Film Everest Mengajarkan Kehidupan

sumber gambar : seatondevon

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca buku tentang pendakian gunung tertinggi mount everest di Nepal. Buku itu sejenis catatan jalan seorang penulis. Tepatnya wartawan di sebuah surat kabar. Ia bertutur pengalaman mencapai puncak tertinggi di dunia. Karena seorang wartawan, tulisannya enak dibaca. Gaya turturnya runtut. Sayangnya buku itu cuma aku pinjam di sebuah warung peminjaman buku. Saya pernah mencoba dua kali ke warung tersebut, tapi gagal memperoleh buku itu. Saya juga tak lupa, kalau ke toko buku akan mencari buku tersebut. Hasilnya nihil. Andai saja ada pasti sudah kubeli.
Rasa kecewa karena tidak mendapatkan buku tersebut, sedikit terobati saat ada film Vertical Limit diputar di sebuah stasiun televisi. Meskipun tidak sama, tapi setidaknya pelipur rindu terlunasi. Apalagi beberapa minggu keudian, film tersebut ditayangkan lagi meski stasiun berbeda.

» Read more

Bukit Selfie

ropoh

Kemarin saya benar-benar suprise, karena setelah puluhan tahun tak jumpa teman SMP, baru kesampaian terlaksana dalam ajang silaturahmi seduluran saklawase. Acara yang dikemas santai dan penuh kangen sebenarnya telah dipersiapkan oleh teman saya sendiri yang juga menjadi Camat di Kecamatan Kepil Wonosobo.
Mengapa saya menyebut surprise, karena setelah saya ikuti sejak awal hingga usai, rombonganku disuguhi berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh warga Desa Ropoh Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo. Semuanya itu telah dipersiapkan oleh teman-teman yang bermukim di Kepil. Terima kasih sobat.

» Read more

Belajar Bersama Bang Ali Sadikin

sumber gambar : sejarahri.com

sumber gambar : sejarahri.com

Maka jadilah saya disebut “Bang Ali”, sebutan yang terasa akrab dan dihormati. Saya terima sebutan itu, bahkan kemudian dinobatkan oleh sebuah yayasan masyarakat Jakarta Yayasan Husni Thamrin yang dipimpin oleh Mayjen Dr. Azis Saleh, sebagai Bang Ali dan istri saya “Empok Nani” dalam satu upacara yang serba Jakarta. Pakaian ala Jakarta, suguhan ala Jakarta, dan dekorasi ala Jakarta. Pendeknya : semua serba Jakarta. Dan memang saya mendambakan sekali agar semua orang yang tinggal di Jakarta ini merasa bahwa mereka penduduk Jakarta, bukan lagi penduduk tempat lain. Mereka harus mencintai Jakarta, merasa bagian dari Jakarta.

» Read more

Budaya India

sumber gambar : menadosatunews.com

sumber gambar : menadosatunews.com

Setelah Briptu Noorman Kamaru tenar dengan goyangan chaiyya chaiyya, membuktikan bahwa budaya India dapat diterima bangsa ini. Masih belum lupa dari ingatan, beberapa tahun silam lagu India juga sempat menjadi buah bibir dan sempat pula menjadi nyanyian wajib  dari anak kecil dewasa, kuch kuch huta hae. Bahkan lagu itu diaransemen ulang versi campur sari dengan terjemah bebas.

Perkawinan budaya antara India dan Indonesia, belum ada angka yang pasti, tahun berapa itu terjadi. Bisa jadi dimulai pedagang dari Gujarat yang berlabuh di pulau jawa. Namun, hingga saat ini kebudayaan India telah meresap bahkan mungkin asal-usul lagu dangdut muncul dari kebudayaan India.

» Read more

Virtual

sumber gambar : thenextweb.com

sumber gambar : thenextweb.com

Suatu kali, teman saya pernah cerita. Kakeknya adalah orang sakti, demikian pengakuannya. Suatu hari dia sedang duduk santai bersama kakeknya di sebuah kamar tua yang minim ventilasi, agak pengap. Sebagai pelengkap ada hidangan penganan dan minuman teh hangat secukupnya. Dalam keasyikan sang kakek bercerita, tiba-tiba muncul pisang rebus ditengah ketela rebus yang terhidang dalam piring. Aneh. Padahal tidak orang yang menyuguhkan, nenek sekalipun.

Terpaksa cerita dihentikan. Kakek membuka pisang, namun tidak dimakan. Hanya senyuman yang muncul disudut bibir. Kakekpun mengatakan kepada temanku, bahwa baru saja beliau mendapat pesan dari temannya di daerah Kediri. Tidak diberitahu apa isi pesan itu. Itulah komunikasi yang dibangun oleh kakek sahabat saya dengan karib yang jaraknya cukup berjauhan. Ilmu apakah yang digunakan untuk mengirim pesan tadi? Lewat media apa, sehingga pisang rebus bisa terkirim?

» Read more

Etika Berorganisasi di ERCI

ertiga2

Berorganisasi sejatinya belajar memahami, belajar untuk menjadi dewasa. Tidak ada kepuasan yang langgeng dari sebuah paguyuban bersama. Adanya cuma kepuasan sesaat. Karena manusia tidak akan pernah merasa puas. Kepuasan hanya bisa diperoleh manakala tujuan seketika terpenuhi. Detik berikutnya, orang akan mencari yang lebih tinggi. Sayangnya manusia lupa bahwa untuk mencapai tujuan, dia perlu orang lain, diperlukan kerjasama untuk memperoleh keinginan. Itulah hakekat belajar memahami karakter orang lain, belajar lebih dewasa untuk memahami dirinya sendiri.

» Read more

1 2 3 8