Perang Salib (2)

Perang Salib 4

Pada perang salib yang keempat ini, warna agamanya sudah pudar. Bau imperialis sudah menampakkan batang hidungnya. Rakyat dikerahkan untuk membunuh atau dibunuh. Perhitungan penguasa menjadi sangat jelas. Darah jajahan.
Perang salib keempat terjadi karena ada propaganda dari Paus Innocent III dan Raja Boudwijn Graff Vandra. Mereka berdua membuat rencana, andai perang benar dilaksanakan dan memperoleh kemenangan, maka harta rampasan akan dibagi menjadi dua bagian.

Perang Salib keempat adalah bencana yang tidak terhindarkan. Perang Salib keempat adalah episode yang hanya menyebabkan kerusakan internal dalam Kekristenan. Pada 1198 Paus Innocent III mengajukan Perang Salib keempat. Seperti biasa, Prancis menjawab seruan tersebut. Target baru saat itu adalah Mesir, wilayah yang dulunya Kristen namun sekarang menjadi kekuatan Muslim.

» Read more

Perang Salib (1)

sumber gambar : dzargon.com

Pepatah bahwa ikan membusuk tak mungkin dari ekor, sudah terbukti sejak lama. Pada abad ketujuh, perkembangan Islam sudah bisa menunjukkan taringnya. Pengaruh Islam demikian kuat menghujam terutama di Irak, Mesir Syiria dan Persia. Islam besar bukan karena pengikutnya, tetapi pengaruh budaya yang dibawa Islam untuk menjawab permasalahan yang terjadi di daerah itu.

Puncaknya terjadi pada abad kedelapan. Ekspansi ke daerah timur tercatat sampai Turkistan barat dan Asia Utara. Jelajah ke barat sampai Andalusia dan al-Maghribi. Kedua kubu (kearah barat dan timur) memiliki ghirah yang sama. Puncak ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar dikembangkan dan mencapai puncaknya. Di saat yang sama, Eropa masih mengalami kegelapan.

» Read more

Strategi Belajar dengan Metakognisi

Pendidikan tak hanya membahas masalah kecerdasan semata. Pendidikan adalah segenap perilaku manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kecerdasan hanya sebuah pilar dalam membangun pendidikan. Ki Hajar Dewantara, sebagai orang peletak dasar pendidikan, telah menancapkan tiang dasar, yaitu cipta rasa dan karsa. Faktor rasa atau emosi dan perkembangan fisik juga harus mendapatkan tempat dalam wadah pendidikan.

Konsep kognitif, afektif, dan psikomotorik dicetuskan oleh Benyamin Bloom pada tahun 1956. Karena itulah konsep tersebut juga dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom. Pengertian kognitif afektif psikomotorik dalam Taksonomi Bloom ini membagi adanya 3 domain, ranah atau kawasan potensi manusia belajar.

» Read more

Bahasa Arab

sumber gambar : dakwatuna.com

Ada seseorang ahli bahasa yang mengatakan bahwa Bahasa Arab tidak mungkin punah. Ia beralasan ahwa bahasa arab adalah salah satu unsur mendalami atau mempelajari Al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri dijamin oleh Allah merupakan kitab yang terakhir sampai akhir zaman. Kesimpulan ini diungkapkan oleh orang yang bukan beragama Islam. Sudah banyak bahasa yang dikenal oleh manusia punah ditelan perputaran waktu. Jangankan bahasa, kebudayaannya saja juga hilang.

» Read more

Cerdas

sumber gambar : garut.co

sumber gambar : garut.co

Tulisan ini lahir setelah tulisan saya sebelumnya tentang kecerdasan. Mengapa saya harus menulis tentang kecerdasan, karena tulisan kemarin ditanggapi oleh pak thamrin dan juga nada pesimis komentarnya pak Adyanto Aditomo.  Pak Thamrin bertanya tentang kecerdasan (IQ) yang menurut pengakuan beliau adalah awam. Sekalipun latar belakang saya bukan psikolog, tapi ladang garapannya menyangkut siswa, dan saya turut andil sedikit dalam dunia pendidikan, maka saya akan mencoba menyingkap arti kecerdasan.

Modal saya adalah searching lewat google, sebuah buku “Sekolahnya Manusia”, dan buku “Menciptakan Generasi yang Cerdas”. Sebagai rujukan utama adalah buku sekolahnya manusia, karena dalam buku itu adalah keberhasilan sebuah SMP YIMI Full Day School Gresik dalam menerapkan teori Multiple Intellegences System (MIS).

» Read more

Kepribadian Hampir Tak Pernah Berubah

Dalam sebulan ini saya berkesempatan bersua dengan mantan siswa saya dari angkatan alumni yang berbeda-beda. Sungguh senang saya bisa bertemu dengan mereka setelah puluhan tahun berpisah.

Ada banyak ragam yang saya jumpai, baik wajah, badan yang semakin kekar dan semampai, profesi yang digeluti tiap hari, sampai pada status keluarga maupun pendidikan terakhir. Walaupun dahulu mereka datang ke sekolah dengan kondisi yang nyaris sama, namun sekarang sudah menjadi kepribadian masing-masing.

Dulu, saat saya masih bertatap muka langsung dengan mereka, saya sedikit mengetahui dengan persis watak dan tingkah laku mereka. Umur yang hampir seragam, tingkah polah yang hampir mirip, beraninya hanya saat bergerombol, senengnya tidak karuan bila mendengar pengumuman libur atau pulang pagi, namun kepribadian masing-masing siswa sebenarnya berlainan. Sampai saat inipun kepribadian mereka masih melekat, sekalipun ada satu atau dua orang yang berubah cukup drastis.

» Read more

Pengembangan Pendidikan Karakter

dokumen pribadi

dokumen pribadi

Pendidikan karakter yang tertuang dalam permendiknas nomor 23 tahun 2015 telah tersosialisasi pada sebagian besar masyarakat. Waktu 2 tahun dianggap cukup untuk mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah saatnya untuk kerja nyata untuk menurunkan nilai-nilai yang terkandung dalam permendiknas tersebut.
Seorang guru mata pelajaran sibuk menyiapkan nilai para siswanya. Selain nilai akademis, ia memberi penilaian terkait pencapaian non-akademis para siswa.  Sejalan dengan penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter, para guru di seluruh sekolah di Indonesia pun akan melakukan hal serupa.

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Salah satu wujud nyata pendidikan karakter di sekolah adalah dengan mengembangkan minat dan bakat siswa.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana mewajibkan semua sekolah menerbitkan rapor dengan nilai ganda yang bisa diterapkan mulai 2018.
Para guru nantinya akan memberi laporan nilai akademis dan pengembangan kepribadian siswa. Selama ini, seorang siswa dianggap berprestasi di sekolah bila nilai akademisnya gemilang. Pemerintah berharap sekolah, utamanya para guru, mulai menghilangkan penyeragaman itu.
Bakat dan minat sebenarnya telah muncul dalam dunia pendidikan sejak tahun 90 an. Ranah ini disediakan pada saat siswa mengikuti ekstra kurikuler. Sehingga saat itu ada beberapa sekolah yang pulangnya hingha larut sore menjelang.
Howard Gardner, seorang profesor psikologi dari Harvard University mengemukakan teori kecerdasan jamak (multiple intelligence).
Gardner mengidentifikasi sejumlah kecerdasan yakni musical/rhythmic intelligence bodily/kinesthetic intelligence, logical/mathematical intelligence, visual/spatial intelligence, verbal/linguistic intelligence, interpersonal intelligence, dan intrapersonal intelligence. Dalam perkembangannya ada satu jenis kecerdasan tambahan yakni naturalistic intelligence.
Pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses pengembangan potensi individu. Melalui pendidikan, potensi yang dimiliki oleh individu akan diubah menjadi kompetensi.
Sementara, kompetensi mencerminkan kemampuan dan kecakapan individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan.
Tugas pendidik atau guru dalam hal ini adalah memfasilitasi anak didik sebagai individu untuk dapat mengembangkan potensi yang dimikili tiap siswa menjadi kompetensi, sesuai dengan cita-citanya.
Oleh karena itu, proses pendidikan dan pembelajaran yang berlangsung di sekolah harus berorientasi kepada invidu peserta didik.
Penerapan pendidikan karakter juga tak mesti dilakukan semua oleh sekolah jika memiliki keterbatasan sumber daya. Sekolah bisa saja bekerja sama dengan lembaga lokal yang letaknya tak jauh dari gedung pendidikan.
Misalnya, ada sekolah yang dekat dengan tempat kursus tari, maka sekolah dapat memanfaatkan tempat kursus itu sebagai wadah mengembangkan minat dan bakat siswanya.
1 2 3 4 5 12