Shalat di Masjid Siti Aisyah Solo

Sesaat setelah saya mengambil hasil belajar siswa (rapot) anak, kebetulan punya waktu agak longgar. Saya manfaatkan untuk jalan-jalan di seputar stadion Manahan Solo. Stadion yang sekarang masih dalam tahap pemugaran. Di stadion ini pula beberapa pertandingan berskala nasional sering digelar. Karena bertepatan dengan hari Jum’at, saya keliling stadion sambal mencari Masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at.

Secara kebetulan, di sekitar stadion ada sebuah masjid yang arsitekturnya agak unik. Bentuknya kotak. Tidak lazim untuk model masjid di Kota Surakarta. Arsitek masjid di Kota keris ini rata-rata sudah gabungan antara Budaya Arab dan Budaya Jawa. Masjid dengan desain modifikasi ini dibangun secara turun terumun sejak Islam masuk di Jawa. Peninggalan nenek moyang yang cukup monumental. Letaknya disebelah selatan stadion dan bersebelahan dengan kantor PLN.

» Read more

Wasilah

Wasilah dalam bahasa arab berarti jalan atau perantara. Kata padanannya wasithah yang artinya jalan tengah dan pendamai. Dengan mengartikan wasilah menjadi orang tengah (perantara), kemudian timbul pengertian bahwa untuk sampai kepada Allah harus dengan perantara. Sedang perantara itu adalah ruh-ruh orang yang dianggap suci. Misalnya nabi, wali, para syuhada’, dan orang-orang shaleh. Kepada ruh mereka yang telah meninggal itu orang-orang berwasilah tersebut memohon bantuan agar dapat menyampaikan do’a kepada Allah swt.

Penulis pernah mendengar kata wasilah sejak dari kecil. Tapi tidak tahu inti sari dari wasilah. Yang sering didengar, kata wasilah itu diakitkan dengan kata Nabi Muhammad saw. Tak heran kalau dulu, sering mendapat kata “dapat wasilah dari Nabi”. Ternyata kata wasilah itu adalah perantara. Biasanya wasilah ini dipakai kalau seseorang akan menunaikan sesuatu. Akan ujian, mantu, mendirikan rumah dll. Aktifitas itu dimaksudkan agar mendapat wasilah. Artinya agar yang diidamkan dapat tercapai dengan perantara. Apakah yang demikian itu ada tuntunan dari Rasulullah? Al-Fairuzabadiy dalam Tanwiirul-Miqbaas Min Tafsiir IbniAbbaas menyatakan bahwa wabtaghuu illaihil-wasilah diartikan dengan carilah ad-darajah ar-rafi’ah(derajat yang tinggi). ”Carilah kedekatan dengan-Nya (Allah) dalam derajat (yang_tinggi)_dengan_amal-amal_yang_shalih.” Jadi, wasilah (perantara) yang dapat menyampaikan pada taqarrauh (dekat) dengan Allah adalah amal-amal shaleh. Lalu, apakah amal shaleh itu? Tidak lain adalah ath-th’ah fiimaa binahum wabaina rabbihim Artinya_ketaatan_melaksanakan_apa-apa yang telah ditentukan antara mereka dengan Tuhannya. Apa saja, yang diperintahkan atau tidak dilarang oleh Allah dilaksanakan dengan  ikhlas, itulah amal shaleh.

Dalam Q.S. Al-isra’ (17) ayat 56-57, Allah menegaskan bahwa kandungan ayat itu memiliki makna bahwa pengertian wasilah adalah jalan pendekatan diri kepada Allah, dengan mengingkari panggilan kepada selain Allah. Sebab selain Allah itu tidak memiliki kemampuan menyingkap marabahaya maupun mengalihkannya dari para pemanggil (yang minta bantuan kepadanya).

Enam Macam Karamah untuk Manusia Pilihan

Karamah adalah sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan, tidak diiringi dengan pengakuan kenabian, dan juga bukan muqaddimah kenabian. Keluar dari adat kebiasaan: menyelisihi yang biasa terjadi dan biasa dialami manusia.
Karamah bertujuan sebagai bantuan, dukungan, dan pertolongan kepada hamba tersebut, atau untuk mengokohkannya dalam keimanan.

Karamah bertujuan sebagai bantuan, dukungan, dan pertolongan kepada hamba tersebut, atau untuk mengokohkannya dalam keimanan. Karamah bisa terjadi dalam urusan agama atau duniawi, Ibnu Taimiyyah mengatakan: Di antara prinsip Ahlus Sunnah adalah mempercayai adanya Karamah para wali dan hal-hal luar biasa yang Allah munculkan pada mereka berupa beraneka ragam ilmu, Mukasyafah/ kemampuan memandang, dan berbagai kemampuan serta pengaruh lainnya. (Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah syarah Al-Harras, hal. 119)

» Read more

Optimalisasi Kecerdasan Spiritual

Aristoteles sebagai seorang filosof dan psikolog boleh berbangga telah menemukan metode untuk mengukur kecerdasan manusia, yaitu dengan mengukur Intellegence Quotient (IQ). Dalam perjalanan IQ ini dikritik, karena menafikan sisi kemanusiaan. Hanya otak yang penuh kalkulasi yang bisa diandalkan. Beruntung Daniel Goleman menemukan sisi lain tentang keberadaan manusia yaitu Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan prasarat dasar untuk penggunaan IQ. Pada akhir abad keduapuluh, ada interseksi antara psikologi, neurologi, ilmu antropologi dan kognitif untuk menunjukkan sisi yang ketiga yaitu Spiritua Quotient (SQ).

» Read more

Ulumul Qur’an

ulumulMinggu lalu, saya mengantar anak ke toko buku sosial agensi yang berada disebelah timur Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta. Memang selama ini anak dan istri lebih senang membeli buku di sosial agensi. Karena koleksi bukunya cocok dengan yang diharapkan. Saya sendiri senang ke gramedia, atau kalau ada pameran buku.

Setelah buku terpilih dan membayar dengan harga yang tertera, kami lantas meninggalkan toko buku. Tepat di pintu keluar, saya melihat salah satu karyawan sedang membaca jurnal. Bukunya lebar. Bentuk dan kemasannya mirip dengan jurnal Ulumul Qur’an. Karena penasaran, sayapun bertanya langsung kepada karyawan tadi. Benar saja, buku jurnal Ulumul Qur’an.

» Read more

Khotbah Jum’at (1)

Hadirin sidang jum’at yang dimuliakan Allah

Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada siang hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk mengagungkan asma Allah, mengingat Allah, memenuhi panggilan Allah, dalam majelis yang sangat mulia yaitu melaksanakan ibadah sholat jum’at. Seminggu sekali kita asah kembali kadar keimanan kita, seminggu sekali kita isi ruhani  dengan mendengarkan bimbingan rasul dan jalan yang telah ditetapkan oleh Allah swt.

Saya berdiri disini selaku khotib, untuk mengingatkan kepada diri kami pribadi dan jama’ah yang berbahagia, untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, yaitu dengan selalu menjalankan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-larangan Allah.  Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada kekasih Allah junjungan kita nabi besar Muhammad saw. Kepada sahabat-sahabatnya, keluarga dan juga kaumnya sampai akhir zaman nanti.

» Read more

Hijrah

Bila tak ada aral melintang, tahun ini, kamis 21 September 2017 bertepatan dengan 1 Muharram 1439 hijriyah. Sudah 15 abad lamanya, Islam telah diridloi oleh Allah swt menjadi Agama umat Islam. Selama itu pula, Islam sebagai sebuah peradaban mengalami pasang surut dalam menapaki perjalanan waktu. Suka duka silih berganti hanya untuk mengagungkan asma Allah.
Perhitungan tahun hijriah dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah. Kaum Muhajirin berbondong-bondong menuju ke Madinah yang disambut dengan suka cita oleh kaum Anshor. Perjalanan yang tidak mudah. Peristiwa tercerabutnya tanah leluhur yang dibanggakan dan dicintai, tiba-tiba harus rela dilepas. Taruhan nyawa yang demikian dekat dan bisa terjadi di setiap saat. Hanya sebuah keinginan yang mereka harapkan, hidupnya Islam yang bersanding nyaman dengan semua penganut apapun di lingkungannya.
Dalam sirah nabawiyah, tercatat ada 4 peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw yang berpengaruh terhadap perkembangan Islam.

» Read more

1 2 3 4