STEM Citaku

sumber gambar : https://www.google.com/search?q=STEM&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj0_dKP4-fhAhUaf30KHYJODJ0Q_AUIDigB&biw=1366&bih=654#imgrc=zBNUr91UmLXcXM:

STEM merupakan pendekatan model pembelajaran interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics. Torlakson (2014) menyatakan bahwa pendekatan dari keempat aspek ini merupakan pasangan yang serasi antara masalah yang terjadi di dunia nyata dan juga pembelajaran berbasis masalah. Berbagai model pembelajaran yang telah dipelajari dan dilaksanakan berbaur menjadi sebuah magnet yang namanya STEM. Cara ini diperlukan saat ini dan yang akan datang.

Di masa depan ada tiga tantangan yang harus dihadapi : kehidupan di abad ke-21, menyiapkan generasi emas dan implementasi kurikulum nasional. Ada tiga kecakapan yang harus dikuasai bila masuk pada abad ke-21. Learning and Innovation Skill, Life and Carrer Skill dan Digital Literacy. Ketiga kecakapan ini harus dikuasai. Manakala kehidupan masih bergantung pada seseorang, maka peran kebaraannya tidak diperhitungkan bahkan tersingkir.

Tantangan bagi bangsa Indonesia menuju generasi yang akan datang, sangatlah komplek. Kita ambil contoh, misalnya perkembangan teknologi informasi. Dari sudut ini saja, banyak yang dibuat kalang kabut dengan kehadiran beberapa aplikasi yang mempromosikan diri akan menyelesaikan segala permasalahan. Namun berakhir dengan keterasingan atau bahkan mengundang keributan hanya karena salah menafsirkan atau menggunakan.

Pola STEM bisa diuraikan secara singkat. Sains : mengkaji tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran. Teknologi : inovasi untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Enginering : Pengetahuan dan ketrampilan untuk mendesain dan mengkonstruksi mesin, material, dan proses yang bermanfaat bagi manusia. Matematika : Ilmu tentang pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan Bahasa bagi teknologi, sains dan engineering.

STEM dalam ranah pendidikan, adalah pendekatan antar pelajaran (inter-disipliner) dalam pembelajaran dimana konsep akademis digabungkan dengan pembelajaran dunia nyata ketika siswa menerapkan sains, teknologi, teknik dan matematika. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STEM secara langsung memberikan latihan kepada peserta didik untuk dapat mengintegrasikan masing-masing aspek sekaligus. Proses pembelajaran yang melibatkan keempat aspek akan membentuk pengetahuan tentang subjek yang dipelajari lebih dipahami.

Penggunaan pendekatan STEM dalam bidang pendidikan memiliki tujuan agar siswa mampu beradaptasi dan bertahan menghadapi perubahan kondisi. Mampu berfikir tritis dan dapat menyelesaikan masalah. Mampu bekerja sama dengan orang lain. Mampu memahami bagaimana seluruh system bekerja. Hal ini dibutuhkan saat menentukan pilihan, menganalisa dan mengevaluasi system.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *