Mewaspadai Perilaku Anak

sumber gambar : koran-jakarta.com

sumber gambar : koran-jakarta.com

Pembaca yang telah memiliki anak, pasti pernah merasa was-was saat anak berperilaku yang bukan dari kebiasaannya. Situasi seperti ini banyak melibatkan semua anak. Baik yang masih kecil maupun yang akan atau sedang aqil baligh. Tiba-tiba anak jadi pendiam, murung dan galau. Mereka acuh tak acuh dengan keadaan di rumah.

Sebagai orang tua, yang peduli dengan keadaan anak tentu tak akan berlama-lama membiarkan kondisi anak yang demikian itu. Orang tua akan mencari sebab musabab anak menjadi pendiam. Ada berbagai cara yang dilakukan orang tua. Biasanya, ia akan bertanya kepada teman bermaian. Atau tetangganya yang anak sering bermain. Berbagai usaha dilakukan orang tua hanya karena ingin mengetahui perilaku anak diluar kebiasaan.

» Read more

Aqidah dan Akhlak

sumber gambar : muslim.or.id

sumber gambar : muslim.or.id

Aqidah

Aqidah adalah bentuk masdar dari kata “aqada, ya’qidu, ‘aqdan, ‘aqidatan” yang berarti simpulan, ikatan, perjanjian dan kokoh. Sedangkan secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau simpul di dalam hati.

Ciri-ciri aqidah adalah :

» Read more

Apresiasi Seni Tari

sumber gambar : indonesia-kaya.com

sumber gambar : indonesia-kaya.com

Suatu saat saya berkesempatan untuk melihat pagelaran seni tari yang dikemas dalam “Geliat Nusantara : dalam koreografi 3”. Acara ini digeber oleh mahasiswa Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tontonan rutin saban tahun, setiap jelang akhir tahun pelajaran. Meskipun tidak tiap tahun saya melihat kreasi seni tari, namun tetap mengikuti perkembangannya. Yang saya maksud perkembangan, hanyalah sebatas penyelenggaraannya saja. Sebab saya buta terhadap sebangsa tari, joget, ajojing atau sebangsanya. Hanya orang-orang yang ahli saja yang dapat menilai keindahan sebuah seni tari.

Jika mengapresiasikan, siapapun boleh. Pertunjukan tari ini merupakan tugas akhir. Karena penyelenggaraan seni tari ini memerlukan budget yang besar, maka diberi keleluasaan untuk membentuk grup yang terdiri dua mahasiswa. Mereka bukan hanya menyiapkan kreatifitas tari, tapi yang mesti harus dipersiapkan : kostum, latihan, uang transport asisten tari, pemusik, sound system, sewa gedung dll. Kali ini saya menyaksikan pagelaran tari ini dengan membawa sejumlah siswa yang tergabung dalam ekstra kurikuler seni tari. Harapannya agar siswa mengetahui perkembangan seni tari, kegiatan pendukung tari, seperti seperangkat music, manajemen pengelolaan pertunjukan.

» Read more

Melalui Perbaikan RPP Berharap Pembelajaran Lebih Baik

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Bertempat di SMP Negeri 15 Yogyakarta, MGMP SMP untuk mata pelajaran : Matematika, IPA dan Bahasa Inggris telah melakukan kegiatan berupa pelatihan Pembinaan dan Pengembangan Mutu SMP. Kegiatan ini merupakan follow up dari kegiatan sejenis yang diselenggarakan oleh Dikpora DIY. Dari hasil evaluasi oleh peserta, dirasa perlu dan penting untuk diteruskan pada tingkat kabupaten dan kota, karena masing-masing daerah memiliki karakteristik dan spesifikasi yang berbeda-beda.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika dan juga IPA serta Bahasa Inggris menyelesaikan pekerjaan pembuatan RPP untuk masing-masing pelajaran yang berlangsung 3 hari dari tanggal 8 – 10 September 2016. RPP diharapkan se,mua sekolah yang bernaung di Kota Yogyakarta akan seragam tanpa mengurangi keragaman sekolah masing-masing, Namun pembuatan RPP ini sebagai langkah awal dalam memulai kurikulum 13 (kurtilas). Kurikulum yang syarat dengan perubahan yang berbasis pada kreatifitas siswa.

» Read more

Bilangan Basis dan Petung Jawa

Dalam masyarakat jawa aspek aktifitas kehidupan sehari-hari dapat dilihat sebagai pelengkap dari aktifitas keagamaan. Beberapa aktifitas yang dimaksud adalah perayaan 5 hari dan 35 hari kelahiran bayi, peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari meninggalnya seseorang. Dalam penentuan waktu hari-hari perayaan itu, digunakan perhitungan yang secara turun temurun dari generasi ke generasi. Perhitungan itu menggunakan rumus sederhana yang biasanya dibicarakan dan tidak pernah ditulis. Rumus itu adalah “nomosarmo”, “norosarmo”, “nonemsarmo, dan lain-lain.

Dalam perhitungan ini, digunakan tiga jenis system bilangan diantaranya adalah system bilangan basis 10, system bilangan basis , dan system bilangan basis 5. Sistembilangan basis 10 digunakan ketika akan menentukan 35 hari, 10 hari, 100 hari dan 1000 hari. System bilangan basis 7 digunakan ketika akan menentukan hari senin, selasa, rabu, kamis, jum’at dan sabtu.

» Read more

Van Dorp (2)

(Kupu-kupu di dalam buku)

Sebagai rekanan dalam tulisan Van Dorp 1, saya kutipkan sebuah tulisan Taufiq Ismail dalam bentuk puisi. Beliau masih optimis menatap generasi dimasa depan, yang akan selalu membaca. Ia berangan-angan menjadikan perpustakaan bukan saja sebagai rujukan utama ilmu pengetahuan, tapi tempat yang sejuk dan teduh bagi manusia Indonesia, yang memberikan pencerahan pada akal dan sukma, menuju peradaban yang mendapat naungan Tuhan Yang Rahim dan Rahman.

Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api,

Diruang tunggu praktek dokter anak, dibalai desa,

Kulihat orang-orang disekitarku duduk membaca buku,

Dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang

Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang,

Di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku

Dan cahaya lampunya benderang,

Kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua

Sibuk membaca dan menuliskan catatan,

Dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang

Ketika bertandang disebuah toko,

Warna-warni produk yang yang dipajang terbentang,

Orang-orang memborong itu barang

Dan mereka berdiri beraturan di depan tempat pembayaran

Dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang

Ketika singgah di sebuah rumah,

Kulihat ada anak kecil bertanya pada mamanya

Dan mamanya tak bisa menjawab keinginan-tahu putrinya, kemudian katanya,

“tunggu, tunggu, mama buka ensiklopedia dulu,

yang tahu tentang kupu-kupu”

Dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang

Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,

di setasiun bis dan ruang tunggu kereta-api negeri ini buku dibaca,

di perpustakaanperguruan, kota dan desa buku dibaca,

di tempat penjualan buku laris dibeli,

dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu

tidak berselimut debu

karena memang dibaca

 

Taufiq Ismail, 1996

Pembelajaran Budaya Lokal

sumber gambar : baltyra.com

sumber gambar : baltyra.com

Dolanan anak adalah warisan dari budaya nenek moyang. Mereka menciptakan permainan buat anak-anak yang memang masanya bermain, namun bukan sekedar main-main. Didalamnya terkandung ajaran atau filosofi yang sarat makna. Hasil ciptaannya mampu bertahan hingga puluhan tahun. Hingga kini, dolanan anak yang sempat hilang dari peredaran karena dilindas modernisasi, tetap dicari. Bahkan, dolanan anak dibangkitkan kembali seraya diiringi dengan kompetisi. Dolanan anak di tempat tertentu menjadi kajian yang mendalam dalam perspektif psikologi, pertumbuhan jiwa dan raga, antropologi dan lain-lain.

Permainan anak termasuk budaya lokal yang mahal harganya. Dilihat dari konteks pendidikan, dolanan anak mengajak untuk bermain bersama. Hampir semua permainan anak-anak tempo dulu hanya bisa dimainkan bila bersama-sama. Bukan sendirian. Tidak seperti game yang sekarang merambah ke android. Dolanan anak selalu mengajak bersama. Maknanya bahwa mainan jenis ini untuk bersosial dengan teman-teman. Kalah menang hanyalah bagian dari permainan. Setelah bermain usai tertawa bersama. Tak ada timbul rasa kecemburuan. Inilah dasar dari pendidikan. Tumbuh kembang bersama karena masing-masing anak memiliki karakter yang berbeda. Satu dengan lainnya mampu memahami sifat individualnya.

» Read more