Pengaruh Cita-cita pada Anak

Cita-cita memiliki pengaruh yang kuat pada kepribadian anak. Dengan mengidolakan seseorang dalam kehidupannya, maka anak akan mendapatkan model dalam hidupnya. Ingat, anak usia dini belajar dengan cara meniru. Ia mudah sekali dipengaruhi dan dibentuk oleh contoh yang dekat dengan dirinya.

Jika seorang anak memiliki suatu contoh di lingkungannya, dan dirinya ingin menjadi seperti orang itu, maka semua perilakunya akan cenderung meniru model tersebut. Jika model yang jadi panutan anak adalah tokoh yang baik, maka akan berpengaruh positif bagi anak. Namun, ketika modelnya bukanlah tokoh yang baik maka berdampak negatif pada anak. Anak menjadi tidak dapat menunjukkan gambaran yang positif. Dampaknya, anak dikhawatirkan akan berperilaku kurang terpuji.

» Read more

Keberhasilan Pendidikan tidak hanya Intelektual

Beberapa tahun yang lalu, Yondi Handitya (18) siswa jurusan IPS SMAN 9 Yogyakarta dinyatakan tidak lulus ujian disebabkan nilai akhlak, kendatipun nilai ujiannya di atas rata-rata pada sekolah yang bersangkutan. Sebuah kasus yang sebenarnya mirip dengan kejadian yang lain, hanya untuk Yondi agak unik. Uniknya disebabkan kasus yang berjalan pada saat pelaksanaan ujian nasional yang masih menyisakan kontroversi, dan kejadian tersebut muncul saat informasi dapat diakses dalam hitungan detik.  Ada banyak kasus yang saya yakin mirip, hanya tidak terakses media.

Diakui oleh Wali Kota Yogyakarta dan Kepala Dikdispora DIY, akan melakukan pertemuan dengan siswa terkait dan kepala sekolah. Namun Walikota jauh-jauh sudah menyatakan dukungannya kepada sekolah, bila kasus Yondi memang sudah menjadi keputusan dewan guru. Demikian pula Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta mendukung keputusan sekolah, asal melalui prosedur yang telah menjadi kesepakatan sekolah. Proses pemanggilan, peringatan  juga telah ditempuh sekolah dalam upaya untuk memperbaiki perilaku siswa yang bersangkutan.

» Read more

Guru Mestinya Optimis

“Saya guru, Pak” demikian ungkapan lugas mantan siswa sembari mengulurkan jabat tangan dalam perjumpaan reuni sekolah di akhir tahun. Menyebut diri guru tanpa ditanya terlebih dahulu atau memperkenalkan diri sebagai guru tanpa menampakkan perasaan rendah diri di tengah forum, sungguh mengharukan. Ada optimisme, ada kegembiraan, pun ada kebanggaan menjadi guru. Andai saja perasaan itu dialami oleh semua guru dan semua mahasiswa calon guru, betapa beruntungnya anak-anak kita yang dididik oleh orang-orang yang gembira dan optimis.

Secara khusus sebagai pribadi tentu lebih terharu ketika mendengar penuturan para mantan siswa yang menjadi guru kerena terinspirasi oleh gurunya. Satu bukti lagi bagaimanapun guru adalah sosok iklan dan teladan yang mampu menggerakkan hati para muridnya untuk memilih kebaikan. Pilihan-pilihan profesi siswa di masa depan pun tak jauh dari iklan para guru. Tidak jarang terdengar ungkapan bernada bangga, seperti “gara-gara guru itu saya sekarang menjadi seperti ini”, atau “coba kalau tak ada pak guru, pasti saya tidak akan memilih pekerjaan ini”.

» Read more

Model Pembelajaran

Untuk kesekian kalinya saya mengikuti work shop tentang Lesson Studi. Sebuah model pembinaan profesi pendidik yang berbasis kolaborasi. Model kerja sama yang dibangun antar sesam pendidik. Karena memang (mungkin) hanya itu yang dapat dilakukan. Tanpa kehadiran dari profesia lain.

Berbeda dengan Lesson Study yang dikembangkan di negeri asal, yaitu Jepang. Di Jepang, ilmu ini lahir dan berkembang, Siswa belajar di kelas bukan lagi monolog. Bahkan bukan saja dialog. Siswa sebagai subyek benar-benar dioptimalkan dalam mendapatkan pengalaman belajar.

Lesson Study tidak hanya melibatkan guru dan siswa. Metode yang dikembangkan merambah hingga melibatkan orang tua siswa. Orang tua, guru dan mungkin juga pakar pendidikan terlibat langsung dalam pembelajaran.

» Read more

Siswa Belajar Birokrasi

sumber gambar : dokumen pribadi

Saya cukup terusik dengan kegiatan Technical Meeting (TM) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terkait dengan pelaksanaan Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Olimpiade Literasi ini termasuk baru jika dibandingkan dengan olympiade matematika atau IPA, misalnya. Yang cukup menarik adalah kegiatan TM dihadiri oleh siswa. Bukan hanya guru. Padahal sebelumnya, setiap kegiatan yang melibatkan siswa hanya guru yang terlibat mulai dari administrasi hingga teknis pelaksanaan lomba.

» Read more

Tips Pembuatan Soal Pilihan Ganda

Saya pikir, lebih baik saya bagikan bagimana caranya membuat soal jenis pilihan ganda. Dari pada saya dituduh menjadi “tukang protes” tanpa memberi solusi. Sebab tuduh menuduh pada bulan ramadhan tidak baik.

Seperti yang sudah saya tulis kemarin, bahwa melakukan evaluasi dengan membuat soal berbentuk pilihan ganda, ada positip dan negatipnya. Sisi ini tergantung dari mana kita melakukan evaluasi terhadap siswa.

Tips ini saya dapatkan dari rekan kerja, setelah beliau mengikuti pelatihan penulisan soal. Sifatnya hanya rangkuman semata. Tidak semua harus saya bagi disini. Bagi kompasioner yang kebetulan pernah mengikuti pelatihan yang sama, bisa untuk mengingat kembali cara-cara penulisan soal.

» Read more

Tips Penulisan Soal Pilihan Ganda

Saya pikir, lebih baik saya bagikan bagimana caranya membuat soal jenis pilihan ganda. Dari pada saya dituduh menjadi “tukang protes” tanpa memberi solusi. Sebab tuduh menuduh pada bulan ramadhan tidak baik.

Seperti yang sudah saya tulis kemarin, bahwa melakukan evaluasi dengan membuat soal berbentuk pilihan ganda, ada positip dan negatipnya. Sisi ini tergantung dari mana kita melakukan evaluasi terhadap siswa.

Tips ini saya dapatkan dari rekan kerja, setelah beliau mengikuti pelatihan penulisan soal. Sifatnya hanya rangkuman semata. Tidak semua harus saya bagi disini. Bagi kompasioner yang kebetulan pernah mengikuti pelatihan yang sama, bisa untuk mengingat kembali cara-cara penulisan soal.

» Read more

1 2 3 11