Cinta Kasih

Ramadhan tahun 1441 H hari keduapuluh enam

Rasulullah telah bersabda :

”Demi Dzat yang jiwaku dalam kuasa-Nya, kalian tak akan masuk surga sebelum kalian beriman, dan kalian belum dianggap beriman sebelum satu sama lain saling mencintai dan mengasihi.”

Cinta kasih adalah ruh kehidupan dan pilar bagi lestarinya umat manusia. Apabila kekuatan gaya grafitasi dapat menahan bumi dan bintang-bintang dari saling bertumbukan dan runtuh, maka perasaan cinta kasih itulah yang menjadi kekuatan penahan dari terjadinya perbenturan antar manusia yang menjadikan kehancuran. Inilah cinta kasih yang kemanfaatannya telah diketahui oleh umat manusia, sehingga lahirlah ucapan “seandainya cinta dan kasih sayang itu telah berpengaruh dalam kehidupan, maka manusia tak lagi memerlukan keadilan dan undang-undang”.

Cinta adalah satu-satunya mutiara yang dapat memberikan keamanan, ketentraman, dan kedamaian. Kita mencintai segala sesuatu dan segenap manusia, bahkan mencintai kesulitan dan rintangan, sebagaimana kita mencintai nikmat dan kesenangan. Rintangan justru menumbuhkan semangat dan kekuatan untuk mengatasinya, sehingga jiwa bangkit dan bergerak dengan penuh gelora. Nikmat dan kesenangan adalah ibarat angin yang dapat mendinginkan dan melembutkan panasnya medan perjuangan.

Sebagai seorang mukmin, memiliki pandangan yang tajam terhadap rahasia kejadian alam. Maka dia mencintai Allah yang memberikan kehidupan. Dia mencintai Allah, sebagai manusia yang mencintai keindahan, karena telah dilihatnya ciptaan Allah itu penuh keindahan dan serba teratur. ”Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan dengan sebaik-baiknya.” As-Sajadah 32: 7.

Orang Mukmin mencintai Allah sepenuh hati, melebihi cinta manusia kepada kedua orang tuanya, kepada anaknya, bahkan kepada dirinya sendiri. Dia pun mencintai apa yang datang dari Allah dan apa saja yang dicintai-Nya. Dia cinta berpindah dari kegelapan kepada cahaya terang. Dia mencintai Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh bangsa. Dia mencintai orang-orang saleh, yakni yang mencintai Allah dan Allah cinta kepada mereka.

Di antara buah perasaan cinta kasih yang tumbuh dari keimanan dalam hati orang mukmin ialah bebas dari perasaan dengki dan dendam. Benih-benih kedengkian menjadi sirna oleh cahaya iman. Maka di sepanjang waktu jiwa orang yang benar-benar beriman senantiasa bersih dan suci, dan senantiasa berdoa.

Disarikan dari buku : Merasakan Kehadiran Tuhan karya Dr. Yusuf Qardhawi.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.