Kumpul Keluarga

sumber gambar : koran-jakarta.com

Tercatat ada 2 momen yang sangat ditunggu oleh setiap orang tua dan juga kakek-nenek. Liburan semester awal dan Ramadhan jelang Idul Fitri. Itulah waktu yang sangat mewah dan istimewa. Saat keluarga kumpul bersama setelah dihajar oleh rutinitas yang semakin hedonism.

Kalau dulu, meskipun orang bekerja, tapi masih sempat silaturrahmi. Kalaupun sibuk belajar, seorang anak masih sempat berkunjung ke tempat saudara, meskipun sekilas. Bahkan, sesama saudara atau tetangga saling berkirim makanan.

Zaman terus bergulir. Berganti satu dengan lainnya. Setelah zaman A dianggap tidak berlaku lagi, berubah menjadi zaman B. Demikian seterusnya. Kehidupan agraris menjanjikan persaudaraan yang erat. Kekerabatan dan kekeluargaan yang hangat. Budaya imigran pun mendesak agraris. Secara tidak langsung juga mengubah tata kehidupan bermasyarakat.

Sekarang, fenomena kehidupan metropolis sudah mendarah daging dari pelosok desa sampai kota  metropolitan itu sendiri sudah menjadi hal yang ‘biasa’. Kerenggangan kekerabatan sangat terasa di era metropolis ini. Acara kumpul keluarga menjadi sangat langka. Karena masing-masing anggota keluarga memiliki kesibukan sendiri-sendiri.

Kumpul Keluarga dalam upaya menjadikan keluarga idaman. Anggota keluarga saling memiliki. Saling berkasih saying. Sesungguhnya keluarga adalah merupakan anugrah yang luar biasa. Menata kehidupan berkeluarga sama halnya seperti menata sebuah negara yang didalamnya seharusnya ada pemimpin yang jujur, beriman, dan bijak yaitu tercermin dari sosok suami / ayah sebagai kepala rumah tangga dan ada wakil pemimpinnya yang selalu siap sedia dengan ikhlas membantu tanggung jawab pemimpin ini tercermin dalam sosok Istri/Ibu yang mampu mengatur aktivitas rumah tangga secara nyaman dan ada rakyatnya yang terjamin kesehatannya, pendidikannya, akhlaknya yang tercermin di dalam anak-anak yang sholeh, berprestasi dan membanggakan.

Untuk itu, setiap kesempatan libur dimanfaatkan dengan sepenuh hati agar keluarga tetap lekat. Bahagia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *