Etika Berorganisasi di ERCI

ertiga2

Berorganisasi sejatinya belajar memahami, belajar untuk menjadi dewasa. Tidak ada kepuasan yang langgeng dari sebuah paguyuban bersama. Adanya cuma kepuasan sesaat. Karena manusia tidak akan pernah merasa puas. Kepuasan hanya bisa diperoleh manakala tujuan seketika terpenuhi. Detik berikutnya, orang akan mencari yang lebih tinggi. Sayangnya manusia lupa bahwa untuk mencapai tujuan, dia perlu orang lain, diperlukan kerjasama untuk memperoleh keinginan. Itulah hakekat belajar memahami karakter orang lain, belajar lebih dewasa untuk memahami dirinya sendiri.

» Read more

Relax and Enjoy

sumber gambar : pinterst.com

sumber gambar : pinterst.com

Pastinya, kita pernah demam panggung. Saat awal-awal berbicara dihadapan orang banyak, gemetar, takut, persiapan yang kelihatan matang hilang seketika. Grogi, itulah yang dijumpai. Tidak mungkin ada orang yang langsung menguasai panggung pada waktu awal-awal berpidato atau bernyani. Beberapa orang yang berpredikat sebagai singa podiumpun, dulunya pernah mengalami demam panggung. Orang yang memperoleh derajad divapun, dulu pernah demam panggung. Menghibur orang memang tidak mudah. Karena sekian audience memiliki selera yang berbeda-beda.

Berpidato atau bernyanyi dihadapan orang banyak sama saja. Sama-sama harus mengeluarkan kemampuan dalam olah vocal. Beberapa orang memiliki nada yang bagus, tapi begitu harus bernyanyi didepan orang, suaranya yang merdu lenyap. Hilang seketika hanya karena demam panggung.

» Read more

Pandansimo

sumber gambar : nonapisces.blogspot.com

sumber gambar : nonapisces.blogspot.com

Menyusuri kali (sungai) progo sangat berbeda dengan menelusuri kali code misalnya. Meskipun kedua sungai masih dalam satu wilayah Yogyakarta. Ada nuansa yang terpendam dari kedua sungai itu. Kali code lebih bermuatan mistis karena sebagai penghubung merapi dan pantai selatan, Ada anggapan masyarakat bahwa sungai code merupakan napak tilas Nyi Roro Kidul.

» Read more

Argopeni, Cintaku Bersemi Lagi


Cukup beruntung bagiku mampu masuk di SMP Negeri 1 Wonosobo. Sebuah sekolah yang masuk katagori sekolah pilihan dan menjadi idaman bagi siswayang baru menamatkan di Sekolah Dasar. Untuk dapat masuk kesana diperlukan test, saat itu. Mungkin sekarang juga masih berlaku. Pihak sekolah tidak cukup yakin dengan nilai NEM yang digenggam sang calon siswa. Pertimbangannya sederhana. Kejujuran.

Sekolah tak cukup yakin tentang pelaksanaan Ujian Nasional yang dilksanakan dipelosok pedesaan. Meskipun yang mengawasi orang terpilih. Dan memang cukup adil, menurutku.

» Read more

Jejakku di Wonosobo (1)

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Saya memanfaatkan liburan Isra’ Mi’raj tahun 1438 H ini pulang kampong halaman. Kalibeber, Mojotengah, Wonosobo. Bertemu dengan orang tua, kerabat dan kawan lama. Dan pastinya kuliner yang hingga sekarang belum punah bahkan semakin dicari : sego megana, tempe kemul, dan soto khas wonosobo. Kali ini saya tidak mencicipi mie ongklok. Jajanan resmi Wonosobo yang sudah kondang kaloko.

Satu ketika saya sengaja menyusuri jalan dari arah Mall Rita ke selatan. Rita sekarang, dulunya adalah Bioskop Dieng Theater dan Terminal Bis antar kota. Saya pasti ingat, dulu bisnya pakai hidung merk Toyota, masih ada pintu belakang, dengan nama Toyo Gesang, artinya air yang mati. Saya sering naik Jurusan Wonosobo-Jogja langsung, untuk menengok Bu Lik yang dulu sekolah di Yogyakarta.

» Read more

Usia Pernikahan

20170330_084122

Dulu, pada saat pencoblosan, maksudunya pemilu tahun 80an, saya dan teman-teman lebih suka memilih bermain di sawah atau sungai. Saat itu sekolah diliburkan. Rasa senang pasti menyelimuti kami. Sawah dan sungi adalah tempat penyatuan kami. Suasana lebur jadi satu. Cuma senang dan senang. Tidak ada anak pegawai negeri dengan anak seorang pedagang. Tidak ada yang merasa kaya dan miskin. Semua bersama dan menyatu.
Saya dan teman-teman tentu belum boleh ikut berpartisipasi dengan ikut mencoblos. Karena belum genap berusia 17 tahun. Ada aturan, yang membolehkan seseorang berhak untuk memenuhi hak pilih setelah mencapai usia 17 tahun atau belum mencapai umur itu tetapi  sudah menikah. Ada temanku yg belum genap 17 tahun namun sudah menikah. Dia memperoleh hak istimewa tentunya, bagi kalangan teman-temannya.

» Read more

1 2 3 7