10 Kesalahan Orang Tua terhadap Anak

Membimbing anak, gampang-gampang susah. Atau kalau dibalik susah-susah gampang. Jaman sekarang sudah tentu berbeda dengan saat kita masih kanak-kanak. Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap psikologi anak. Berikut ini hasil rangkuman tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Sadam, S. Ag, yang mengambil dari blognya isdaryanto.

1. Kurang Pengawasan. Robert Billingham menulis “Anak terlalu banyak bergaul dengan lingkungan semu diluar keluarga, dan itu tragedy yang seharusnya diperhatikan oleh orang tua”. Menitipkan anak, atau anak sekolah, kunjungilah secara rutin atau antar dan jemputlah anak bila kegiatan sekolah telah selesai.

» Read more

Menggagas Enterprenur di Sekolah

sumber gambar : youtube.com

sumber gambar : youtube.com

Mencermati penuturan Prof. Dr. Ing. Imam Robandi dalam forum (kaget) kepala sekolah di Kota Yogyakarta, menarik untuk disimak. Saya sebutkan kaget karena memang tidak direncanakan secara matang. Satu dan lain hal kesibukan beliau, maka saat lawatan ke Yogyakarta tak disia-siakan  oleh kepala sekolah Muhammadiyah se Yogyakarta.

Salah satu yang saya cermati adalah, sekolah mesti memiliki naluri berdagang. Kata dagang lebih tepat dikatakan jualan, sangat tidak lazim bila yang melakukan lembaga pendidikan. Pendidikan, bagi sebagian orang masih merujuk pada institusi sebagai wahana transfer nilai dan ilmu. Sangat jauh bila bersentuhan dengan penjualan. Namun kata pak Robandi, kalau sekolah ingin eksis dilingkungan masyarakat salah satu yang harus dilakukan dengan berjulan.

» Read more

Hidup Hemat

sumber gambar : mommiesdaily.com

sumber gambar : mommiesdaily.com

Tidak mudah mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu ingin semua dimiliki menjadi ranah yang dominan. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah mendekati hedonisme justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki manusia lebih kikir dari seekor binatang yang paling kikir. Entah apa nama binatang itu.

Karenanya manusia diberi otak dan hati agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Otak untuk menalar, untuk apa harus memiliki barang. Bergunakah untuk pribadi? Adakah sisi kepemilikan barang itu jika dinikmati orang lain? Dan yang penting kemampuan membelinya.

» Read more

Menabung atau Hutang

Dunia perbankan mengalami perkembangan yang cukup tajam. Walaupun dekade yang lalu Indonesia diterjang krisis ekonomi. Perlahan tapi pasti, perjalanan bank di tanah air semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Modal utama pengelolaan keuangan lewat lembaga resmi seperti bank memang dari kepercayaan masyarakat.

Bank syariah, yang kemunculannya kurang mendapat respon, ternyata bisa membuktikan bahwa biduk keuangannya tidak terimbas badai krisis ekonomi. Hal ini menambah kepercayaan masyarakat terhadap bank di tanah air. Meski lembaga keuangan yang ilegalpun bermunculan, kehadiran bank syariah memberi tawaran tersendiri di antara problem keuangan yang dihadapi masyarakat.

» Read more

Nilai Kepribadian

sumber gambar : koran-jakarta.com

sumber gambar : koran-jakarta.com

Dalam setiap aktifitas, apalagi dalam bekerja, kita pasti dinilai oleh orang lain. Sebagai karyawan akan dinilai oleh atasan. Dosen akan dinilai rektor atau tim penilai. Guru dinilai oleh kepala sekolah. Pedagang akan dinilai oleh pelanggan. Penilaian ini tak lepas dari pengalaman dan kesukaan hati. Tingkah laku atau kepribadian seseorang ada kalanya sama, mirip atau bahkan kontra dengan kepribadian kita. Menilai atau memandang tak pernah lepas dari kehidupan sebagai cermin kapan kita bergerak pada saat tertentu dan kapan kita diam pada saat tertentu pula.

» Read more

Kecakapan Hidup

sumber gambar : in.explara.com

sumber gambar : in.explara.com

Kehadiran manusia dalam komunitas bermasyarakat tidak sekedar berupa ujud badan atau fisik semata. Hidup dalam bermasyarakat artinya selalu berperan aktif dalam setiap menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat itu sendiri. Karena gerak masyarakat dinamis, tak jarang persoalan yang timbul tidak sedikit. Setiap saat hamper ditemua permasalahan yang bersinggungan dengan orang lain dan bahkan justru masuk dalam lingkaran yang pelik.

Oleh karena itu, menyelesaikan pergolakan dalam masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya bermodalkan waktu yang cepat, apalagi hanya dibekali ketrampilan yang sederhana. Diperlukan orang yang trampil dan berpengalaman. Pendidikan sejak dini sangat diperlukan untuk difungsikan sebagai individu yang siap dalam menata pergaulan dengan lingkungan.

» Read more

Menjadi Simpatik dengan Komunikasi

Menjadi simpatik tidak datang seketika. Simpatik dibangun sejak dini dengan landasan dasar “tidak meremehkan orang lain”. Kunci ini manjur dalam setiap pergaulan. Dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun. Wajah simpatik yang alami datang dari hati, karena menghormati orang lain.
Dengan gestur tubuh yang sipatik, sebenarnya orang lain sudah menaruh hormat kepada kita. Apalagi bila dibarengi dengan tutur kata yang menenteramkan. Bertambahlah rasa empatinya. Berkomunikasi juga perlu latihan secara terus-menerus. Tak mengenal finish. Karena komunikasi menjalin kebersamaan dalam kesetaraan.

» Read more

1 2 3 4 9