Category: rupa-rupa

Catatan Kecil Pesta Keluarga Ertiga

Berikut ini saya posting tulisan tahun 2015. Minggu 18 Oktober 2015 bukanlah puncak pesta keluarga Ertiga. Moment ini hanya bagian kecil dari rangkaian anak tangga pesta keluarga Ertiga. Sebuah komunitas pecinta kendaraan Ertiga. Bagi kami, yang bermukim di Yogyakarta, adalah kepuasan tersendiri untuk turut serta dalam pesta yang dihelat di kawasan Kyai Langgeng Magelang. Berkumpul …

Teruskan membaca

Bastille

Berdiri congkak, kokoh, dingin, menyeramkan. 8 menara menjulang setinggi 30 meter menggapai awan. Dinding kokoh dan kusam menggambarkan, bahwa karakter manusia yang membangun juga kusam dan kokoh, tidak terjamah. Dikelilingi parit selebar 24 meter menambah keangkeran. Berdiri congkak, kokoh, dingin, menyeramkan. 8 menara menjulang setinggi 30 meter menggapai awan. Dinding kokoh dan kusam menggambarkan, bahwa …

Teruskan membaca

Stoisisme Penawar Dahaga

Gatal juga untuk menulis tentang filsafat. Sebuah aliran pengetahuan yang sebenarnya saya jugasuka. Dulu, memang getol membeli buku filsafat. Tapi dari sekian banyak buku, tak ada kalimat yang menempel di otak. Belum lama saya membeli buku “Filosofi Teras”, buah karya Hendry Manamparing. Mata saya tertuju pada buku ini, diantara hamparan buku lainnya. Dari sekian sekte …

Teruskan membaca

Meniti Lorong Waktu

Satu saat saya iseng membersihkan buku dari debu yang tertata di almari. Jumlah buku tak seberapa. Tapi saya senang menyebut perpustakaan pribadi yang kecil. Mengapa kecil? Karena koleksi bukunya cuma sedikit. Namanya tetap perpustakaan. Satu cita-cita terpenuhi. Memiliki perpustakaan. Saya tertarik beberapa buku yang sudah lusuh. Bagian ditepinya telah disantap rayap. Bahkan ada sebagian yang …

Teruskan membaca

Revolusi Berpikir

Betapa seringnya kita jadi sial, hanya karena terlalu sederhana dalam berpikir. Tidak mampu lagi memilah mana masalah yang perlu serius diselesaikan dengan segera, dengan hal-hal sepele namun dipandang seperti rumit. Mememntingkat prioritas berpikir sangat penting dalam rangka menata kehidupan pribadi dan bermasyarakat. Bila kita menatap dapa Negara kita, nampak kelihatan wajah dan geliat aksinya, karena …

Teruskan membaca

Hidup Hemat

Tidak mudah mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu ingin semua dimiliki menjadi ranah yang dominan. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah mendekati hedonisme justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki manusia lebih kikir dari seekor binatang yang paling kikir. Entah apa …

Teruskan membaca

Menyemai Budaya Adi Luhung

Tak seorangpun dapat mendefinisikan dengan tepat tentang “Budaya”. Namun begitu, seorang budayawan mampu mengurai sendi-sendi kebuyaan dengan pendekatan ilmu tertentu. Mulai dari sejarawan, sosiolog, antropolog, bahkan seorang agamawan mampu menguraikan tentang budaya. Sebab budaya itu adalah kehidupan itu sendiri. Maju mundurnya kebudayaan tergantung dari kesepakatan manusia dalam koloni. Menurut kamus hidup (Wikipedia.org) budaya adalah suatu …

Teruskan membaca