Kita Dimanjakan Teknologi Informasi

Teknologi diciptakan dengan satu tujuan agar user end (pengguna) lebih mudah dalam mengerjakan sesuatu. Usaha dan biaya ditekan serendah mungkin, tapi dengan mengharap hasil se maksimal mungkin. Prinsip efektif dan efisien, benar-benar diterapkan. Teknologi informasi sangat memungkinkan bagi siapa saja yang akan menata dan menggunakannya.

Era ini sudah masuk dalam disrupsi. Bila tak bersahabat dengan era milenial akan terlindas, atau bahkan tersuruk di sudut yang paling dalam. Kecepatan perkembangan teknologi informasi bahkan tidak bisa diprediksi untuk masa yang akan datang. Beberapa program atau aplikasi yang beredar bahkan di luar nalar manusia. Semula mustahil, sekarang dapat terwujud.

Sebagai manusia yang turut serta dalam berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa, memiliki tanggung jawab moral dalam mencetak generasi di masa depan. Selain Pendidikan karakter yang harus tertanam menghujam, perkembangan teknologi informasi juga harus dikuasai. Sangat tak pantas bila anak didik lebih menguasai gawai yang tergenggam setiap saat. Cara menggunakan teknologi boleh dikuasai anak muda, tapi filosofi dalam penggunaan teknologi informasi haruslah dipegang oleh orang tua atau pemangku kepentingan Pendidikan.

Untuk menjawab beberapa kemustahilan di atas, tak lain dan tak bukan, seorang guru harus cakap dalam menjalankan piranti lunak yang sekarang melanda dunia. Muatan yang terkandung dalam Pendidikan semestinya menjadi landasan dalam setiap kali proses belajar mengajar.

Lima hari yang sebenarnya terasa singkat untuk memantik diri dalam berlatih memanfaatkan teknologi sebagai sumber dan sarana belajar. Belajar tak harus cepat dan tergesa-gesa. Belajar tuntas, dari pucuk hingga mengalir sampai akar, perlu hai-hati, terstruktur, dan terampil dalam penggunaan sumber belajar.

Bila, hari kemarin ada pemeo : comot-modifikasi-tempel-share, tampaknya hari ini dan mungkin di masa depan harus rela di amputasi, yaitu modifikasi. Jalur saat ini hanya tiga tahap : comot-tempel-share. Artinya, bahwa sumber informasi demikian melimpah. Guru haruslah pandai mensortir informasi itu, kemudian tempel dan sekaligus share.

Microsoft Form dan Google Form adalah piranti yang digandrungi oleh siapapun. Dua raksasa TI itu selalu bersaing untuk mendapatkan keuntungan. Menjual piranti secara on line sedang mewabah. Mereka berdua harus memilki hasil produksinya untuk dimanfaatkan oleh siapapun, termasuk di kalangan Pendidikan. Oleh karenanya, perkembangan aplikasi untuk Pendidikan demikian pesat, tapi juga friendly dalam penggunaannya.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.