Mengenal Maria Agnesi

Genetika atau keturunan tidak berbanding lurus dengan kecerdasan. Keturunan sangat mungkin untuk kemiripan fisik, tapi bukan pada kepandian, ketrampilan apalagi perilaku. Anak seorang professor belum tentu menjadi orang yang cerdik pandai. Pun demikian anak seorang abang becak tidak linier akan menjadi pengayuh becak.

Andai genetika berlaku hukum perbandingan senilai untuk segala sifat keturunannya, alangkah tidak adilnya dunia ini. Pepatah “siapa menanam, dialah yang mengetam” menjadi pegangan bagi siapapun yang ingin meraih kesuksesan. Berakit-rakit kehulu, beranang-renang ketepian, adalah pepatah yang manjur.

Genetika juga tak mengenal jenis kelamin untuk segala sifat keturunannya. Namun ada pemeo yang belum diuji kebenarannya, bahwa seorang pria mewarisi sifat nalar. Sedangkan wanita lebih cenderung ke ranah perasaan. Suatu ketika pasti ada pengecualiannya. Demikian yang dialami oleh Maria Gaetana Agnesi. Seorang yang dilahirkan sebagai matematikawati.

Lahir di Milan Italia pada tanggal 16 Mei 1718. Tumbuh dan berkembang ditengah keluarga yang terpelajar dan kaya raya. Orang tua Agnesi adalah seorang saudagar sutra sukses di Italia. Hal tersebut mendukung pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Agnesi khususnya di bidang matematika.

Sebagi keluarga yang cukup berada, masa-masa pendidikan Agnesi sangat diperhatikan. Kebutuhan yang mendukung suksesnya pendidikan digelontorkan. Artinya bahwa dari segi finansial bukan masalah bagi Dia. Namun yang patut diperhitungkan adalah waktu dan kesempatan, benar-benar dimanfaatkan Agnesia dengan baik.

Orangtua Agnesi sangat konsen dan benar – benar perhatian dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan nya. Bagaimana tidak hal tersebut terlihat dari kesungguhan ayahnya dengan memberikan pendidik – pendidik khusus untuk memberikan pelajaran matematika kepada Agnesi.

Di samping dukungan ekonomi keluarga Maria gaetana Agnesi juga sudah memiliki bakat kepintaran sedari kecilnya, di umur nya yang ke 9 tahun Agnesi sudah bisa berbahasa Prancis, Italia, Hebrew dan Bahasa Latin, sungguh merupakan sebuah kemampuan yang luarbiasa.
Penemuannya

Karena konsentrasi penuh terhadap mata pelajaran Matematika, hal yang Dia temukan adalah Lintasan Kurva. Kurva Agnesi ini pertama sekali diberi nama Verstera yang artinya “membalik” (simetri terhadap sumbu y), tapi kata di atas merupakan kependekan dari kata Italia yakni Avverstera yang artinya istri hantu.
Dengan persamaan tertentu, maka ilmu pengetahuan lain menjadi terkuak. Kurva Agnesi, meskupun bernama istri hantu ternyata ilmu kalkulus dan integral lebih mudah dipahami. Beberapa ilmuan menggunakan mantra ini untuk mengembangkan ilmunya.

Inggris, berhasil menterjemahkan Kurva Agnesi  kedalam bahasanya dengan judul “Wich of Agnesi” atau Sihir Agnesi. Proses terjemahan ini terjadi pada tahun 1801. Dengan diterjemahkannya ke dalam Bahasa Inggris, semakin menyebarlah ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi manusia seperti : Optik, Sinar-X, Elektromagnetik, dan teori Mekanika Kuantum.

Diusianya yang ke 81 tahun Agnesi menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 9 Januari 1799. Sepak terjang Agnesi di bidang matematika ini membuatnya dijuluki sebagai Putri Matematika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *