Passing Grade

sumber gambar : liputan6.com

Riuh rendahnya pelaksanaan penerimaan calon Pegawai Negeri Sipil patut diapresiasikan dengan segenap kelebihan dan kekurangannya. Kegiatan yang dihelat oleh Badan Kepegawaian Nasional ini menyisakan cerita yang beragam. Mulai dari ketersediaan kuota sampai pada hari H nya seorang calon bertarung dengan sesama calon yang memiliki perbandingan yang cukup tajam.

Sudah cukup lama bagi si pencari kerja khususnya yang akan mencoba keberuntungan untuk menjadi pegawai negeri. Bertahun-tahun pemerintah tak juga membuka penerimaan pegawai negeri. Sehingga sangat wajar bila beribu-ribu lulusan perguruan tinggi menanti dengan penuh harap agar dirinya masuk menjadi PNS.

Baru tahun ini, 2018 pemerintah membuka pintu bagi pelamar. Menurut Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, mengatakan bahwa proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil sangat ketat. Pendaftar harus melalui seleksi beberapa tahap. Mulai dari administrasi, ketersediaan kuota, sampai tes. Mereka harus melewati tes dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT).

Sistim penilaiannya dengan menggunakan Passing Grade. Model evaluasi yang biasanya digunakan untuk seleksi mahasiswa baru. Passing Grade adalah persentase nilai yang digunakan sebagai acuan meluluskan seseorang masuk dalam katagori tertentu. Atau, batas nilai minimal yang harus dipenuhi seseorang ketika memilih suatu program tertentu.

Passing grade utuk seleksi CPNS tahun 2018 ini meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Ketiganya terangkum dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Katagori ini memiliki nilai minimum yang berbeda-beda. TWK = 35 soal, TIU = 30 soal, TKP = 35. Total ada 100 soal.

Ketiganya juga tidak berdiri sendiri-sendiri, Satu dengan yang lain saling terkait. Makanya, ada seorang calon memiliki nilai tinggi di salah satu katagori, tapi di katagori yang lain rendah. Setelah dihitung, ternyata calon tersebut tidak memenuhi passing grade.

Contohnya (dikutip dari FB nya ibu Elin Driana), peserta dgn skor total 400, misalnya, bisa tidak lulus bila  TKP di bawah 143, sementara yg nilainya pas passing grade utk ketiga tes, dgn skor total 298, malah lulus.
Peluang terjadinya false positif (meluluskan yg sebetulnya tidak pantas lulus) dan false negatif (menggagalkan yg sebetulnya pantas lulus) bisa cukup besar.
Berikut rincian utk setiap tes. Mohon koreksi bila ada data yg salah.
1. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) TKP terdiri dari 35 soal, jawaban bernilai 1-5, nilai maksimal 175, passing grade 143.
2. Tes Intelegensia Umum (TIU)
TIU terdiri dari 30 soal, jawaban bernilai 0 bila salah dan 5 bila benar, nilai maksimal 150, passing grade 80;
3. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
TWK terdiri dari 35 soal, jawaban bernilai 0 bila salah dan 5 bila benar, nilai maksimal 175, passing grade 75.

Dengan passing grade seperti itu, ditambah lagi subjetivitas pilihan jawaban TKP yang bisa saja bergantung pada faktor2 lain, misalnya karakteristik bidang yg dituju, peserta yang skornya TKP  sedikit saja di bawah passing grade tidak lulus meskipun skor dua tes lainnya sangat tinggi. Pilihan jawabannya yg paling tepat pun biasanya masih bisa diperdebatkan.

Contoh ini, bila dianggap calon homogen. Semua sama. Karena ternyata ada pertimbangan lain yang terkait dengan passing grade, seperti :

Jalur Formasi Khusus: Akumulasi nilai paling sedikit 298 dengan nilai TIU minimal 85.

Putra-putri Papua/Papua Barat: nilai akumulatif 260 dengan TIU minimal 60.

Penyandang disabilitas: nilai kumulatif 260 dan TIU minimal 70.

Eks tenaga honorer K-II: nilai akumulatif minimal 260 dan TIU minimal 60.

Dokter spesialis dan instruktur penerbang: nilai kumulatif minimal 298, dengan nilai TIU 80.

Juru ukur, rescuer, ABK, pengamat gunung api, penjaga mercusuar, pawang hewan, dan penjaga tahanan: akumulasi nilainya paling sedikit 260 dengan nilai TIU minimal 70.

Olahragawan berprestasi internasional: nilai terendah merupakan nilai ambang batas hasil SKD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *