Kucing

Ahli hadits. Seorang cendekiawan, ulama, dan menjadi guru yang ternama. Dialah Bukhari. Beribu-ribu khadits telah diseleksi, dan dibuang karena sudah tercemar iklim politik, gurita ekonomi, keditaktoran penguasa. “Shahih Bukhari” inilah judul buku karya beliau yang belum tergantikan. Dia manusia biasa. Uniknya penyuka kucing.

Helly Barry, seorang artis kulit hitam mencuat namanya setelah ia berperan dalam filmnya “Cat Women”. Pernah mendapatkan piala Oscar, sebuah pengakuan yang supremasi dalam dunia film. Tidak jelas pasti, mengapa ia mau mengambil peran sebagai seorang wanita yang dapat berubah menjadi seekor kucing. Film Cat Women pun sebenarnya pernah dibuat di Industri Film Mandarin. Bahkan jauh telah diproduksi, sebelum Cat Women-nya Hally Barry.

Cat Stevens. Seorang musisi dari Inggris, yang masuk Islam dan berubah nama menjadi Yusuf Islam, pun tidak tahu menahu, mengapa ia diberi nama “cat: – kucing. Toh pemberian nama oleh orang tuanya pastilah bermaksud baik. Pelantun lagi “Morning Has Broken”, yang sekarang bermukim di Australia, lebih menekuni dakwah. Sekalipun duania tarik suara masih menjadi bagian dari hidupnya.

Bukhari, Helly Barry, Cat Stevens, adalah nama yang identik dengan kucing. Bisa karena kegemarannya, perannya, ataupun namanya. Namun dengan simbol “kucing” yang menempel pada nama mereka, orang akan mudah mengenal.

Sepintas, orang akan beranggapan bahwa kucing lebih lekat di dunia yang baik, damai, asri dan nyaman. Sebaliknya orang akan berasumsi bahwa srigala lebih bermakna pada keganasan dan kebrutalan. Anjing yang sering kita jumpaipun lebih melekat pada “kesangaran” karena ia berfungsi sebagai penjaga rumah ataupun berburu di hutan. Padahal asal tahu saja, bahwa Hamka (pendiri Majelis Ulama Indonesia – MUI) juga memelihara anjing, namun anjing yang dipelihara selalu terawat dengan baik.

Di sebagian masyarakat kucing masih menjadi binatang yang harus dihormati, ditempatkan pada tempat yang layak. Seorang pengendara tak akan berani menabrak kucing. Sebab diyakini bahwa menabrak kucing, akan mendapat celaka. Bila terpaksa tergilas sampai kucingnya mati, disarankan untuk mengubur, sebagaimana emngubur manusia minus sholat.

Kucing bisa menjadi pemersatu.Sesama penggemar kucing akan berkumpul dan memamerkan kucing miliknya sebagai kucing yang paling unik. Semakin unik dan langka maka harganya semakin mahal, bisa ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Orang tua akan merogoh saku lebih dalam, bila anaknya merengek minta dibelikan kucing.

Kucing bisa menjadi sahabat.Orang rela tidur dengan kucing. Memandikan, memberi pakian, bahkan memasukkan ke salon. Kucing akan selalu terawatt, baud an warna. Ia akan setia menemani majikan dimanapun berada.Persahabatan manusia dengan kucing bahkan telah menghasilkan sebuah karya cerpen, novel, dram dan film.

Penulis tidak tahu pasti, mengapa di masyarakat cina tidak ada Tahun Kucing. Penamaan tahun, sebagaimana orang jawa menamai tahun (dal, ehe, dll) merupakan kedinamisan budaya masyarakat setempat. Mereka telah berdialog selama berabad-abad. Menyebutkan sesuatu baik yang berwujud benda atau bukan, adalah merupakan kesepakatan masyarakat. Sekarang, malah banyak yang tidak mengetahui asal-usul mengapa suatu kejadian harus dirayakan. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *