Meniti Lorong Waktu

Satu saat saya iseng membersihkan buku dari debu yang tertata di almari. Jumlah buku tak seberapa. Tapi saya senang menyebut perpustakaan pribadi yang kecil. Mengapa kecil? Karena koleksi bukunya cuma sedikit. Namanya tetap perpustakaan. Satu cita-cita terpenuhi. Memiliki perpustakaan.

Saya tertarik beberapa buku yang sudah lusuh. Bagian ditepinya telah disantap rayap. Bahkan ada sebagian yang sudah masuk ke isi buku. Beruntung tulisan masih utuh, meski warna sudah mulai menguning. Dan membentuk texture kemerahan. Sampul plastic telah memudar dan robek.

Buku yang sengaja saya ambil adalah Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Popular karya Jujun Suriasumantri. Bersampul warna biru cetakan tahun 1990, bergambar patung ganesa. Buku ini, dulu cukup popular di kalangan mahasiswa yang gemar ilmu murni. Mereka senang nongkrong dan berdiskusi perihal perkembangan ilmu pengetahuan.

» Read more

Revolusi Berpikir

Betapa seringnya kita jadi sial, hanya karena terlalu sederhana dalam berpikir. Tidak mampu lagi memilah mana masalah yang perlu serius diselesaikan dengan segera, dengan hal-hal sepele namun dipandang seperti rumit. Mememntingkat prioritas berpikir sangat penting dalam rangka menata kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Bila kita menatap dapa Negara kita, nampak kelihatan wajah dan geliat aksinya, karena dahulu ada pemikir besar. Sebelum Indonesia diwisuda menjadi negara yang merdeka, sudah bercokol kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dengan karakter dan ragam yang tidak sama.

» Read more

Hidup Hemat

sumber gambar : dictio.id

Tidak mudah mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu ingin semua dimiliki menjadi ranah yang dominan. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah mendekati hedonisme justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki manusia lebih kikir dari seekor binatang yang paling kikir. Entah apa nama binatang itu.

Karenanya manusia diberi otak dan hati agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Otak untuk menalar, untuk apa harus memiliki barang. Bergunakah untuk pribadi? Adakah sisi kepemilikan barang itu jika dinikmati orang lain? Dan yang penting kemampuan membelinya.

» Read more

Menyemai Budaya Adi Luhung

sumber gambar : koleksi pribadi

Tak seorangpun dapat mendefinisikan dengan tepat tentang “Budaya”. Namun begitu, seorang budayawan mampu mengurai sendi-sendi kebuyaan dengan pendekatan ilmu tertentu. Mulai dari sejarawan, sosiolog, antropolog, bahkan seorang agamawan mampu menguraikan tentang budaya. Sebab budaya itu adalah kehidupan itu sendiri. Maju mundurnya kebudayaan tergantung dari kesepakatan manusia dalam koloni.

Menurut kamus hidup (Wikipedia.org) budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Disisi yang lain budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Sedangkan kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala suatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

» Read more

Berliterasi di Bandara

Siang ini saya membaca berita di detik.com yang bertema “Menuju Realisasi Konsep Airport City di Indonesia”. Kegiatan yang digagas oleh Angkasa Pura, hendak membidik bahwa air port tak sekedar hanya sebagai wahana transportasi. Namun lebih bisa dikembangkan lagi dalam aspek pariwisata dan ekonomi. Kegiatan ini baru di lakukan di Indonesia, sementara Negara-negara lain telah aktif melaksanakan bahkan terus melakukan pengembangan.

Indonesia memiliki 236 bandara komersial. 25 diantaranya dikelola oleh Angkasa Pura. Indonesia yang terdiri dari kepulauan, sangat potensial bila pengembangan transportasi diarahkan ke transportasi udara. Memang tidak perlu pesawat berbadan besar, kalau hanya untuk tujuan domestic. Yang perlu dibenahi justru kenyamanan. Baik ketepatan waktu maupun saat penumpang menunggu di bandara.

» Read more

Rindu Changi

sumber gambar : hda-paris.com

Semalam hujan cukup lebat. Sedari siang yang panas hingga sore membuat gerah disekujur tubuh. Keringat melumuri setiap jengkal pori. Hingga lengket yang tersisa. Namun malam berbaik hati. Sepenggal waktu teruntai dalam kegelapan. Hujan deras segera mengguyur jogja. Seketika kesejukan mencerca dalam desah nafas. Mengantar tidur yang nyanyak. Menyusun energi untuk jelang esok hari.

» Read more

Kumpul Keluarga

sumber gambar : koran-jakarta.com

Tercatat ada 2 momen yang sangat ditunggu oleh setiap orang tua dan juga kakek-nenek. Liburan semester awal dan Ramadhan jelang Idul Fitri. Itulah waktu yang sangat mewah dan istimewa. Saat keluarga kumpul bersama setelah dihajar oleh rutinitas yang semakin hedonism.

Kalau dulu, meskipun orang bekerja, tapi masih sempat silaturrahmi. Kalaupun sibuk belajar, seorang anak masih sempat berkunjung ke tempat saudara, meskipun sekilas. Bahkan, sesama saudara atau tetangga saling berkirim makanan.

» Read more

1 2 3 11