Bangkrut

Ramadhan tahun 1441 H hari keduapuluh satu

Pada masa Renaisans, di Italia para pedagang memasang bangku panjang. Di situ uang dionggokkan. Orang dapat menitipkan uangnya di sana dan mengambilnya kapan saja. Uang itu merupakan pinjaman dari pedagang dan dapat dipinjamkan Kembali kepada siapa saja yang memerlukan. Bangku Panjang itu disebut banca. Kadang-kadang uang titipan itu habis, karena sebab yang macam-macam. Tentu saja, orang-orang yang menitipkan uang marah bila mereka tak dapat mengambilnya kembali. Mereka melepaskan kemarahan dengan menghancurkan banca.

Dalam Bahasa Italia, bangku yang rusak itu disebut banca rotta. Dari Bahasa itu berkembang melalui banqueroute (Perancis), masuklah nama bangkrut dalam Bahasa Indonesia. Bangkrut adalah istilah perbankan untuk menunjukkan keadaan ketika pihak yang berutang dinyatakan tidak sanggup membayar utang-utangnya.

Pada zaman Romawi, kreditor yang tidak dapat menyita kekayaan debitur secara hafiah dapat memotong-motong tubuh debitor dan membagikannya kepada kreditor. Mereka juga mengambil paksa anggota-anggota keluarganya dan menjadikan mereka budak. Di Inggris, pada masa King James (1603-1625), debitur yang bangkrut dipasung dalam pasukan besi di tempat-tempat keramaian. Bila kebangkrutannya itu bercampur dengan penipuan atau penyalahgunaan dana, pelakunya dihukum mati.

Di sini. Hukum dijalankan tidak oleh kepolisian, tapi oleh sekelompok orang yang disebut debt collector. Jika Anda tidak dapat membayar utang Anda, beberapa orang berwajah seram akan mengambil paksa kekayaan Anda.

Apa yang akan terjadi bila Anda mengalami kebangkrutan?

Pertama, Anda akan menghadapi kekerasandari penagih

Kedua, Anda akan menderita kesumpekan dan kesedihan

Ketiga, Anda akan ditimpa kelesuandan kemalasan

Keempat, Anda akan menderita kecemasan dan kehati-hatian yang berlebihan dalam pengeluaran harta.

Apa yang harus dilakukan sebagai Umat Islam? Nasihat Rasulullah saw : “Katakanlah pada waktu pagi dan sore hari : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesumpekan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari kelesuan dan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kebakhilan. Aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan kekerasan orang”.

Disarikan dari buku Reformasi Sufistik karya Jalaluddin Rakhmat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.