Calon Desainer

sumber gambar : efhlt.blogspot.com

sumber gambar : efhlt.blogspot.com

Saya baru sadar. Beberapa hari yang lalu, saya ketemu teman. Obrolan kali ini tentang anaknya, sebut saja Bagus. Sudah sekitar 2 tahun ini Bagus berada di Pondok Pesantren. Oleh ayahnya, Bagus digadang-gadang kelak menjadi seorang ulama. Cita-cita yang luhur, setidaknya di mata ayahnya, yang tak lain teman saya.

Sebenarnya sudah dua kali Bagus hidup di Pondok Pesantren. Pertama sewaktu masih SMP dia mondok di dekat rumah, daerah Klaten Jawa Tengah. Saat ini, Bagus mondok di Pondok Pesantren di daerah Yogyakarta. Bila benar, apa yang keluar dari mulut ayahnya, sebenarnya Bagus tidak krasan untuk hidup di Pondok.

» Read more

Desainer yang Usil

sumber gambar : pengrajinlogo.blogspot.com

sumber gambar : pengrajinlogo.blogspot.com

Dua hari lalu, kerabat saya Ella uring-uringan seharian. Apa pasal? Menurut dia, pada kanal head lines kompasiana versi terakhir tidak bisa di-klik. Padahal ia sangat membutuhkan informasi yang tercantum dalam head lines. Saking kesalnya, ia menyumpah-nyumpah via facebook.

Saya yakin, kompasioner adalah masyarakat pembaca. Mereka mungkin tidak butuh tampilan yang rumit. Prinsipnya user friendly. Brlayar kesana kemari, asal mudah di klik. Komposisi warna juga tak begitu dipermasalahkan. Bahkan, gambar juga bukan pertimbangan yang utama bagi kompasioner mengunjungi sebuah tulisan. Walaupun dalam hal tertentu gambar juga bisa mendukung isi sebuah tulisan. Menampilkan gambar dalam sebuah tulisan bukan perkara mudah. Bila tidak pas penempatannya, justru malah memudarkan isi tulisan itu sendiri. Pagi pembaca, yang penting tulisan tidak terlalu kecil. Nyaman dibaca.

» Read more

Tiga Tahapan Konstruksi Vygotsky

zpd

Lahir di tanah Rusia pada tanggal 17 November 1896. Vygotsky sebenarnya bukanlah yang memiliki ahli dalam pendidikan, karena awalnya dia seorang sastrawan. Penyuka pusi. novel, menulis cerpen dll. Saat usia memasuki 28 tahun, ia mulai serius dalam bidang psikologi. Basic keilmuan yang dikantongi adalah sastra, namun kakinya melangkah ke bidang psikologi. Tahun 1925 beliau menuangkan desertasinya dengan judul “psycology of art”.

Dari desertasi inilah awal mula perkembangan belajar yang menganut konstruksivisme, yang mengungkapkan bahwa perkembangan kognitif seseorang bukan hanya dipengaruhi oleh individu diri sendiri, namun juga dipengaruhi oleh lingkungan. Ada dua perkembangan konstruksi yang ia kemukakan :

» Read more