Menggagas Enterprenur di Sekolah

sumber gambar : youtube.com

sumber gambar : youtube.com

Mencermati penuturan Prof. Dr. Ing. Imam Robandi dalam forum (kaget) kepala sekolah di Kota Yogyakarta, menarik untuk disimak. Saya sebutkan kaget karena memang tidak direncanakan secara matang. Satu dan lain hal kesibukan beliau, maka saat lawatan ke Yogyakarta tak disia-siakanĀ  oleh kepala sekolah Muhammadiyah se Yogyakarta.

Salah satu yang saya cermati adalah, sekolah mesti memiliki naluri berdagang. Kata dagang lebih tepat dikatakan jualan, sangat tidak lazim bila yang melakukan lembaga pendidikan. Pendidikan, bagi sebagian orang masih merujuk pada institusi sebagai wahana transfer nilai dan ilmu. Sangat jauh bila bersentuhan dengan penjualan. Namun kata pak Robandi, kalau sekolah ingin eksis dilingkungan masyarakat salah satu yang harus dilakukan dengan berjulan.

» Read more

Optimalisasi Kecerdasan Spiritual

Aristoteles sebagai seorang filosof dan psikolog boleh berbangga telah menemukan metode untuk mengukur kecerdasan manusia, yaitu dengan mengukur Intellegence Quotient (IQ). Dalam perjalanan IQ ini dikritik, karena menafikan sisi kemanusiaan. Hanya otak yang penuh kalkulasi yang bisa diandalkan. Beruntung Daniel Goleman menemukan sisi lain tentang keberadaan manusia yaitu Emotional Quotient (EQ). EQ merupakan prasarat dasar untuk penggunaan IQ. Pada akhir abad keduapuluh, ada interseksi antara psikologi, neurologi, ilmu antropologi dan kognitif untuk menunjukkan sisi yang ketiga yaitu Spiritua Quotient (SQ).

» Read more

Hidup Hemat

sumber gambar : mommiesdaily.com

sumber gambar : mommiesdaily.com

Tidak mudah mengendalikan harta yang kita miliki. Saat berlimpah, nafsu ingin semua dimiliki menjadi ranah yang dominan. Karena pada dasarnya manusia itu rakus. Lebih rakus dari seekor semut yang membawa makanan melebihi dari tubuhnya sendiri. Hidup mewah mendekati hedonisme justru menjadi kebanggaan. Saat memiliki manusia lebih kikir dari seekor binatang yang paling kikir. Entah apa nama binatang itu.

Karenanya manusia diberi otak dan hati agar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Otak untuk menalar, untuk apa harus memiliki barang. Bergunakah untuk pribadi? Adakah sisi kepemilikan barang itu jika dinikmati orang lain? Dan yang penting kemampuan membelinya.

» Read more

Menabung atau Hutang

Dunia perbankan mengalami perkembangan yang cukup tajam. Walaupun dekade yang lalu Indonesia diterjang krisis ekonomi. Perlahan tapi pasti, perjalanan bank di tanah air semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat. Modal utama pengelolaan keuangan lewat lembaga resmi seperti bank memang dari kepercayaan masyarakat.

Bank syariah, yang kemunculannya kurang mendapat respon, ternyata bisa membuktikan bahwa biduk keuangannya tidak terimbas badai krisis ekonomi. Hal ini menambah kepercayaan masyarakat terhadap bank di tanah air. Meski lembaga keuangan yang ilegalpun bermunculan, kehadiran bank syariah memberi tawaran tersendiri di antara problem keuangan yang dihadapi masyarakat.

» Read more