun tak jauh dari iklan para guru. Tidak jarang terdengar ungkapan bernada bangga, seperti “gara-gara guru itu saya sekarang menjadi seperti ini”, atau “coba kalau tak ada pak guru, pasti saya tidak akan memilih pekerjaan ini”.

» Read more

Belanja

sumber gambar : merdeka.com

oleh : Hermawan Kertajaya

Ini adalah The Buzzword of Today di dunia pemasaran. Saya belum menemukan terminologi yang tepat dan pas dalam bahasa kita, tanpa kata-kata itu kehilangan makna. Saya pikir, apa salahnya untuk sementara menggunakan kata-kata tersebut supaya bisa menghayati maknanya. Sebab, itulah gejala yang memang terjadi saat ini.

Kini konsumen makin pintar menilai benefit yang ditawarkan dibandingkan dengan harga yang harus mereka bayar. Konsumen Jepang, misalnya, yang selama bertahun-tahun mau membayar harga lebih tinggi utnuk produk yang sama, sekarang sudah tidak mau lagi. Merekamenuntut kualitas tinggi dengan harga yang wajar. Runtuhnya bubble economy merupakan indikator bahwa mereka tidak mau lagi membeli produk yang sama dengan banyak ekstra-yang sebenarnya tidak mereka butuhkan-dengan harga tinggi. Mereka jadi sadar bahwa dengan begitu, nilai sebenarnya yang mereka terima rendah.

» Read more

Optimalisasi Kecerdasan Spiritual

Aristoteles sebagai seorang filosof dan psikolog boleh berbangga telah menemukan metode untuk mengukur kecerdasan manusia, yaitu dengan mengukur Intellegence Quotient (IQ). Dalam perjalanan IQ ini dikritik, karena menafikan sisi kemanusiaan. Hanya otak yang penuh kalkulasi yang bisa diandalkan.

Beruntung Daniel Goleman menemukan sisi lain tentang keberadaan manusia yaitu Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan prasarat dasar untuk penggunaan IQ. Pada akhir abad keduapuluh, ada interseksi antara psikologi, neurologi, ilmu antropologi dan kognitif untuk menunjukkan sisi yang ketiga yaitu Spiritua Quotient (SQ). Ulasan di bawah ini hanya akan membahas bagaimana mengoptimalkan SQ.

Berdo’a. Berdo’a bukan berarti lemah. Do’a justru akan mendorong meningkatkan motivasi dalam memacu usaha seseorang. Berdo’a juga sebagai salah satu yang membuat kita sadar akan keberadaan sang Khalik.  Dialah yang mencipta, dan Dialah kita akan kembali.

Ritual. Ritual adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Karena hanya Dialah satu-satunya tumpuan hidup. Pelaksanaan ritual tentu berbeda cara antara satu dengan lainnya. Tapi inti dari ritual adalah dalam rangka mohon pertolongan agar mengenyam kehidupan ini semakin termotivasi.

Merrenung. Merenung Dalam melakukan do’a tentu ada caranya. Ada medianya. Pola yang sama dengan berdo’a atau melakukan ritual tidaklah cukup. Orang membutuhkan kondisi yang rileks tanpa beban apapun agar tercapai apa yang menjadi idamannya. Oleh karenanya situasi tenang, rileks yaitu dengan merenung.

Membaca. Membaca Untuk menambah wawasan perlu membaca buku. Untuk berkhidmat agar mampu membedakan benar dan salah dengan membaca buku. Untuk menjadi trampil untuk kemaslahatan di dunia ini perlu membaca buku. Jadikan buku sebagai sahabat yang paling setia dalam suka maupun duka.

Menulis. Menulis Tahapan berikutnya dengan menulis. Sebab dengan menulis berarti separo kehidupan telah tercapai. Pena menjadi sahabat yang setia dalam keadaan apapun. Goresan pena akan membuat beberapa titik untuk melukis peradaban dunia. Bersendawa Mengobrol dengan orang lain mungkin tak akan pernah mengenal titik. Yang ditemui Cuma koma. Sebab masih ada kalimat yang harus ditulis berikuitnya.

Ngobrol. Mengajak teman dalam ngobrol berarti separo keperjaan telah usai, dengan catatan kita juga harus pandai memilih teman ngobrol Membantu orang lain Hidup tidak sendirian. Perlu sandaran orang lain agar tegak dalam menghadapi berbagai rintangan. Tolong menolong adalah kata kunci demi tegaknya masyarakat yang berbudaya. Budaya dapat menuntun kehidupan menjadi lebih baik.

Melawan Mitos

sumber gambar : kompasiana.com

Benarkah mitos di bawah ini selalu membayangi kita?

  • Semakin tinggi pendidikan semakin tidak kreatif
  • Orang yang tidak bersekolah tinggi semakin kreatif
  • Orang yang kritis akan sinis terhadap orang lain
  • Manusia kritis berbeda dengan manusia kreatif, keduanya tak bisa disatukan
  • Karena dia pandai maka dia tak bisa bergaul dengan baik

Mitos, tak simetris dengan ilmu pengetahuan. Mitos berjalan sesuai angan-angan. Ilmu pengetahuan bergerak karena ditemukan fakta. Mitos mengandalkan kepercayaan, ilmu pengetahuan mengandalkan pikiran.

Realita dalam dunia pendidikan, masih ditemukan adanya mitos yang tak terkait langsung dengan dasar-dasar ilmu. Banyak kita jumpai mitos masih menjadi dasar dalam melangkah dan merengkuh pendidikan. Suasana pembelajaran menjadi terlalu sempit. Harusnya mitos ditempatkan pada posisinya, seperti yang terdapat dalam dongeng-dongeng karya sastra.

» Read more

1 2 3 4 36