Inabah (Kembali kepada Allah Swt.)

Ramadhan tahun 1441 H hari kedelapan

Jika kaki seorang hamba sudah mantap berada di tempat pengasingan tobat, maka setelah itu ia beralih ke persinggahan Inabah (kembali kepada Allah Swt.). Allah Swt telah memerintahkan Inabah ini di dalam Kitab-Nya dalam surat Qaf  50 : 6-8. Artinya : “Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”
Allah Swt. juga mengabarkan bahwa pahala dan Surga-Nya diberikan kepada orang-orang yang takut dan kembali kepada-Nya. Allah juga mengabarkan bahwa kabar gembira hanya diberikan kepada orang-orang yang kembali kepada-Nya.

Inabah terbagi menjadi dua macam, pertama : Inabah kepada Rububiyah Allah Swt. Ini merupakan Inabah-nya semua makhluk, baik orang Islam maupun kafir, orang baik maupun jahat. Inabah ini diperuntukkan bagi siapapun yang berdoa kepada-Nya, saat dia mendapat bahaya. Inabah ini tidak mengharuskan untuk orang Islam.

Kedua, Inabah kepada Uluhiyah Allah Swt, ini merupakan Inabah-Nya wali-wali Allah, yaitu cintaya yang meliputi : cinta, tunduk, menghadap kepada Allah Swt dan berpaling dari selain-Nya.

Dalam kitab Manazil As-Sa’irin menjelaskan bahwa inabah menurut bahasa adalah kembali kepada kebenaran, yang dibagi menjadi tiga bagian.

Bagian pertama, kembali kepada kebenaran karena ingin perbaikan, sebagaimana kembali kepada kebenaran karena ingin menyatakan kesalahan dan meminta maaf. Orang yang bertobat ini telah kembali kepada Allah Swt, dengan menyatakan kesalahannya dan membebaskan diri dari kedurhakaan kepada Allah Swt. Tidak ada artinya tobat sambil duduk ongkang-ongkang tanpa usaha.

Bagian kedua, kembali kepada Allah Swt karena ingin memenuhi hak sebagaimana ia kembali, karena ingin menepati perjanjian dengan-Nya, dengan syarat masuk ke dalam ikatan perjanjian dan memenuhi perjanjian itu.

Bagian ketiga, Kembali kepada Allah Swt secara seketika, sebagaimana dorongan untuk memenuhi seruannya. Cara ini bisa ditempuh karena ia merasa putus asa terhadap amal yang telah dilakukan.

Bahan bacaan : Al-Qur’an Cordoba : 33 Tuntunan Al-Qur’an untuk Hidup Anda

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.