Beginikah Cara Mengelola Pendidikan?

555ed7e30423bda1598b4567

Menyelenggarakan pendidikan jangan disamakan dengan melaksanakan pengajian. Pendidikan hendaknya diselenggarakan dengan system yang terstruktur, dilandasi dengan semangat kompetensi, dan bermain dalam suasana kompetisi.

Visi dan Misi

Visi ibarat sebuah sebuah rumah. Penghuni yang akan melakukan aktivitas berawal dari rumah. Kemana arah hari ini melangkah,  apa yang akan didapatkan, kebutuhan apa yang harus disediakan? Semuanya berawal dari rumah. Bila arah dan target yang akan dituju melenceng dari rencana, berarti harus kembali ke rumah lagi untuk dilakukan evaluasi.

Karena pentingnya sebuah visi dan misi, maka lembaga pendidikan, dalam setiap langkahnya harus berpegangan pada visi yang telah ditetapkan. Sayangnya, banyak sekolah yang mengetahui visi dan misinya hanya kepala sekolah dan orang tertentu saja.

» Read more

Menanti Navis di Puncak

navis-21a

Tinggal satu tangga lagi yang harus dilalui Navis untuk bisa meraih puncak. Seorang bocah dari sebuah dusun di sudut Bantul telah membuktikan bahwa di era Teknologi Informasi ini, ternyata bisa menjejakkan kakinya dalam ajang yang sangat bergengsi. Indonesian Idol Junior. Bahwa dimanapun manusia berpijak asal memiliki kemampuan dan mampu bersaing, disitulah kesuksesan digenggam.
Kaki kuat nan kukuh sudah menancap hingga urat membuncah sampai relung sekujur tubuh. Empat kaki siap untuk berderap menggapai impian. Dua orang Idol Junior saatnya harus bertarung dalam grand final. Siapapun juaranya, kata sang juri dan pengamat musik sudah bukan lagi masalah. Karena keduanya memiliki karakter yang berbeda. Hanya mereka yang mampu bertahan dan secara terus menerus mengasah keprofesionalannyalah yang akan mendapat sambutam dari masyarakat.

» Read more

Menjadi Pribadi Bijak

Nilai-nilai kebijakan adalah kebutuhan jiwa yang berjalan seiring kebiasaan. Nilai kebajikan tidak cukup dipelajari lalu diujikan si atas kertas.

Setiap manusia selalu mengidamkan kesempurnaan dalam hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia merupakan pribadi yang selalu membutuhkan pada kesempurnaan. Dan kesempurnaan tertinggi hanya pada Tuhan. Menjadi manusia bijak bukan dilihat berdasarkan banyak tidaknya buku yang kita baca atau seberapa tua usia kita. Kebijakan yang berangkat dari upaya mencari kebenaran sudah sepatutnya dilakukan oleh manusia yang percaya akan Tuhan, maka ia akan punya kesadaran bahwa benar saja tidak cukup. Akan tetapi, lebih jauh lagi, bagi orang bijak, yang lebih utama lagi setelah kebenaran adalah kebijakan.

Kebenaran lebih berada pada wilayah rasionalitas, sementara kebijakan berakar pada kerendah hatian dan kejujuran. Dan ini berangkat dari kesadaran Ilahi. Bila demikian, maka tidak cukup menakar kebijakan hanya pada selembar kertas ketika ujian

Komaruddin Hidayat dalam 250 Wisdom

Navis

navis 2

dokumen pribadi

Navis. Demikian beliau dipanggil. Pemilik nama asli Ali Akbar Navis adalah sastrawan dan budayawan yang lahir di Kampuang Jao Padang Panjang Sumatra Barat. Sebuah propinsi yang melahirkan sastrawan sebelum masa kemerdekaan. Atau sering disebut sastra Indonesia modern. Gaya bicaranya ceplas-ceplos apa adanya, lebih tepat kita sebut orang yang berpandangan hitam putih, lahir pada 17 November 1924 dan meninggal 22 Maret 2003. Hasil karya yang monumental ialah Robohnya Surau Kami. Novel yang bercerita tentang perubahan masyarakat yang berakibat retaknya sendi-sendi adat ninik mamak.
Hampir satu abad melintasi segala zaman, menurunkan beberapa generasi, dan berjarak ribuan kilometer, seorang anak lahir dengan nama sama yaitu Navis. Lengkapnya Muhammad Aditya Navis. Panggilan sehari-harinya Dede. Seorang lelaki berperawakan kecil mungil tapi memiliki tenaga dan potensi yang amat besar. Keduanya memiliki nama yang sama yakni Navis. Keduanya juga memiliki kemampuan yang hampir sama. Bila Ali Akbar seorang sastrawan, maka Muhammad Aditya Navis adalah seorang seniman. Penyanyi. Penulis yakin masih banyak anak manusia yang bernama Navis, tapi belum semoncer mereka berdua.
Dede lahir dari pasangan Bapak Hamdi, SKM dan Ibu drg. Chanis Sukma di Bantul. Sebuah kabupaten yang terletak di selatan kota Yogyakarta. Beliau berdua  punya profesi yang sama, bergerak dalam bidang kesehatan. Apakah Dede akan menapaki jalan yang sama dengan kedua orang tuanya? Kita tunggu saja.

» Read more

Lomba Matematika Nasional di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Untuk kali ke-3 ini saya mengantar anak-anak mengikuti Lomba Matematika tingkat Nasional  (LMN) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Even yang selalu hadir setiap tahun bernuansakan kompetisi. Wajar bila peserta utusan dari sekolah merupakan anak yang terpilih. Ada sekitar 800 anak siap bertempur untukmendapatka yang terbaik, mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA.
Penyelenggaranya Fakultas Mipa, khususnya jurusan Matematika. Kata orang, matematika ini sulit, pelajaran yang bisa memusingkan. Itu katanya. Jangan mengikuti jargon ini sebelum membuktikan bagaimana nikmatnya belajar matematika. Matematika selalu hadir di setiap relung kehidupan. Jadi bersahabatlah dengan dia. Semakin dibenci, matematika akan semakin menemuimu di setiap saat.

» Read more

Cemburu

Dokumen pribadi

Dokumen pribadi

Bagi yang tidak memelihara burung, mungkin pembaca tak sengaja mendengar cuitan burung tetangga. Kicauan yang katanya menggoda, karena saya sendiri tidak tahu jenis nada sang burung bernyanyi, akan menambah pundi-pundi. Sebut misalnya Murai Medan atau love bird. Jenis burung seperti ini akan membantu sang tuan menuju tangga kemuliaan. Materi atau kehormatan. Materi karena hasil jualnya mahal. Kehormatan  karena menang dalam bernbagai lomba.
Tahukah pembaca, bahwa burung tersandra ini, sejatinya ingin bebas. Terbang meliuk di udara berkejaran atau sekedar bercengkerama hinggap di dahan sambil berteriak bebas sebebasnya. Kicauan burung di alam bebas sejatinya cermin nada yang asli. Original. Sehingga bagi yang sempat mendengar nyanyian burung liar ini, sesungguhnya telah dimanjakan gendang pendengarannya dengan nada termerdu.

» Read more

Menjaga Surel

imel

sumber gambar : unprint.id.

Setidaknya ada dua pernyataan yang membuat kepalaku terus berputar. Kedua pernyataan ini tak ada kaitan satu dengan lainnya. Bahkan jeda peristiwanyapun panjang. Pertama, sudah 2 ninggu ini, kalau tak salah, big bos swlalu menanyakan e-mail sekolah. Namun dikonfirmasi oleh staffnya yang tak memuaskan. Beliau menanyakan bukan tanpa sebab. Pendataan melalui Dinas sudah pasti selalu ditanyakan e-mail.Kedua, saya terusik dengan pernyataan sahabat saya. Dia mengatakan “mosok buat e-mail masih pakai yahoo, gmail? gunakan domain yang kau miliki”. Dalam hati terasa kecut, dikatakan seperti itu. Dia lalu memperlihatkan e-mail dia, lengkap dengan domain yang dia miliki. Dirumah saya pelajari cara-cara pembuatan e-mail dengan memakai domain sendiri, sekaligus aplikasi penggunaan, serta kemudahan aksesnya. Lewat cpanel saya telusuri satu persatu petunjuk pembuatannya.

» Read more

1 2