Budaya Prestasi

“Setiap prestasi dibangun melalui usaha dan kerja keras, mustahil kita meraih prestasi dengan bermalas-malasan.” Demikian salah satu intisari dari pidato Mendiknas, Muhammad Nuh, pada acara Silaturahmi dan Penyerahan Penghargaan bagi Siswa, Guru, Dosen, dan Tenaga Kependidikan yang berprestasi.

Begitulah. Sebuah kalimat yang menyentuh. Patut untuk direnungkan. Budaya prestasi adalah merupakan bagian dari budaya keunggulan. Mereka mengejar keunggulan karena mereka sangat butuh. Orang yang membutuhkan sesuatu, pasti akan mengusahakan dengan sekuat tenaga. Tak beda jauh dengan prestasi. Mereka mengejar prestasi tak hanya kebutuhan, tapi ekspresi, pengakuan.

Prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari aktivitas yang telah dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang atau komunitas. Marilah kita urai satu persatu, hal-hal yang dibangun dan dibudayakan dalam rangka memupuk mentalitas berkompetisi dan berprestasi.

» Read more

Meniti Lorong Waktu

Satu saat saya iseng membersihkan buku dari debu yang tertata di almari. Jumlah buku tak seberapa. Tapi saya senang menyebut perpustakaan pribadi yang kecil. Mengapa kecil? Karena koleksi bukunya cuma sedikit. Namanya tetap perpustakaan. Satu cita-cita terpenuhi. Memiliki perpustakaan.

Saya tertarik beberapa buku yang sudah lusuh. Bagian ditepinya telah disantap rayap. Bahkan ada sebagian yang sudah masuk ke isi buku. Beruntung tulisan masih utuh, meski warna sudah mulai menguning. Dan membentuk texture kemerahan. Sampul plastic telah memudar dan robek.

Buku yang sengaja saya ambil adalah Filsafat Ilmu : Sebuah Pengantar Popular karya Jujun Suriasumantri. Bersampul warna biru cetakan tahun 1990, bergambar patung ganesa. Buku ini, dulu cukup popular di kalangan mahasiswa yang gemar ilmu murni. Mereka senang nongkrong dan berdiskusi perihal perkembangan ilmu pengetahuan.

» Read more

Revolusi Berpikir

Betapa seringnya kita jadi sial, hanya karena terlalu sederhana dalam berpikir. Tidak mampu lagi memilah mana masalah yang perlu serius diselesaikan dengan segera, dengan hal-hal sepele namun dipandang seperti rumit. Mememntingkat prioritas berpikir sangat penting dalam rangka menata kehidupan pribadi dan bermasyarakat.

Bila kita menatap dapa Negara kita, nampak kelihatan wajah dan geliat aksinya, karena dahulu ada pemikir besar. Sebelum Indonesia diwisuda menjadi negara yang merdeka, sudah bercokol kerajaan Majapahit dan Sriwijaya dengan karakter dan ragam yang tidak sama.

» Read more