Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah : Legal tapi Tak Bergigi

sumber gambar : uptharuai.blogsopt.com

sumber gambar : uptharuai.blogsopt.com

Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah bukanlah organisasi formal. Keduanya tidak sama dengan Dinas Pendidikan. Jangankan orang tua, bupati atau walikota, masih banyak yang belum mampu membedakan antara Dewan Pendidikan, Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan. Dewan pendidikan seakan-akan seperti Dinas Pendidikan yang berada di bawah struktur pemerintahan. Mereka menganggap seperti lembaga dinas yang lain. Padahal posisi Dewan Pendidikan sebenarnya sejajar dengan bupati/walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah memang tidak mempunyai peran sebagai executing agency. Tidak seperti Dinas Pendidikan yang memang mempunyai fungsi pelaksanaan urusan pendidikan. Oleh karena Dewan Pendidikan tidak memiliki peran dalam urusan pelaksanaan inilah, maka Dewan Pendidikan dipandang sebagai organisasi tak bergigi.

» Read more

Moratorium Ujian Nasional

unas

sumber gambar : lensaindonesia.com

Pro kontra dalam kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi terkait dengan penghapusan ujian nasional (unas) untuk jenjang SMP dan SMA/SMK terus bergulir. Ibarat sebuah jalan, kedua kubu menuju lorong yang tiada akhir. Masing-masing memiliki argumen cukup kuat antara tetap dilaksanakannya unas atau ditiadakan.

Muhajir Effendi sendiri, setelah menemui Presiden Jokowi sangat percaya diri bahwa ujian nasional tinggal menunggu regulasi Keputusan Presiden. Mendikbud beralasan bahwa moratorium penghapusan unas ini sejalan dengan konsep Nawacitanya Presiden Jokowi. Pemerintah akan menerapkan desentralisasi pendidikan. Mahkamah Agung, 7 tahun yang lalu juga sudah menetapkan bahwa ujian nasional layak untuk ditiadakan.

Alasan lain yang menguatkan unas ditiadakan adalah menghindari orang tua stress tahunan. Tidak sedikit orang tua yang justru tidak bisa mengendalikan emosi setiap akan menghadapi ujian nasional. Sedangkan anaknya justru mengabaikan. Ini membuktikan bahwa sebenarnya yang bernafsu untuk mendongkrak prestasi anak adalah orang tua.

» Read more

Menikmati Hari Guru di Malaysia

sumber gambar : blogfina.com

sumber gambar : blogfina.com

Waktu pertama kali masuk ke negeri Jiran, kebetulan saat itu bertepatan dengan Hari Guru. Sama seperti di Indonesia, Hari Guru juga di peringati di Malaysia. Rupanya memang guru harus diapresiasikan sesuai dengan kemampuan dan proporsional. Beruntung saya bisa menyaksikan Hari Guru di Malaysia. Kalau menurut catatan, hari guru jatuh tanggal 19 Mei.

Saya menyaksikan momen tersebut saat berada di Universitas Utara Malaysia. Suasananya demikian akademik, karena pelaksanaannya diisi dengan berbagai macam temu ilmiah. Tanggal 20 Mei bagi bangsa Indonesia merupakan hari Kebangkitan Nasional. Disaat bangsa kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, saya dan rombongan malah melancong ke negeri tetangga. Toh, bukan asal jalan-jalan belaka. Ada misi yang hendak kami emban dengan mengunjungi Malaysia. Tak lain adalah “ngangsu kawruh – jawa”, menimba ilmu. Persoalannya sudah tidak lazim lagi membangkitkan pepatah : dulu Malaysia belajar pada kita. Sekarang kita malah belajar dari Malaysia.

» Read more

Tiga Tahapan Konstruksi Vygotsky

zpd

Lahir di tanah Rusia pada tanggal 17 November 1896. Vygotsky sebenarnya bukanlah yang memiliki ahli dalam pendidikan, karena awalnya dia seorang sastrawan. Penyuka pusi. novel, menulis cerpen dll. Saat usia memasuki 28 tahun, ia mulai serius dalam bidang psikologi. Basic keilmuan yang dikantongi adalah sastra, namun kakinya melangkah ke bidang psikologi. Tahun 1925 beliau menuangkan desertasinya dengan judul “psycology of art”.

Dari desertasi inilah awal mula perkembangan belajar yang menganut konstruksivisme, yang mengungkapkan bahwa perkembangan kognitif seseorang bukan hanya dipengaruhi oleh individu diri sendiri, namun juga dipengaruhi oleh lingkungan. Ada dua perkembangan konstruksi yang ia kemukakan :

» Read more

Mewaspadai Perilaku Anak

sumber gambar : koran-jakarta.com

sumber gambar : koran-jakarta.com

Pembaca yang telah memiliki anak, pasti pernah merasa was-was saat anak berperilaku yang bukan dari kebiasaannya. Situasi seperti ini banyak melibatkan semua anak. Baik yang masih kecil maupun yang akan atau sedang aqil baligh. Tiba-tiba anak jadi pendiam, murung dan galau. Mereka acuh tak acuh dengan keadaan di rumah.

Sebagai orang tua, yang peduli dengan keadaan anak tentu tak akan berlama-lama membiarkan kondisi anak yang demikian itu. Orang tua akan mencari sebab musabab anak menjadi pendiam. Ada berbagai cara yang dilakukan orang tua. Biasanya, ia akan bertanya kepada teman bermaian. Atau tetangganya yang anak sering bermain. Berbagai usaha dilakukan orang tua hanya karena ingin mengetahui perilaku anak diluar kebiasaan.

» Read more

Melalui Perbaikan RPP Berharap Pembelajaran Lebih Baik

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Bertempat di SMP Negeri 15 Yogyakarta, MGMP SMP untuk mata pelajaran : Matematika, IPA dan Bahasa Inggris telah melakukan kegiatan berupa pelatihan Pembinaan dan Pengembangan Mutu SMP. Kegiatan ini merupakan follow up dari kegiatan sejenis yang diselenggarakan oleh Dikpora DIY. Dari hasil evaluasi oleh peserta, dirasa perlu dan penting untuk diteruskan pada tingkat kabupaten dan kota, karena masing-masing daerah memiliki karakteristik dan spesifikasi yang berbeda-beda.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika dan juga IPA serta Bahasa Inggris menyelesaikan pekerjaan pembuatan RPP untuk masing-masing pelajaran yang berlangsung 3 hari dari tanggal 8 – 10 September 2016. RPP diharapkan se,mua sekolah yang bernaung di Kota Yogyakarta akan seragam tanpa mengurangi keragaman sekolah masing-masing, Namun pembuatan RPP ini sebagai langkah awal dalam memulai kurikulum 13 (kurtilas). Kurikulum yang syarat dengan perubahan yang berbasis pada kreatifitas siswa.

» Read more

Bilangan Basis dan Petung Jawa

Dalam masyarakat jawa aspek aktifitas kehidupan sehari-hari dapat dilihat sebagai pelengkap dari aktifitas keagamaan. Beberapa aktifitas yang dimaksud adalah perayaan 5 hari dan 35 hari kelahiran bayi, peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari meninggalnya seseorang. Dalam penentuan waktu hari-hari perayaan itu, digunakan perhitungan yang secara turun temurun dari generasi ke generasi. Perhitungan itu menggunakan rumus sederhana yang biasanya dibicarakan dan tidak pernah ditulis. Rumus itu adalah “nomosarmo”, “norosarmo”, “nonemsarmo, dan lain-lain.

Dalam perhitungan ini, digunakan tiga jenis system bilangan diantaranya adalah system bilangan basis 10, system bilangan basis , dan system bilangan basis 5. Sistembilangan basis 10 digunakan ketika akan menentukan 35 hari, 10 hari, 100 hari dan 1000 hari. System bilangan basis 7 digunakan ketika akan menentukan hari senin, selasa, rabu, kamis, jum’at dan sabtu.

» Read more

1 2 3 4 5 8