Pilihan Hidup

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- pernah bersabda:

اِنَّ اْلاِسْلاَمَ بَدَأَ غَرِيْبًا وَ سَيَعُوْدُ غَرِيْبًا كَمَا بَدَأَ، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ مَا اْلغُرَبَاءُ؟ قَالَ: اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ. و فى رواية، فَقَالَ: اَلَّذِيْنَ يُحْيُوْنَ مَا اَمَاتَ النَّاسُ مِنْ سُنَّتِى.

“Pada mulanya Islam itu asing dan akan kembali asing sebagaimana pada mulanya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing“. Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang yang asing itu ?” Beliau bersabda, “Mereka yang melakukan perbaikan dikala rusaknya manusia”. Dalam riwayat lain beliau menjawab, “Yaitu orang-orang yang menghidupkan apa-apa yang telah dimatikan manusia daripada sunnahku”.

Begitulah sahabat…
Menjadi muslim yang baik itu pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan…

Menapaki jalan hidayah sejengkal demi sejengkal, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan…

Menghapus satu demi satu kesalahan dengan taubat dan penghambaan yang jujur, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan…

Berdakwah mengajak pada sunnah ditengah fanatisme madzhab, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan…

Menaikkan celana hingga mata kaki serta membiarkan janggut tumbuh, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan…

Menjomblo demi menjaga kehormatan diri disaat yang lain gonta-ganti pacar pada mulanya adalah pilihan yg mengasingkan…

Menetapi Manhaj para salafusshalih dengan sungguh-sungguh, pada mulanya adalah pilihan yang mengasingkan…

Iya… Semua itu adalah pilihan yang mengasingkan…

Paling tidak pada awalnya. Lalu untuk waktu yang sedikit lama.
Namun pada akhirnya, akan ada hari ketika Allah memberi kemenangan…

Dihari itu… kita akan bersuka cita saat semua manusia berbondong2 bernaung di bawah payung As-Sunnah, bersama bertasbih memuji-Nya diatas bahtera tauhid.

Bila hari itu tiba, kesepian dan keterasingan yang kita rasakan saat ini kelak hanya menjadi sebuah cerita yang akan kita di awali dengan kata “Dulu..” untuk anak-anak kita. “Nak dulu abi begini, dulu abi begitu”

Sahabat…
Saya tidak bicara soal keterasingan yang biasa, Karena dipuncak keterasingan ini ada janji dari Rasul mulia…

”Maka beruntunglah orang-orang yang asing itu”

ACT El-Gharantaly, حفظه الله

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *