Workshop on STEM and Integrating Scientific Calculator in Mathematics Education

STEM merupakan pendekatan model pembelajaran interdisiplin antara Science, Technology, Engineering and Mathematics. Berbagai model pembelajaran yang telah dipelajari dan dilaksanakan berbaur menjadi sebuah magnet yang namanya STEM. Cara ini diperlukan saat ini dan yang akan datang.

Pola STEM bisa diuraikan secara singkat. Sains : mengkaji tentang fenomena alam yang melibatkan observasi dan pengukuran. Teknologi : inovasi untuk memodifikasi alam agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Enginering : Pengetahuan dan ketrampilan untuk mendesain dan mengkonstruksi mesin, material, dan proses yang bermanfaat bagi manusia. Matematika : Ilmu tentang pola-pola dan hubungan-hubungan, dan menyediakan Bahasa bagi teknologi, sains dan engineering.

SEAQIM singkatan dari SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematic didirikan pada tanggal 13 Juli 2019 merupakan bentuk kontribusi pemerintah Indonesia dalam penguatan Kompetensi PTK di Asia Tenggara. SEAQIM beralamat di Jalan Kaliurang km 6, Sambisari, Condongcatur , Depok Sleman atau satu lokasi dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK Matematika)

Visinya, Menjadi pusat keunggulan professional dalam bidang pengajaran sains untuk guru dan tenaga kependidikan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Sedangkan misinya adalah : Menyediakan program-program professional yang relevan dan bermutu untuk guru sainsdan tenaga kependidikan melalui pengembangan kapasitas, berbagai sumber daya penelitian dan pengembangan, dan jejaring kerja sama.

Hari ini Sabtu, 13 Juli 2019 akan berbagi ilmu yang berlabel workshop. Pelatihan yang diikuti oleh 30 orang dari berbagai sekolah yang ada di DIY akan menampilkan Pastitta Ayu Laksmiwati, M. Pd dan Wahid Yunianto, M. Sc, M.A. sebagai pemateri.

Ada dua materi yang ditawarkan yaitu : STEM Activity Eksploration dan Integration of Scientific Calculator in Mathematics Teaching and Learning.

Di masa depan ada tiga tantangan yang harus dihadapi : kehidupan di abad ke-21, menyiapkan generasi emas dan implementasi kurikulum nasional. Ada tiga kecakapan yang harus dikuasai bila masuk pada abad ke-21. Learning and Innovation Skill, Life and Carrer Skill dan Digital Literacy. Ketiga kecakapan ini harus dikuasai. Manakala kehidupan masih bergantung pada seseorang, maka peran kebaraannya tidak diperhitungkan bahkan tersingkir.

STEM dalam ranah pendidikan, adalah pendekatan antar pelajaran (inter-disipliner) dalam pembelajaran dimana konsep akademis digabungkan dengan pembelajaran dunia nyata ketika siswa menerapkan sains, teknologi, teknik dan matematika. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STEM secara langsung memberikan latihan kepada peserta didik untuk dapat mengintegrasikan masing-masing aspek sekaligus.

Penggunaan pendekatan STEM dalam bidang pendidikan memiliki tujuan agar siswa mampu beradaptasi dan bertahan menghadapi perubahan kondisi. Mampu berfikir tritis dan dapat menyelesaikan masalah. Mampu bekerja sama dengan orang lain. Mampu memahami bagaimana seluruh system bekerja. Hal ini dibutuhkan saat menentukan pilihan, menganalisa dan mengevaluasi system.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *