Argopeni, Cintaku Bersemi Lagi


Cukup beruntung bagiku mampu masuk di SMP Negeri 1 Wonosobo. Sebuah sekolah yang masuk katagori sekolah pilihan dan menjadi idaman bagi siswayang baru menamatkan di Sekolah Dasar. Untuk dapat masuk kesana diperlukan test, saat itu. Mungkin sekarang juga masih berlaku. Pihak sekolah tidak cukup yakin dengan nilai NEM yang digenggam sang calon siswa. Pertimbangannya sederhana. Kejujuran.

Sekolah tak cukup yakin tentang pelaksanaan Ujian Nasional yang dilksanakan dipelosok pedesaan. Meskipun yang mengawasi orang terpilih. Dan memang cukup adil, menurutku.

» Read more

Jejakku di Wonosobo (1)

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Saya memanfaatkan liburan Isra’ Mi’raj tahun 1438 H ini pulang kampong halaman. Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Bertemu dengan orang tua, kerabat dan kawan lama. Dan pastinya kuliner yang hingga sekarang belum punah bahkan semakin dicari : sego megana, tempe kemul, dan soto khas wonosobo. Kali ini saya tidak mencicipi mie ongklok. Jajanan resmi Wonosobo yang sudah kondang kaloko.

Satu ketika saya sengaja menyusuri jalan dari arah Mall Rita ke selatan. Rita sekarang, dulunya adalah Bioskop Dieng Theater dan Terminal Bis antar kota. Saya pasti ingat, dulu bisnya pakai hidung merk Toyota, masih ada pintu belakang, dengan nama Toyo Gesang, artinya air yang mati. Saya sering naik Jurusan Wonosobo-Jogja langsung, untuk menengok Bu Lik yang dulu sekolah di Yogyakarta.

» Read more

Usia Pernikahan

20170330_084122

Dulu, pada saat pencoblosan, maksudunya pemilu tahun 80an, saya dan teman-teman lebih suka memilih bermain di sawah atau sungai. Saat itu sekolah diliburkan. Rasa senang pasti menyelimuti kami. Sawah dan sungi adalah tempat penyatuan kami. Suasana lebur jadi satu. Cuma senang dan senang. Tidak ada anak pegawai negeri dengan anak seorang pedagang. Tidak ada yang merasa kaya dan miskin. Semua bersama dan menyatu.
Saya dan teman-teman tentu belum boleh ikut berpartisipasi dengan ikut mencoblos. Karena belum genap berusia 17 tahun. Ada aturan, yang membolehkan seseorang berhak untuk memenuhi hak pilih setelah mencapai usia 17 tahun atau belum mencapai umur itu tetapi  sudah menikah. Ada temanku yg belum genap 17 tahun namun sudah menikah. Dia memperoleh hak istimewa tentunya, bagi kalangan teman-temannya.

» Read more

Tim Hore Navis

20170305_071502

Tak disangkal, sekarang Navis telah jadi artis. Enam bulan lalu ia hanyalah anak kecil yang punya suara bagus. Kebetulan juga masuk ke SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Karena pandai bernyanyi seketika langsung dikenali oleh semua siswa.
Dede, demikian panggilannya. Ia bergaul dengan teman sekelas biasa saja. Bermain seperti layaknya masih SD. Saling ejek ciri khas mereka. Saling umpat adalah istiadatnya. Namun begitu bel masuk, semua hilang rasa permusuhan. Kembali ke kelas mendengarkan petuah guru, mengasah kenampuan otak dan saling berkompetisi. Itulah ritme sehari-hari di sekolah kami.

» Read more

Navis

navis 2

dokumen pribadi

Navis. Demikian beliau dipanggil. Pemilik nama asli Ali Akbar Navis adalah sastrawan dan budayawan yang lahir di Kampuang Jao Padang Panjang Sumatra Barat. Sebuah propinsi yang melahirkan sastrawan sebelum masa kemerdekaan. Atau sering disebut sastra Indonesia modern. Gaya bicaranya ceplas-ceplos apa adanya, lebih tepat kita sebut orang yang berpandangan hitam putih, lahir pada 17 November 1924 dan meninggal 22 Maret 2003. Hasil karya yang monumental ialah Robohnya Surau Kami. Novel yang bercerita tentang perubahan masyarakat yang berakibat retaknya sendi-sendi adat ninik mamak.
Hampir satu abad melintasi segala zaman, menurunkan beberapa generasi, dan berjarak ribuan kilometer, seorang anak lahir dengan nama sama yaitu Navis. Lengkapnya Muhammad Aditya Navis. Panggilan sehari-harinya Dede. Seorang lelaki berperawakan kecil mungil tapi memiliki tenaga dan potensi yang amat besar. Keduanya memiliki nama yang sama yakni Navis. Keduanya juga memiliki kemampuan yang hampir sama. Bila Ali Akbar seorang sastrawan, maka Muhammad Aditya Navis adalah seorang seniman. Penyanyi. Penulis yakin masih banyak anak manusia yang bernama Navis, tapi belum semoncer mereka berdua.
Dede lahir dari pasangan Bapak Hamdi, SKM dan Ibu drg. Chanis Sukma di Bantul. Sebuah kabupaten yang terletak di selatan kota Yogyakarta. Beliau berdua  punya profesi yang sama, bergerak dalam bidang kesehatan. Apakah Dede akan menapaki jalan yang sama dengan kedua orang tuanya? Kita tunggu saja.

» Read more

1 2 3 7