Pembelajaran Online dalam Situasi Pendemi

Peristiwa pendemi corona atau covid19 menyisakan banyak permasalahan di kalangan masyarakat. Kesehatan, ekonomi, Pendidikan, bahkan sampai pada keamanan. Semua kasus dalam masyarakat saling berkelindan satu sama lainnya, karena corona.

Virus ini, menurut Dr. drh. Heru Nurcahyo, M. Kes adalah agen penyakit penyebab radang paru (pneumonia). Partikelnya sangat kecil ukurannya nano (10 pangkat minus-9), bukan berupa sel hidup, tidak hidup dan tidak mati, tidak makan, tidak bernapas, TIDAK DAPAT BERGERAK, tetapi dapat berkembang biak. Struktur partikelnya sangat sederhana hanya tersusun atas materi genetik yang paling sederhana yaitu RNA dan dibungkus oleh membran lemak dan protein. Covid19 adalah jenis virus yang bisa membuat manusia mengalami kematian.

Hingga kini, dunia masih memerangi covid19. Setiap negara menyikapi penyebaran virus ini dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan lock down agar virus tak menyebar, ada yang dengan cara mengurangi pergerakan masyarakat. Situasi ini berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi negara setempat. Hampir semua negara mengalami penurunan tingkat ekonomi.

Secara otomatis, di ranah Pendidikan juga tidak jauh berbeda. Pembatasan gerak manusia, menyebabkan Pendidikan mengalami perubahan pembelajaran. Semula, antara dosen dengan mahasisa, guru dengan siswa masih bisa bertatap muka dalam berinteraksi pembelajaran. Namun, covid19 adalah pembeda. Situasi darurat seperti ini membuat dunia Pendidikan harus tetap berjalan agar pembelajaran terus bisa berlangsung, dengan tetap menjaga Kesehatan.

Lahirnya pembelajaran on line sebenarnya sudah sejak lama. Konsep ini muncul karena kemajuan teknologi informasi, terutama internet yang semakin murah dan terjangkau oleh masyarakat. Disamping itu, jarak antara nara sumber dan audience menjadi alasan mengapa pemberian materi dilakukan dengan cara on line.

Munculnya pendemi corona sedikit memaksa Lembaga Pendidikan menerapkan belajar dalam jaringan (daring). Pelaksanaan daring tak lantas berjalan sesuai harapan, dan muncul beberapa problematika. Karena pembelajaran daring mensyaratkan beberapa sarana dan teknis pelaksanaanya, anatara lain :

Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM). Tanpa SDM mustahil program ini dapat berjalan. Guru dan juga pemangku kepentingan dalam Pendidikan harus senantiasa memperbaharui potensi yang ada dalam dirinya, agar pembelajaran mengalami kekinian. Sudah tidak waktunya lagi menunggu dan hanya menerima dari atasan. Sebab kemajuan peradaban dari berbagai sudut menuntut manusia untuk menyesuaikan atau bahkan memegang kendali dari kemajuan itu sendiri.

Seorang guru, tidak boleh kalah dengan siswa, atau setidaknya berjalan seiring dengan siswa dalam penguasaan teknologi informasi. Geger budaya yang kita rasakan sejak melawan pendemi corona, terlihat dari kesiapan seorang guru mengelola pembelajaran daring. Ada banyak beragam kondisi yang dialami oleh guru. Ada yang sudah siap, ada yang sedang-sedang saja, tapi tak sedikit yang terpaksa harus belajar.

Kondisi ini dipekeruh oleh ketersediaan aplikasi yang melayang-layang dalam jagat maya. Berbagai macam aplikasi menawarkan kemudahan, efektif dan efisien untuk dipergunakan dalam pembelajaran on line. Guru yang baik adalah mereka yang mampu memilih dan memilah. Kapan saat menggunakan video covenerence (vicon), kapan menggunakan weeb dan semacamnya, dan kapan memanfaatkan surel.

Kedua Sarana dan Prasaran, agar pembelajaran daring tentu membutuhkan sarana. Dalam hal ini Pemerintah harus bertanggung jawab dengan prinsip pemerataan, dan kondisi minimal yang harus terpenuhi. Pertumbuhan Teknologi Informasi, di Indonesia termasuk pesat. Kepesatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain sangat besar. Pendidikan membutuhkan interaksi dengan orang lain.

Pemerintah, juga harus mampu meningkatkan SDM, dengan memanfaatkan sarana yang ada. Peningkatan prestasi dan kualitas SDM guru khususnya, diprioritaskan dalam ranga mengejar covid19. Jalan pintas juga bisa ditempuh agar ketersediaan tenaga yang handal segera teratasi. Menciptakan iklim budaya disiplin dan rasa tanggung jawab dikalangan pendidik  dan tenaga kependidikan harus terealisir segera, apabila tidak mau dikejar dengan adanya pendemi corona.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.