Kisah Nabi Nuh dan Banjir Besar: Narasi Global Warming Pertama.

Estafet ajaran monoteisme dari Nabi Adam dan Nabi Idris kemudian berlanjut sampai masa kehidupan Nabi Nuh‘alaihis-salam? Menurut sumber-sumber biblikal, nabi ini dikenal dengan nama Noch(Noah). Berdasarkan sumber Al-Qur’an, nabi ini dikenal dengan nama Nuh. Konon dia hidup mencapai usia 950 tahun. Uniknya, kisah nabi ini tidak hanya direkam dalam sumber-sumber biblikal maupun Al-Qur’an, tetapi juga terdokumentasikan dengan baik lewat kisah-kisah sakral (mitologi) yang dimiliki beberapa bangsa di dunia. Yaitu, lewat mitologi “banjir besar” yang konon telah menghancurkan separoh peradaban dunia. Namun lebih unik lagi, kisah berdasarkan sumber-sumber biblikal, Al-Qur’an, dan mitologi bangsa-bangsa di dunia ini justru mencapai titik temu pada satu peristiwa penting, yaitu banjir besar, dengan indikasi-indikasi yang menyerupai fenomena yang saat ini masyhur disebut global warming. Maka kisah Nabi Nuh dan peristiwa banjir besar pada zamannya bisa jadi merupakan narasi pertama tentang fenomena global warming.     

Mitologi Banjir Besar

Bukan hanya kitab suci agama-agama Smitik saja yang memuat kisah banjir besar pada zaman Nabi Nuh. Di luar doktrin agama-agama Smitik, bangsa-bangsa lain di dunia mengenang peristiwa banjir besar dalam bentuk mitologi. Misalnya, bangsa Sumeria, Babilonia, Yunani, Jerman, dan Irlandia. Sekalipun dikisahkan dengan alur yang beragam, tetapi subtansi mitologi dalam tradisi bangsa-bangsa di dunia bertemu pada sosok yang diyakini sebagai Nabi Nuh.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.