Selalu dalam Keadaan Nol

Memaafkan itu sehat dan menyehatkan

Karena memaafkan dapat mengurangi

beban pikiran dan perasaan.

Berbahagialah mereka yang senang

memaafkan.

Secara matematis, dapat dikatakan orang yang salah bernilai negatif, sedangkan orang yang menjaga kebenaran bernilai positif. Sementara itu, nilai sejati yang dibutuhkan antar sesama dalam pergaulan adalah kesetaraan atau nol. Ketika orang lain berbuat salah pada kita, itu artinya nilai benar dari orang lain berpindah pada diri kita.

Dalam hal ini, logika maaf seolah menyerahkan kembali nilai benar kepada orang lain agar terjadi keseimbangan (tawazun). Kita tidak memerlukan daftar dosa dan kesalahan orang lain. Karena bila kita terus menyimpan dan merawat kesalahan orang lain dalam hati, sama artinya kita memenuhi hati kita dengan hal-hal yang seharusnya tidak kita simpan. Hal ini tidaklah menguntungkan. Karena hati tidak punya banyak ruang untuk menampung kebajikan-kebajikan lain yang senantiasa terus dipancarkan tuhan. Maka diperlukan sikap memberi. Memberiaaf tidak ubahnya seperti barbagi harta dan kemuliaan, bahkan lebih mulia dari sedekah yang arogan.

Keseimbangan dan kesetaraan antar sesama inilah yang menjadikan hidup tanpa beban, bahkan terasa sangat ringan. Kesetaraan ini membuat diri kita bernilai nol. Hati kita menjadi lapang, bersiah, dan siap menerima ragam kemuliaan dari Tuhan. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

Bagaimana sikap terhadap orang yang senantiasa bersalah kepada kita? Secara prinsip, hati kita tidak boleh dipe uhi dendam dan amarah. Akan tetapi, tidak lalu kita menjadi permisif dan membiarkan orang tersebut kembalo mengulangi kesalahan yang sama. Dalam hal ini, selain kelembutan diperlukan pula ketegasan dan sikap untuk saling mengingatkan. Mengapa demikian? Agar nilai nol senantiasa terjaga.

Komaruddin Hidayat dalam 250 wisdom

Mengembangkan Jaringan Alumni

IMG-20170524-WA0142

Saya mulai mengajar di SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta sejak tahun 1991. Dari tahun itu hingga kini masih krasan di tempat yang sama. Karena memang belum ada yang memindahkan. Lokasinya saat itu masih di jalan Sultan Agung no. 14, tepat di depan gedung bioskop Permata yang sekarang sudah lenyap.

Sekolah sudah masuk pagi hari. Konon sebelumnya masuknya siang hari karena memang belum memiliki gedung. Jumlah kelas seluruhnya ada 9 kelas dan berada di kelas bekas SMP Muhammadiyah 2 (putri). Gedung tersebut masih satu lokasi dengan kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Termasuk tipe bangunan lama. Konon kabarnya, saat masih di jaman kompeni, salah satu ruangannya dipakai untuk kamar mayat londo yang meninggal.

» Read more

Pancasila : Proporsi yang Berkeadilan

sumber gambar : economy.okezone.com

sumber gambar : economy.okezone.com

Sejak menjelang pilkada DKI sampai sekarang status warga Negara masih juga dipertanyakan oleh nitizen. Ahoker atau Aniser. Mereka mengklaim dirinya menjadi posisi dua kutub yang saling berlawanan. Dikira Indonesia Cuma DKI saja. Satu kelompok menyebut dirinya cinta (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sementara di lain pihak lebih mencintai Daulah Islamiyah. Meskipun keduanya sebenarnya bukan isyu yang menarik, dan sangat kuno. Ketinggalan jaman.

Pancasila, semenjak ditetapkan sebagai dasar Negara telah mengalami berbagai macam cobaan untuk dijungkalkan. Namun Negara dan warganya yang solid, yang menginginkan Indonesia berdiri, masih tetap menjadi penyangga utama agar Pancasila tidak tumbang. Kelompok kiri maupun kanan tak mampu meruntuhkan. Isyu keagamaan, kesukuan terbukti tidak mampu menggerogoti ketegaran Pancasila.

» Read more

Sekolah Rumah

Homeschooling atau sekolah rumah, saat ini mulai menjadi salah satu model pilihan orang tua dalam mengarahkan anak-anaknya di bidang pendidikan. Kebebasan mengatur jambelajar maupu materi pelajaran menjadi dasar utama. Pilihan ini tepat karena siswa telah memiliki waktu yang tetap terutama artis, olahragawan, atau alasan tertentu sehingga anak tidak bisa mengikuti sekolah formal.
Alasan lain yang cukup nalar adalah rasa kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan pelajar yang semakin memprihatinkan. Perilaku klitih yang dilakukan oknum pelajar, pergaulan yang tak mengenal batas etika atau akhlak, mutu pendidikan di beberapa sekolah yang semakin memprihatinkan.

» Read more

Ramadhan

Sebentar lagi bedug jelang ramadhan akan bertalu-talu. Muslim dan muslimah akan menjalankan acara ritual tahunan yang telah mendarah daging. Anak-anak seperti biasa akan dengan takzim mendengarkan petuah agama dari sang mubaligh beneran atau mubaligh kagetan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an akan selalu bergelombang mendera disetiap kolong langit.
Kami telah memprediksikan bahwa kegiatan Ujian Nasional (untuk SMP) dan rangkaiannya,  bila tidak ada perubahan, akan berlangsung 3 tahun di bulan suci Ramadhan. Ujian Nasional memang salah satu aktifitas yang menyita tenaga dana pikiran. Bukan hanya untuk siswa kelas IX saja, namun berimbas pada adik-adiknya.
Ada rumor, pada saat pembagian tugas mengajar, khususnya guru bidang studi yang diunaskan, lebih cenderung memilih mengajar siswa kelas IX atau XII. mengapa? Karena kelas tersebut jatah waktu pelajarannya berkurang. Setelah pelaksanaan unas usai otomatis guru yang bersangkutan lebih banyak menganggur.
Bila dibandingkan tahun-tahun silam, ramadhan bukan hanya monopoli milik kampung. Siswa justru lebih banyak beraktifitas di sekolah. Sehingga pembelajaran lebih banyak dikelola oleh guru. Himbauan dari instansi terkait menyemangati agar sekolah yang mengarah pada peningkatan iman dan taqwa.
Namun untuk tahun ini berbeda. Anak-anak kembali akan diasuh oleh kampung. Kegiatan ramadhan di kampung akan lebih semarak. Menurut penulis suasana seperti ini bagus. Artinya bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya dipundak guru. Masyarakat juga berhak untuk mengajarkan kepada anak-anak. Amanah dalam undang-undang juga seperti itu.
Dukungan real dari masyarakat mudah-mudahan mampu mengangkat pendidikan karakter. Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan. Mengais ilmu adalah memaknai rasa syukur, bahwa akal merupakan nugerah yang sangat bermanfaat. Ramadhan sebagai sarana untuk mengasah jiwa, sehingga akan bermapak pada perilaku yang islami.

Argopeni, Cintaku Bersemi Lagi


Cukup beruntung bagiku mampu masuk di SMP Negeri 1 Wonosobo. Sebuah sekolah yang masuk katagori sekolah pilihan dan menjadi idaman bagi siswayang baru menamatkan di Sekolah Dasar. Untuk dapat masuk kesana diperlukan test, saat itu. Mungkin sekarang juga masih berlaku. Pihak sekolah tidak cukup yakin dengan nilai NEM yang digenggam sang calon siswa. Pertimbangannya sederhana. Kejujuran.

Sekolah tak cukup yakin tentang pelaksanaan Ujian Nasional yang dilksanakan dipelosok pedesaan. Meskipun yang mengawasi orang terpilih. Dan memang cukup adil, menurutku.

» Read more

1 2 3 4 5 26