Indonesia Digital Learning 2016 (2)

Mengikuti pelatihan pembelajaran berbasis digital yang diselenggarakan oleh Telokmsel sungguh menyenangkan. Selain materi yang tentu up date, ada beberapa teman yang datang dari luar kita. terjauh yang sempat saya pantau, dari barat : Purwokerto dan Purbalingga. Dari timur : Ponorogo dan Nganjuk. Sungguh pengabdian dan dedikasi mereka patut diteladani.

Tidak menyangka kalau pelatihan kali ini diikuti hampir 400 an guru dari setiap lapisan pendidikan. Fasilitas lain yang harus diapresiasi adalah lokasi penyelenggaraan. Hotel Grand Tjokro Yogyakarta memberi pelayanan yang cukup prima. Meskipun koneksi internetnya agak lamban. Maklum karena hampir semua peserta menggunakan akses internet.

Saya tertarik dengan materi yang disampaikan oleh Prof. R. Eko Indrajit. Penguasaan terhadap Internet dalam kaitannya dengan pendidikan, disampaikan dengan sangat baik. Selain wawasannya luas, tapi orangnya lucu menjurus kocak. Sehingga dari pagi hingga sore peserta tidak terkena sindrome ngantuk.

Ada sebuah bagian materi yang bisa saya share kepada pembaca perihal profil pembelajaran generasi masa kini. Cukup gamblang sebenarnya bila kita baca budaya siswa sekarang. Teknologi yang maju demikian pesat namun tidak diimbangin dengan metode pembelajaran yang tepat. Akibatnya bisa ditebak bagaimana suasana dan kondisi dalam ruang kelas. Satu sisi akses internet memberi kemudahan dalam mencari materi belajar. Disisi lain cara penyampian materi pelajaran demikian tertinggal. Adanya gap yang demikian longgar ini akan menimbulkan dampak cukup memprihatinkan dalam dunia pendidikan.

Indikator pembelajaran masa kini dapat ditemukan perilaku sebagai berikut :

  1. Mereka senang dalam posisi mengendalikan
  2. Mereka senang banyak diberikan pilihan
  3. Mereka senang beraktivitas dalam kelompok
  4. Mereka senang berada dalam lingkungan inklusif
  5. Mereka sangat mahir menggunakan teknologi
  6. Mereka memiliki pola pikir yang berbeda
  7. Mereka cenderung senang mengambil resiko
  8. Mereka mudah bosan dalam kondisi yang monoton
  9. Mereka senang berpetualang dalam berbagai hal
  10. Mereka sangat kreatif dan Inivatif
  11. Mereka senang bekerja di lingkungan yang menyenangkan

Itulah ciri-ciri generasi saat ini yang cakap teknologi (catek) bukan gagap teknologi (gaptek). Andaikan sekolah mengambil 2 (dua) saja dari sekian indikator dan mengelola dengan cara-cara kekinian, bukan tidak mungkin generasi yang akan datang memunculkan orang yang mampu meraih prestasi yang gemilang lewat digital learning.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *