Buku Murah tapi Tidak Murahan

sumber gambar : rifdoisme

sumber gambar : rifdoisme

Beruntunglah saya mendapatkan buku “Kuntowijoyo : Karya dan Dunianya” yang ditulis oleh Wan Anwar. Buku ini saya peroleh dalam sebuah rak obral disebuah toko buku. Dengan harga sepuluh ribu, tapi yang saya dapatkan sebuah tabir yang terbuka, yang selama ini hanya mengendap di angan-anganku. Penulis yang juga seorang sastrawan membongkar isi buku dengan cara melakukan studi referensi. Jadilah saya baru tahu, isi buku-buku Kuntowijoyo (terutama novelnya) yang selama ini hanya sebatas membaca saja.

» Read more

Menjadi Guru di Era Digital

Hingga hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), persoalan bolehkah seorang siswa membawa gadget ke sekolah masih bertabur pro dan kontra. Tidak usainya problem peralatan digital karena disatu sisi, gadget hanya dipandang sebagai benda belaka. HP dan sejenisnya hanya sebagai alat bantu. Di pihak lain, ada sebagian yang masih apriori terhadap alat canggih ciptaan manusia itu. Dalam benaknya, kelompok ini masih mengklaim bahwa ilmu yang diperoleh masih layak dipakai, untuk tidak mengatakan yang terbaik.

» Read more

Pudarnya Karakter Bangsa

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

Disinyalir perjalanan bangsa Indonesia sedang menuju jurang kenistaan. Pondasi dasar dasar berbangsa dan bernegara tidak lagi menjadi pedoman utama. Pancasila dan Undang Undang Dasar tahun 1945, hanya dibaca secara formal pada waktu seremonial. Upacara bendera, rapat kerja, dan pertemuan formal.

Bencana alam, menjadi berita sehari-hari. Anehnya, menurut beberapa ahli, bencana alam disebabkan karena ulah manusia sendiri. Tawuran antar sekolah, antar kampung, antar suku. Lebih mengenaskan lagi, pertentangan antar lembaga Negara. Saling lempar tugas, antara atasan dan bawahan.

Ada 8 tanda-tanda sebuah masyarakat yang akan mengalami kebangkrutan.

» Read more

Al Azhar dan Cordova

sumber gambar : dibalikisklam.com

sumber gambar : dibalikisklam.com

Harus diakui sejarah membuktikan bahwa kekuasaan Islam terbagi menjadi 4 bagian, sepeninggal Rasulullah Muhammad saw. Pertama adalah zaman Khulafaur Rasyidin atau Khalifah Rasyidah. Kedua, Bani Umayyah, ketiga Bani Abbas dan terakhir Bani Fatimiah. Padahal Rasul tidak pernah menunjuk seseorang untuk mengganti kedudukannya sebagai kepala pemerintahan. Hanya dengan musyawarah, terpilih Abu Bakar Ash Shidiq yang hanya memerintah selama 2 tahun. Disusul kemudian Umar Bin Khattab (10 tahun), dilanjutkan Usman Bin Affan (11 tahun) dan terakhir Ali Bin Abi Thalib (6 tahun).

Bibit perpecahan terjadi pada masa pemerintahan Usman. Karena beliau diangkat pada saat usia sudah menjelang 70 tahun. Secara fisik sudah mengalami gradasi penurunan. Secara kekuasaan juga sudah tidak sesigap pada usia muda. Ali bin Abi Thalib yang meneruskan tampuk kekuasaannya seperti mendapat getah. Pemerintahan penuh dengan intrik. Masing-masing kelompok merasa berhak untuk duduk di singgasana. Maka tidak heran jika di akhir masa khulafaur rasyidin ini, terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu : Mu’awiyah, Syi’ah dan Khawari (keluar dari barisan Ali).

» Read more

Selamat Datang PISA 2018

sumber gambar : idjournal.co.uk

sumber gambar : idjournal.co.uk

Tahun 2018 tepatnya bulan Agustus, PISA (Program for International Student Assessment) adalah sistem penilaian secara internasional yang menitikberatkan pada kemampuan anak usia 15 tahun dalam bidang literasi membaca, literasi matematika dan literasi di bidang sains. Khusus bidang matematika,  PISA juga  dapat mengukur kemampuan seorang siswa dalam problem solving.
PISA diadakan pertama kali tahun 2000 dan bergulir setiap 3 tahun sekali. Pada tahun 2000, penelitian PISA difokuskan pada kemampuan membaca, sementara dua aspek lainnya menjadi pendamping. Barulah pada tahun 2003 aspek matematika menjadi fokus utama hingga sekarang.

» Read more

Pancasila : Proporsi yang Berkeadilan

sumber gambar : economy.okezone.com

sumber gambar : economy.okezone.com

Sejak menjelang pilkada DKI sampai sekarang status warga Negara masih juga dipertanyakan oleh nitizen. Ahoker atau Aniser. Mereka mengklaim dirinya menjadi posisi dua kutub yang saling berlawanan. Dikira Indonesia Cuma DKI saja. Satu kelompok menyebut dirinya cinta (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sementara di lain pihak lebih mencintai Daulah Islamiyah. Meskipun keduanya sebenarnya bukan isyu yang menarik, dan sangat kuno. Ketinggalan jaman.

Pancasila, semenjak ditetapkan sebagai dasar Negara telah mengalami berbagai macam cobaan untuk dijungkalkan. Namun Negara dan warganya yang solid, yang menginginkan Indonesia berdiri, masih tetap menjadi penyangga utama agar Pancasila tidak tumbang. Kelompok kiri maupun kanan tak mampu meruntuhkan. Isyu keagamaan, kesukuan terbukti tidak mampu menggerogoti ketegaran Pancasila.

» Read more

Sekolah Rumah

Homeschooling atau sekolah rumah, saat ini mulai menjadi salah satu model pilihan orang tua dalam mengarahkan anak-anaknya di bidang pendidikan. Kebebasan mengatur jambelajar maupu materi pelajaran menjadi dasar utama. Pilihan ini tepat karena siswa telah memiliki waktu yang tetap terutama artis, olahragawan, atau alasan tertentu sehingga anak tidak bisa mengikuti sekolah formal.
Alasan lain yang cukup nalar adalah rasa kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan pelajar yang semakin memprihatinkan. Perilaku klitih yang dilakukan oknum pelajar, pergaulan yang tak mengenal batas etika atau akhlak, mutu pendidikan di beberapa sekolah yang semakin memprihatinkan.

» Read more

1 2 3 4 9