Tips Pembuatan Soal Pilihan Ganda

Saya pikir, lebih baik saya bagikan bagimana caranya membuat soal jenis pilihan ganda. Dari pada saya dituduh menjadi “tukang protes” tanpa memberi solusi. Sebab tuduh menuduh pada bulan ramadhan tidak baik.

Seperti yang sudah saya tulis kemarin, bahwa melakukan evaluasi dengan membuat soal berbentuk pilihan ganda, ada positip dan negatipnya. Sisi ini tergantung dari mana kita melakukan evaluasi terhadap siswa.

Tips ini saya dapatkan dari rekan kerja, setelah beliau mengikuti pelatihan penulisan soal. Sifatnya hanya rangkuman semata. Tidak semua harus saya bagi disini. Bagi kompasioner yang kebetulan pernah mengikuti pelatihan yang sama, bisa untuk mengingat kembali cara-cara penulisan soal.

Soal bentuk pilihan ganda adalah soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar, namun memungkinkan peserta didik terkecoh untuk memilihnya apabila tidak menguasai materi pelajaran dengan baik. Pengecoh dapat dibuat berdasarkan perhitungan, konsep, pemahaman yang salah, atau salah dalam penggunaan rumus.

Kaidah Materi

1. Soal harus sesuai dengan indicator.

2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.

3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar.

Tuh kan…. Dari 3 butir yang terkait dengan materi saja, semuanya ada kata-kata harus. Intinya tidak boleh melenceng dari 3 poin pokok diatas. Yang paling susah pada butir ketiga. Jawaban yang benar atau paling benar. Artinya pasti ada lebih dari satu jawaban yang benar. Bila terjadi demikian, mau tidak mau, harus dipilih yang paling tepat.

Kaidah konstruksi

1. Pokok soal harus dirumuskan jelas dan tegas.

2. Pilihan jawaban harus merupakan pernytaan yang diperlukan saja.

3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.

4. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.

5. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau ”semua pilihan jawaban di atas benar”.

Masih banyak dijumpaikan model jawaban yang demikian. 6. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut.

Kaidah Bahasa

1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

2. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat.

3. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang sama, yang bukan merupakan satu kesatuan.

Masih ada beberapa kaidah lagi, tapi saya pikir, itu saja sudah cukup. Meskipun pembaca bukan seorang guru, dengan mengetahui kaidah seperti yang tertulis diatas, setidaknya bisa meneliti dengan seksama, saat membantu anak belajar di rumah. Kalau bentuk pilihan jawaban sudah keterlauan melenceng jauh dari kaidah, disarankan untuk berdialog dengan guru atau pihak sekolah. Terlalu sayang, anak usia dini  telah dikenalkan pada pilihan-pilihan yang membingungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *