Rasionalisasi Kurikulum 2013

Mengapa perlu adanya pengembangan Kurikulum?

Amanat Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan yang diyakini menjadi faktor berkembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang jaman

Apa saja elemen perubahan dalamKurikulum 2013

Standar Kompetensi Lulusan (SkL), Standar isi (SI), Standar proses dan standar penilaian

Bagaimana proses pembelajaran pada Kurikulum 2013

Proses pembelajaran kurikulum 2013 terdiri atas pembelajaran intrakurikuler dan pembelajaran ekstrakurikuler.  Berupa : Eksplorasi, Elaborasi, dan konfirmasi, Belajar tidak harus di ruang kelas tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat, guru bukan satu satunya sumber belajar, Sikap tidak diajarkan secara verbal tepai dengan contoh

Apa perbedaan kompetensi peserta didik pada Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013

Kurikulum 2006 menekankan aspek pengetahuan sedangkan kurikulum 2013 keseimbangan soft skill dan hard skill

Kurikulum 2006 eksplorasi, kolaborasi, dan konfirmasi, sedangkan 2013 mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mengkomunikasikan

Kurikulum 2006 menekankan aspek pengetahuan, 2013 penilaian pada sikap, ketrampilan, proses dan hasil

Bagaimana pendekatan dan model-model pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Saintifik (mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mengkomunikasikan). Model pembelajarannya :

Model pembelajaran berbasis proyek  Project Based Learning (PJBL)

Model pembelajaran penemuan Discovery Learning (DL)

Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/ PBL)

Bagaimana penilaian pembelajaran dalam Kurikulum 2013?

Penilaian pada model PJBL : penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis proyek yaitu penilaian proyek atau penilaian produk

Penilaian pada model DL : dapat dilakukan dengan menggunakan tes maupun non tes. Bentuk penilaiannya dapat pula menggunakan penilaian proses, sikap, atau penilaian hasil kerja siswa.

Penilaian pada model PBL : penilaian kinerja siswa, penilaian portofolio siswa, penilaian potensi belajar, penilaian usaha kelompok.

Penilaian tidak hanya pada level KD tetapi pada kompetensi inti dan SKL

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.