Pengaruh Cita-cita pada Anak

dokumen pribadi

Cita-cita memiliki pengaruh yang kuat pada kepribadian anak. Dengan mengidolakan seseorang dalam kehidupannya, maka anak akan mendapatkan model dalam hidupnya. Ingat, anak usia dini belajar dengan cara meniru. Ia mudah sekali dipengaruhi dan dibentuk oleh contoh yang dekat dengan dirinya.

Jika seorang anak memiliki suatu contoh di lingkungannya, dan dirinya ingin menjadi seperti orang itu, maka semua perilakunya akan cenderung meniru model tersebut. Jika model yang jadi panutan anak adalah tokoh yang baik, maka akan berpengaruh positif bagi anak. Namun, ketika modelnya bukanlah tokoh yang baik maka berdampak negatif pada anak. Anak menjadi tidak dapat menunjukkan gambaran yang positif. Dampaknya, anak dikhawatirkan akan berperilaku kurang terpuji.

» Read more

Belajar Bersama Bang Ali Sadikin

Maka jadilah saya disebut “Bang Ali”, sebutan yang terasa akrab dan dihormati. Saya terima sebutan itu, bahkan kemudian dinobatkan oleh sebuah yayasan masyarakat Jakarta Yayasan Husni Thamrin yang dipimpin oleh Mayjen Dr. Azis Saleh, sebagai Bang Ali dan istri saya “Empok Nani” dalam satu upacara yang serba Jakarta. Pakaian ala Jakarta, suguhan ala Jakarta, dan dekorasi ala Jakarta. Pendeknya : semua serba Jakarta. Dan memang saya mendambakan sekali agar semua orang yang tinggal di Jakarta ini merasa bahwa mereka penduduk Jakarta, bukan lagi penduduk tempat lain.

Mereka harus mencintai Jakarta, merasa bagian dari Jakarta.

Kutipan diatas saya sadur dalam sebuah buku : Ali Sadikin Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi, buah tangan Ramadhan K.H. Buku setebal 630 halaman berisi tentang sepak terjang beliau dalam menata kota Jakarta. Kalau boleh bilang, bahwa buku itu bukan otobiografinya Bang Ali. Karena berisi tentang kita-kita mengelola sebuah kota yang besar dengan segala macam persoalannya.

» Read more

Supervisi Klinis

Sebuah kata yang sebagian guru tidak suka adalah supervisi. Aktivitas yang enggan untuk dilakukan. Tapi itu harus, manakala ingin meningkatkan mutu pendidikan. Bukan hanya meningkatkan tapi memang sebuah kewajiban. Tanpa supervisi, bisa jadi tujuan pendidikan akan melenceng dari itikad semula.

Berdamailah dengan supervisi. Supervisi itu ibarat obat. Kalau ada orang sakit maka harus diobati agar kesehatannya pulih kembali. Demikian juga dengan supervisi. Perilaku seseorang akan dibenarkan oleh seorang ahli sesuai dengan bidangnya. Karena supervisi sendiri adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif

» Read more

Belajar Filsafat

Satu saat saya iseng membersihkan buku dari debu yang tertata di almari. Jumlah buku tak seberapa. Tapi saya senang menyebut perpustakaan pribadi yang kecil. Mengapa kecil? Karena koleksi bukunya cuma sedikit. Tapi tetap namanya perpustakaan. Satu cita-cita terpenuhi. Memiliki perpustakaan.

Saya tertarik beberapa buku yang sudah lusuh. Bagian ditepinya telah disantap rayap. Beruntung tulisan masih utuh, meski warna sudah mulai menguning. Dan membentuk texture kemerahan. Sampul plastic telah memudar.

Buku yang sengaja saya ambil adalah Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Popular karya Jujun Suriasumantri. Bersampul warna biru cetakan tahun 1990, bergambar patung ganesa. Buku ini, dulu cukup popular di kalangan mahasiswa yang gemar ilmu murni. Mereka senang nongkrong dan berdiskusi perihal perkembangan ilmu pengetahuan.

» Read more

Pengaruh Cita-cita pada Anak

Cita-cita memiliki pengaruh yang kuat pada kepribadian anak. Dengan mengidolakan seseorang dalam kehidupannya, maka anak akan mendapatkan model dalam hidupnya. Ingat, anak usia dini belajar dengan cara meniru. Ia mudah sekali dipengaruhi dan dibentuk oleh contoh yang dekat dengan dirinya.

Jika seorang anak memiliki suatu contoh di lingkungannya, dan dirinya ingin menjadi seperti orang itu, maka semua perilakunya akan cenderung meniru model tersebut. Jika model yang jadi panutan anak adalah tokoh yang baik, maka akan berpengaruh positif bagi anak. Namun, ketika modelnya bukanlah tokoh yang baik maka berdampak negatif pada anak. Anak menjadi tidak dapat menunjukkan gambaran yang positif. Dampaknya, anak dikhawatirkan akan berperilaku kurang terpuji.

» Read more

Keberhasilan Pendidikan tidak hanya Intelektual

Beberapa tahun yang lalu, Yondi Handitya (18) siswa jurusan IPS SMAN 9 Yogyakarta dinyatakan tidak lulus ujian disebabkan nilai akhlak, kendatipun nilai ujiannya di atas rata-rata pada sekolah yang bersangkutan. Sebuah kasus yang sebenarnya mirip dengan kejadian yang lain, hanya untuk Yondi agak unik. Uniknya disebabkan kasus yang berjalan pada saat pelaksanaan ujian nasional yang masih menyisakan kontroversi, dan kejadian tersebut muncul saat informasi dapat diakses dalam hitungan detik.  Ada banyak kasus yang saya yakin mirip, hanya tidak terakses media.

Diakui oleh Wali Kota Yogyakarta dan Kepala Dikdispora DIY, akan melakukan pertemuan dengan siswa terkait dan kepala sekolah. Namun Walikota jauh-jauh sudah menyatakan dukungannya kepada sekolah, bila kasus Yondi memang sudah menjadi keputusan dewan guru. Demikian pula Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta mendukung keputusan sekolah, asal melalui prosedur yang telah menjadi kesepakatan sekolah. Proses pemanggilan, peringatan  juga telah ditempuh sekolah dalam upaya untuk memperbaiki perilaku siswa yang bersangkutan.

» Read more

Guru Mestinya Optimis

“Saya guru, Pak” demikian ungkapan lugas mantan siswa sembari mengulurkan jabat tangan dalam perjumpaan reuni sekolah di akhir tahun. Menyebut diri guru tanpa ditanya terlebih dahulu atau memperkenalkan diri sebagai guru tanpa menampakkan perasaan rendah diri di tengah forum, sungguh mengharukan. Ada optimisme, ada kegembiraan, pun ada kebanggaan menjadi guru. Andai saja perasaan itu dialami oleh semua guru dan semua mahasiswa calon guru, betapa beruntungnya anak-anak kita yang dididik oleh orang-orang yang gembira dan optimis.

Secara khusus sebagai pribadi tentu lebih terharu ketika mendengar penuturan para mantan siswa yang menjadi guru kerena terinspirasi oleh gurunya. Satu bukti lagi bagaimanapun guru adalah sosok iklan dan teladan yang mampu menggerakkan hati para muridnya untuk memilih kebaikan. Pilihan-pilihan profesi siswa di masa depan pun tak jauh dari iklan para guru. Tidak jarang terdengar ungkapan bernada bangga, seperti “gara-gara guru itu saya sekarang menjadi seperti ini”, atau “coba kalau tak ada pak guru, pasti saya tidak akan memilih pekerjaan ini”.

» Read more

1 2 3 12