Pengolahan Data : Hasil Main Survey AKSI 2019

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) terus berupaya untuk meningkatkan Pendidikan. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 yang berisi tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian Hasil Belajar menunjukkan sikap kepedulian terhadap Pendidikan.  Bambang Suryadi, sebagai ketua BSNP menilai bahwa “UNBK telah terbukti efektif meningkatkan indeks integritas dalam pelaksanaan UN. Tantangan kita berikutnya adalah meningkatkan prestasi dan capaian dalam UN. Untuk itu perlu ada perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran,”

Lebih jauh, Muhajir Effendy selaku mengungkapkan bahwa “Secara substantif kita meningkatkan kualitas soal ujian, baik ujian nasional maupun ujian sekolah berstandar nasional, yaitu dengan memasukkan secara bertahap standar yang disebut High Order Thinking Skill (HOTS). Kita juga sudah latih guru-guru untuk dapat membuat soal dengan standar HOTS,”

Ditemukan keselarasan antara pengukuran capaian hasil belajar siswa berdasar ujian nasional dengan capaian beberapa penilaian internasional. Hasil ujian nasional tidak jauh berbeda dengan hasil capaian siswa Indonesia pada Program for International Student Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS).

Hasil penilaian menunjukkan bahwa siswa-siswa Indonesia masih lemah dalam kecakapan kognitif order tinggi (higher order thinking skill/HOTS); seperti menalar, menganalisis, dan mengevaluasi. Fakta tersebut mendorong upaya penguatan kemampuan penalaran siswa dalam pembelajaran. Siswa perlu dilatih dan dibiasakan mengerjakan soal-soal yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan menghasilkan solusi, sebagai salah satu kecakapan untuk bersaing di abad ke-21.
Meskipun masih dalam tahap keprihatinan kita, Kemdikbud berupaya seoptimal mungkin lewat guru-guru yang dimiliki agar selalu terus meningkatkan kompetensinya. Berbagai macam pelatihan telah dan akan terus diselenggarakan. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Yogyakarta sendiri, akan terus mengusahakan agar guru menjadi professional.

Setiap saat, ukuran kompetensi terus berubah sesuai dengan laju perkembangan teknologi. Pengukuran hasil belajarpun menggunakan teknologi informasi, agar hasilnya akuran, cepat dan tepat. Sehingga untuk selanjutnya, agar segera dibuat evaluasi sedini mungkin.

Ujian sekarang sudar berstandar nasional. Maka ujian nasional kita juga harus ditingkatkan menjadi standar Internasional. Oleh karenanya, model PISA dan TIMSS sudah harus dikenalkan pada siswa. Siswa diajak untuk dilatih model-model soal yang bertipe HOTS. Pelatihan Pengolahan Data hasil main survey AKSI 2019, yang menganalisis hasil model soal-soal tersebut didiskusikan Bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *