Menyemai Budaya Adi Luhung

sumber gambar : koleksi pribadi

Tak seorangpun dapat mendefinisikan dengan tepat tentang “Budaya”. Namun begitu, seorang budayawan mampu mengurai sendi-sendi kebuyaan dengan pendekatan ilmu tertentu. Mulai dari sejarawan, sosiolog, antropolog, bahkan seorang agamawan mampu menguraikan tentang budaya. Sebab budaya itu adalah kehidupan itu sendiri. Maju mundurnya kebudayaan tergantung dari kesepakatan manusia dalam koloni.

Menurut kamus hidup (Wikipedia.org) budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Disisi yang lain budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Sedangkan kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala suatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.

Kebudayaan yang kita miliki saat ini, merupakan hasil rekayasa nenek moyang kita bagaimana cara memandang hidup. Mereka bisa mempertahankan hidup sesuai dengan kemampuan yang dimiliki saat itu dan menemukan cara-cara, agar anak keturunannya tidak musnah. Hasil-hasil rekayasa itu yang sekarang kita kenal dengan kebudayaan.

Sebagai anak keturunan dari mereka, tentu sangat menjunjung tinggi dan memberi penghargaan yang tak ternilai dari penemuan-penemuan, sehingga budaya hidup kita lebih mudah. Budaya yang kita terima jangan sampai musnah. Tentu diimbangi dengan perkembangan jaman. Memodifikasi antar budaya haruslah yang arif dan bijaksana. Tidak menafikan satu dengan lainnya.

Sebagai ujud terima kasih, hendaknya generasi penerus harus mampu melestarikan budaya dengan tidak mengorbankan prinsip pribadi. Ada beberapa cara, bagaimana menjaga  kebudayaan tidak musnah. Pertama, mengimplementasikan kebudayaan dalam pelajaran. Saat ini pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah Indonesia terbukti cukup mampu mengenalkan kebudayaan lokal sejak usia dini.

Kedua, Inovasi budaya. Tidak sedikit masyarakat modern cenderung enggan untuk mengikuti dan mencari tahu tentang budaya asli Indonesia lantaran tidak mengikuti perkembangan zaman. Dengan kemajuan internet seperti sekarang, budaya-budaya lokal perlu usaha berinovasi dengan kemasan yang lebih modern dengan tidak meninggalkan jejaknya.

Ketiga, festival budaya. Festival budaya di Indonesia memang masih menjadi kegiatan rutin diberbagai daerah. Ini memang menjadi cara yang paling ampuh untuk mengenalkan budaya lokal baik kepada masyarakat sekitar ataupun masyarakat yang bukan pribumi. Dengan mengadakan acara seperti festival budaya rutin, ini akan membantu untuk lebih menarik perhatian bagi masyarakat tentang kebudayaan lokal.

Keempat, mengajarkan di sekitar lingkungan. Mengajarkan budaya kepada orang lain, agar mereka mengenal budaya yang kita miliki. Ada beberapa elemen dari lapisan masyarakat yang bisa diajak kerjasama untuk mengenalkan budaya. Dengan pendekatan yang yang halus dan manusia, tentu mereka juga akan memanusiakan kita dan budayanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *