Tim Hore Navis

20170305_071502

Tak disangkal, sekarang Navis telah jadi artis. Enam bulan lalu ia hanyalah anak kecil yang punya suara bagus. Kebetulan juga masuk ke SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Karena pandai bernyanyi seketika langsung dikenali oleh semua siswa.
Dede, demikian panggilannya. Ia bergaul dengan teman sekelas biasa saja. Bermain seperti layaknya masih SD. Saling ejek ciri khas mereka. Saling umpat adalah istiadatnya. Namun begitu bel masuk, semua hilang rasa permusuhan. Kembali ke kelas mendengarkan petuah guru, mengasah kenampuan otak dan saling berkompetisi. Itulah ritme sehari-hari di sekolah kami.

» Read more

Navis

navis 2

dokumen pribadi

Navis. Demikian beliau dipanggil. Pemilik nama asli Ali Akbar Navis adalah sastrawan dan budayawan yang lahir di Kampuang Jao Padang Panjang Sumatra Barat. Sebuah propinsi yang melahirkan sastrawan sebelum masa kemerdekaan. Atau sering disebut sastra Indonesia modern. Gaya bicaranya ceplas-ceplos apa adanya, lebih tepat kita sebut orang yang berpandangan hitam putih, lahir pada 17 November 1924 dan meninggal 22 Maret 2003. Hasil karya yang monumental ialah Robohnya Surau Kami. Novel yang bercerita tentang perubahan masyarakat yang berakibat retaknya sendi-sendi adat ninik mamak.
Hampir satu abad melintasi segala zaman, menurunkan beberapa generasi, dan berjarak ribuan kilometer, seorang anak lahir dengan nama sama yaitu Navis. Lengkapnya Muhammad Aditya Navis. Panggilan sehari-harinya Dede. Seorang lelaki berperawakan kecil mungil tapi memiliki tenaga dan potensi yang amat besar. Keduanya memiliki nama yang sama yakni Navis. Keduanya juga memiliki kemampuan yang hampir sama. Bila Ali Akbar seorang sastrawan, maka Muhammad Aditya Navis adalah seorang seniman. Penyanyi. Penulis yakin masih banyak anak manusia yang bernama Navis, tapi belum semoncer mereka berdua.
Dede lahir dari pasangan Bapak Hamdi, SKM dan Ibu drg. Chanis Sukma di Bantul. Sebuah kabupaten yang terletak di selatan kota Yogyakarta. Beliau berdua  punya profesi yang sama, bergerak dalam bidang kesehatan. Apakah Dede akan menapaki jalan yang sama dengan kedua orang tuanya? Kita tunggu saja.

» Read more

Cemburu

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Bagi yang tidak memelihara burung, mungkin pembaca tak sengaja mendengar cuitan burung tetangga. Kicauan yang katanya menggoda, karena saya sendiri tidak tahu jenis nada sang burung bernyanyi, akan menambah pundi-pundi. Sebut misalnya Murai Medan atau love bird. Jenis burung seperti ini akan membantu sang tuan menuju tangga kemuliaan. Materi atau kehormatan. Materi karena hasil jualnya mahal. Kehormatan  karena menang dalam bernbagai lomba.
Tahukah pembaca, bahwa burung tersandra ini, sejatinya ingin bebas. Terbang meliuk di udara berkejaran atau sekedar bercengkerama hinggap di dahan sambil berteriak bebas sebebasnya. Kicauan burung di alam bebas sejatinya cermin nada yang asli. Original. Sehingga bagi yang sempat mendengar nyanyian burung liar ini, sesungguhnya telah dimanjakan gendang pendengarannya dengan nada termerdu.

» Read more

Deep Purple

deep purple

Saya mengenal grup music cadas Deep Purple seputar tahun 80-an. Waktu itu masih seumuran SMP. Musik yang saya tahu, saat itu, dan hafal sedikit syairnya adalah Koes Plus, The Mercy’s dan H. Rhoma Irama. Maklum hidup jauh dari kota sebagai sumber informasi.

Penyanyi atau grup music yang berasal dari barat sama sekali belum saya kenal. Saya mengetahui Deep Purple, karena dikenalkan oleh teman saya yang kebetulan pindah dari Solo. Dia kemudian satu kelas sampai lulus SMP.

Mulanya terasa asing mendengarkan music yang tidak beraturan. Tapi saya paksakan di telinga, sebagai salah indikasi orang yang gaul dan mengikuti perkembangan jaman. Yang penting ramai dan keras. Saat lagu diputar lewat tape, saat itu masih berbentuk cassette, ada orang bertanya, “lagunya siapa musiknya bagus?” saya jawab “casettenya teman saya, nih… baca sendiri judulnya.”

» Read more

Yoga

sumber gambar : sooperboy.com

sumber gambar : sooperboy.com

Seperti biasanya, setiap sabtu, kantor kami mengadakan senam irama sebagai salah satu kegiatan olah raga yang ringan nan menghibur. Dimulai pukul 06.15 dan berakhir menjelang siswa masuk sekolah. Aktifitas yang dilakukan oleh guru dan karyawan ini telah berlangsung hampir satu tahun yang dilakukan rutin. Sebagai sarana hiburan, senam irama ini memang dikemas agar pesenam merasa gembira dan berolah raga sekaligus menghibur siswa yang menanti di depan kelas. Berlaku adil, karena siswa seminggu sekali melakukan olah raga, guru juga melakukan olah raga.

Berbagai gerakan telah dilakukan, karena selama ini kami dipandu oleh paling tidak 3 orang instruktur senam irama. Ketiganya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Gerakan dasar seperti layaknya pemanasan sebelum olah raga. Tipenya hampir standar. Pembedanya saat masuk ke sesi 2. Mereka bertiga menampilkan gerakan khasnya. Gaya salsa, India, sampai dang dut telah diperagakan.

» Read more

Seragam

seragam

Saya pernah punya dosen, orangnya nyentrik. Seorang dosen fisika, pintar dan cerdas. Menurut pengakuannya, dia hanya mau memakai seragam korpri tiap tanggal 17 saja. Itupun cuma untuk upacara. Selepas itu, seragam dilepas. Dikenakannya baju yang lain.

Ia tak pernah mengendarai mobil pribadi, karena memang tidak punya. Setiap pergi ke kampus mengendari mobil angkutan sambil membawa penumpang. Sesampai di kampus mobil sudah beralih ke kernet yang merangkap sopir.

Buya Syafi’i Ma’arif, menurut pengakuannya juga tak pernah memakai seragam yang telah disediakan oleh kampus. Dalihnya cukup sederhana. “Dengan berpakaian seragam akan membawa pikiran yang seragam”.

» Read more

1 2 3 4 7