Pengembangan Pendidikan Karakter

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Pendidikan karakter yang tertuang dalam permendiknas nomor 23 tahun 2015 telah tersosialisasi pada sebagian besar masyarakat. Waktu 2 tahun dianggap cukup untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah saatnya untuk kerja nyata untuk menurunkan nilai-nilai yang terkandung dalam permendiknas tersebut.
Seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis, ia memberi penilaian terkait pencapaian non-akademis para siswa.  Sejalan dengan penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter, para guru di seluruh sekolah di Indonesia pun akan melakukan hal serupa.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Salah satu wujud nyata pendidikan karakter di sekolah adalah dengan mengembangkan minat dan bakat siswa.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mewajibkan semua sekolah menerbitkan rapor dengan nilai ganda yang bisa diterapkan mulai 2018.
Para guru nantinya akan memberi laporan nilai akademis dan pengembangan kepribadian siswa. Selama ini, seorang siswa dianggap berprestasi di sekolah bila nilai akademisnya gemilang. Pemerintah berharap sekolah, utamanya para guru, mulai menghilangkan penyeragaman itu.
Bakat dan minat sebenarnya telah muncul dalam dunia pendidikan sejak tahun 90 an. Ranah ini disediakan pada saat siswa mengikuti ekstra kurikuler. Sehingga saat itu ada beberapa sekolah yang pulangnya hingha larut sore menjelang.
Howard Gardner, seorang profesor psikologi dari Harvard University mengemukakan teori kecerdasan jamak (multiple intelligence).
Gardner mengidentifikasi sejumlah kecerdasan yakni musical/rhythmic intelligence bodily/kinesthetic intelligence, logical/mathematical intelligence, visual/spatial intelligence, verbal/linguistic intelligence, interpersonal intelligence, dan intrapersonal intelligence. Dalam perkembangannya ada satu jenis kecerdasan tambahan yakni naturalistic intelligence.
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi.
Sementara, kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan.
Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimikili tiap siswa menjadi kompetensi, sesuai dengan cita-citanya.
Oleh karena itu, proses pendidikan dan pembelajaran yang berlangsung di sekolah harus berorientasi kepada invidu peserta didik.
Penerapan pendidikan karakter juga tak mesti dilakukan semua oleh sekolah jika memiliki keterbatasan sumber daya. Sekolah bisa saja bekerja sama dengan lembaga lokal yang letaknya tak jauh dari gedung pendidikan.
Misalnya, ada sekolah yang dekat dengan tempat kursus tari, maka sekolah dapat memanfaatkan tempat kursus itu sebagai wadah mengembangkan minat dan bakat siswanya.

5 Peran Guru

Mengenyam pendidikan di abad-21 sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Teknologi informasi sangat berperan dalam alih budaya yang semakin cepat. Era digital menuntut setiap orang untuk berpikir cepat dan tepat.
Cepat saja tidak mungkin. Bisa salah sasaran. Andai salah sasaran, dan tidak mampu memperbaiki, ia akan semakin tersesat. Jauh dari jalan yang mestinya ia tempuh.

» Read more

Pendidikan : Pilar Utama Pembangunan

sumber gambar : tabloidjubi.com

sumber gambar : tabloidjubi.com

Dari manakah dimulainya pembangunan? Adam Smith seorang ahli ekonomi mengemukakan bahwa pembangunan berawal dari tersedianya sumber daya alam, penduduk, dan barang modal. Ia melihat bahwa kekayaan alam, jumlah penduduk serta modal untuk perputaran roda ekonomi penyumbang utama dari tegaknya pembangunan. Dari ketiga tiang pembangunan itu yang paling penting adalah sumber daya alam, kilahnya. Dia mengabaikan peran teknologi dalam memacu laju pembangunan. Padahal teknologi sudah terbukti sangat efisien dalam menggerakkan dinamika masyarakat.

Inilah salah satu kelemahan model pemikiran tradisional. Bisa jadi, Adam Smith dan juga yang lain, belum pernah merasakan perkembangan dan manfaat teknologi. Akan sangat berbeda bila Ia menikmati laju keunggulan teknologi.

» Read more

Pendidikan Karakter Setiap Saat

sumber gambar : republika.co.id.

sumber gambar : republika.co.id.

Suatu ketika saya bermaksud mengadakan pendataan buat anak-anak siswa kelas 7. Data yang saya perlukan cuma alamat rumah. Pendataan ini saya buat dengan memakai netbook dengan asumsi, siswa langsung menulis dalam kolom yang telah tersedia. Jadi tak perlu menulis lagi. Harapan yang kedua, siswa sekarang sudah familier dengan memakai komputer ataupun netbook. Sekolah tak perlu memberi pelatihan.
Tiba saat mengadakan pendataan ternyata bayangan saya meleset dari perkiraan. Akibatnya, waktu yang sedia kalanya hanya diperlukan 30 menit (perkiraan saya satu siswa hanya butuh waktu tak lebih dari satu menit. Cuma menulis alamat saja), pada kenyataannya 40 menit tidak cukup. Sehingga saya harus memperpanjang waktu, yang harusnya sudah beralih ke kelas lain.

» Read more

Curhatan Guru TIK

Saya ini bukan guru TIK. Saya guru matematika. Saya punya banyak teman guru TIK. Bahkan sebelum TIK besar seperti sekarang ini. Saat itu masih jamannya pentium 4, atau bahkan sebelumnya. Saya sudah berkumpul dengan mereka hanya karena saya senang bekerja dan bermain dengan komputer. Hingga kini saya sudah terdampar di grup guru TIK nasional.
TIK saat itu hanya sebagai pembantu untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah. Lebih banyak berfungsi sebagai tambahan beban administrasi. Komputer masih langka. Barang itu masih dianggap mahal. Apalagi tenaga yang mengoperasikan. Hampir semua yang menjalankan komputer adalah otodidak. Belajar sendiri tanpa ilmu yang resmi. Disitulah saya belajar bersama dengan orang-orang penggemar komputer.

» Read more

Mengajak Anak Berfikir Logika

Saya mengenal pelajaran logika pertama kali di SMA. Bidang pelajarannya, matematika. Saat itu perdebatan kecil muncul sewaktu pelajaran, karena logika yang diajarkan tidak sesuai dengan realita. Logika yang kenalkan saat itu “jika-maka”. Saya pertama kali mendengar istilah negasi, yang bermakna lawan pernyataan. Ada juga istilah konjungsi, disjungsi, implikasi dan istilah lainnya. Masing-masing mempunyai simbol yang sekaligus penggunaan yang berlainan pula.

Guru kami memberi contoh :

Jika Adi naik kelas maka akan dibelikan sepeda.

Ada 4 buah kemungkinan yang terjadi, bila memakai logika matematika

Jika Adi naik kelas maka akan dibelikan sepeda. Pernyataan benar

Jika Adi tidak naik kelas maka akan dibelikan sepeda. Pernyataan salah

Jika Adi naik kelas maka tidak dibelikan sepeda. Pernyataan salah

Jika Adi tidak naik kelas maka tidak dibelikan sepeda. Pernyataan Benar.

» Read more

Guru Softener

sumber gambar : kompasiana.com

sumber gambar : kompasiana.com

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke tempat teman. Dia rupanya sedang mempersiapkan presentasi untuk diskusi dengan rekan-rekannya. Saya cukup tertarik pada sub bagian makalah, yaitu guru itu kalau membersihkan harus pakai softener.

Karena kata “softener “ cukup memikat, sayapun lantas menyusuri huruf demi huruf. Kali ini saya bagikan kepada pembaca.

Smile

Senyum harus selalu dikulum oleh seorang guru setiap saat dan dimanapun berada. Masuk kelas membawa wajah yang cemberut tak membawa berkah. Siswapun tidak akan merespon materi yang diberikan, meskipun pelajarannya amat penting lagian bagus.

» Read more

1 2 3 10