Strategi Belajar dengan Metakognisi

Pendidikan tak hanya membahas masalah kecerdasan semata. Pendidikan adalah segenap perilaku manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Kecerdasan hanya sebuah pilar dalam membangun pendidikan. Ki Hajar Dewantara, sebagai orang peletak dasar pendidikan, telah menancapkan tiang dasar, yaitu cipta rasa dan karsa. Faktor rasa atau emosi dan perkembangan fisik juga harus mendapatkan tempat dalam wadah pendidikan.

Konsep kognitif, afektif, dan psikomotorik dicetuskan oleh Benyamin Bloom pada tahun 1956. Karena itulah konsep tersebut juga dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom. Pengertian kognitif afektif psikomotorik dalam Taksonomi Bloom ini membagi adanya 3 domain, ranah atau kawasan potensi manusia belajar.

» Read more

Film Everest Mengajarkan Kehidupan

sumber gambar : seatondevon

Beberapa tahun yang lalu saya pernah membaca buku tentang pendakian gunung tertinggi mount everest di Nepal. Buku itu sejenis catatan jalan seorang penulis. Tepatnya wartawan di sebuah surat kabar. Ia bertutur pengalaman mencapai puncak tertinggi di dunia. Karena seorang wartawan, tulisannya enak dibaca. Gaya turturnya runtut. Sayangnya buku itu cuma aku pinjam di sebuah warung peminjaman buku. Saya pernah mencoba dua kali ke warung tersebut, tapi gagal memperoleh buku itu. Saya juga tak lupa, kalau ke toko buku akan mencari buku tersebut. Hasilnya nihil. Andai saja ada pasti sudah kubeli.
Rasa kecewa karena tidak mendapatkan buku tersebut, sedikit terobati saat ada film Vertical Limit diputar di sebuah stasiun televisi. Meskipun tidak sama, tapi setidaknya pelipur rindu terlunasi. Apalagi beberapa minggu keudian, film tersebut ditayangkan lagi meski stasiun berbeda.

» Read more

Pengangkatan Kepala Sekolah

Sebagai seorang yang selalu mengikuti perkembangan informasi, saya merasa senang Kemendiknas mengeluarkan keputusannya yang membicarakan masalah penugasan guru sebagai kepala sekolah. Surat yang ditungkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas), bernomor 28 tahun 2010 adalah ujud dari regulasi Permen No. 13 Tahun 2007 tentang persyaratan kualifikasi dan kompetensi kepala sekolah. Tanpa mengesampingkan isi dari dua peraturan itu, paling tidak itikad baik kemendiknas telah mereformasi aturan yang dibuat sendiri.

Sebuah kepedulian untuk selalu berubah, sebagai ikhtiar tuntutan jaman. Pernyataan atau aturan bila dikeluarkan, imbasnya pastilah menemui pro dan kontra. Bagi yang setuju, mereka memandang akan sebuah harapan keberadaan sosok kepala sekolah yang memiliki kualifikasi dan kemandirian. Kualifikasi yang telah diukur dengan tingkat kompetensi tertentu. Sedangkan kemandirian adalah sikap seorang kepala sekolah yang tidak tunduk dengan kepentingan-kepentingan yang akan meruntuhkan kewibawaan pendidikan.

» Read more

Stress

Galau, sedih, gembira adalah efek dari stress. Tidak pandang umur, jabatan ataupun suku. Stress menghinggapi semua manusia. Ada juga yang bilang, binatangpun bisa terserang stress. Masih hangat dalam ingatan kita, beberapa ikan lumba-lumba sengaja mendamparkan diri di bibir pantai. Disinyalir, ikan lumba-lumba stress menghadapi keganasan ikan hiu untuk dimangsa.

Disiplin ilmu yang membahas perihal stress, memang belum lama bila dibandingkan dengan umur manusia. Qabil, anak Adam yang bersaudara dengan habil bisa terserang stress. Qabil tidak menerima keputusan kedua orangtuanya untuk dijodohkan dengan Lubuda. Ia tetap menginginkan Iqlima yang telah dijodohkan dengan Habil. Karena tidak bisa menerima kenyataan, Qabilpun membunuh Habil. Hanya untuk mendapatkan perempuan dambaan. Stress dapat menyebabkan pembunuhan.

» Read more

Bahasa Arab

sumber gambar : dakwatuna.com

Ada seseorang ahli bahasa yang mengatakan bahwa Bahasa Arab tidak mungkin punah. Ia beralasan ahwa bahasa arab adalah salah satu unsur mendalami atau mempelajari Al-Qur’an. Al-Qur’an sendiri dijamin oleh Allah merupakan kitab yang terakhir sampai akhir zaman. Kesimpulan ini diungkapkan oleh orang yang bukan beragama Islam. Sudah banyak bahasa yang dikenal oleh manusia punah ditelan perputaran waktu. Jangankan bahasa, kebudayaannya saja juga hilang.

» Read more