Curhatan Guru TIK

Saya ini bukan guru TIK. Saya guru matematika. Saya punya banyak teman guru TIK. Bahkan sebelum TIK besar seperti sekarang ini. Saat itu masih jamannya pentium 4, atau bahkan sebelumnya. Saya sudah berkumpul dengan mereka hanya karena saya senang bekerja dan bermain dengan komputer. Hingga kini saya sudah terdampar di grup guru TIK nasional.
TIK saat itu hanya sebagai pembantu untuk melaksanakan pembelajaran di sekolah. Lebih banyak berfungsi sebagai tambahan beban administrasi. Komputer masih langka. Barang itu masih dianggap mahal. Apalagi tenaga yang mengoperasikan. Hampir semua yang menjalankan komputer adalah otodidak. Belajar sendiri tanpa ilmu yang resmi. Disitulah saya belajar bersama dengan orang-orang penggemar komputer.

» Read more

Mengajak Anak Berfikir Logika

Saya mengenal pelajaran logika pertama kali di SMA. Bidang pelajarannya, matematika. Saat itu perdebatan kecil muncul sewaktu pelajaran, karena logika yang diajarkan tidak sesuai dengan realita. Logika yang kenalkan saat itu “jika-maka”. Saya pertama kali mendengar istilah negasi, yang bermakna lawan pernyataan. Ada juga istilah konjungsi, disjungsi, implikasi dan istilah lainnya. Masing-masing mempunyai simbol yang sekaligus penggunaan yang berlainan pula.

Guru kami memberi contoh :

Jika Adi naik kelas maka akan dibelikan sepeda.

Ada 4 buah kemungkinan yang terjadi, bila memakai logika matematika

Jika Adi naik kelas maka akan dibelikan sepeda. Pernyataan benar

Jika Adi tidak naik kelas maka akan dibelikan sepeda. Pernyataan salah

Jika Adi naik kelas maka tidak dibelikan sepeda. Pernyataan salah

Jika Adi tidak naik kelas maka tidak dibelikan sepeda. Pernyataan Benar.

» Read more

Guru Softener

sumber gambar : kompasiana.com

sumber gambar : kompasiana.com

Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke tempat teman. Dia rupanya sedang mempersiapkan presentasi untuk diskusi dengan rekan-rekannya. Saya cukup tertarik pada sub bagian makalah, yaitu guru itu kalau membersihkan harus pakai softener.

Karena kata “softener “ cukup memikat, sayapun lantas menyusuri huruf demi huruf. Kali ini saya bagikan kepada pembaca.

Smile

Senyum harus selalu dikulum oleh seorang guru setiap saat dan dimanapun berada. Masuk kelas membawa wajah yang cemberut tak membawa berkah. Siswapun tidak akan merespon materi yang diberikan, meskipun pelajarannya amat penting lagian bagus.

» Read more

Uang Sekolah

sumber gambar : mommiesdaily.com

sumber gambar : mommiesdaily.com

Organisasi atau Lembaga tanpa keuangan sama saja dengan sekelompok orang yang berkumpul tanpa arah. Padahal organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki itikad dan tujuan yang sama. Demikian pula sebaliknya, hartanya melimpah tapi tanpa memiliki tujuan, jadilah harta yang menganggur. Ekonom bilang sia-sia.

Sekolah memiliki tujuan. Arah yang akan dicapai telah disepakati bersama. Oleh karenanya menggerakkan sekolah mesti dengan uang, meskipun tidak harus banyak. Dengan uang yang dimiliki, maka tujuan yang hendak dicapai akan terasa ringan karena segala kegiatannya dapat tercukupi.

» Read more

Buku Murah tapi Tidak Murahan

sumber gambar : rifdoisme

sumber gambar : rifdoisme

Beruntunglah saya mendapatkan buku “Kuntowijoyo : Karya dan Dunianya” yang ditulis oleh Wan Anwar. Buku ini saya peroleh dalam sebuah rak obral disebuah toko buku. Dengan harga sepuluh ribu, tapi yang saya dapatkan sebuah tabir yang terbuka, yang selama ini hanya mengendap di angan-anganku. Penulis yang juga seorang sastrawan membongkar isi buku dengan cara melakukan studi referensi. Jadilah saya baru tahu, isi buku-buku Kuntowijoyo (terutama novelnya) yang selama ini hanya sebatas membaca saja.

» Read more

Menjadi Guru di Era Digital

Hingga hari kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), persoalan bolehkah seorang siswa membawa gadget ke sekolah masih bertabur pro dan kontra. Tidak usainya problem peralatan digital karena disatu sisi, gadget hanya dipandang sebagai benda belaka. HP dan sejenisnya hanya sebagai alat bantu. Di pihak lain, ada sebagian yang masih apriori terhadap alat canggih ciptaan manusia itu. Dalam benaknya, kelompok ini masih mengklaim bahwa ilmu yang diperoleh masih layak dipakai, untuk tidak mengatakan yang terbaik.

» Read more

Pudarnya Karakter Bangsa

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

sumber gambar : bitalyfiz.blogspot.com

Disinyalir perjalanan bangsa Indonesia sedang menuju jurang kenistaan. Pondasi dasar dasar berbangsa dan bernegara tidak lagi menjadi pedoman utama. Pancasila dan Undang Undang Dasar tahun 1945, hanya dibaca secara formal pada waktu seremonial. Upacara bendera, rapat kerja, dan pertemuan formal.

Bencana alam, menjadi berita sehari-hari. Anehnya, menurut beberapa ahli, bencana alam disebabkan karena ulah manusia sendiri. Tawuran antar sekolah, antar kampung, antar suku. Lebih mengenaskan lagi, pertentangan antar lembaga Negara. Saling lempar tugas, antara atasan dan bawahan.

Ada 8 tanda-tanda sebuah masyarakat yang akan mengalami kebangkrutan.

» Read more

1 2 3 4 5 11