Tiga Fenomena Alam

Kurang dari 24 jam, tiga kejadian alam hadir, di tengah-tengah masyarakat. Peristiwa alam yang bisa diprediksi maupun tidak bisa diperkirakan. Gerhana matahari cincin yang terjadi pada hari minggu 21 Juni 2020 di sekitar pukul 13.00, adalah peristiwa alam yang bisa dihitung kapan terjadinya.

Peristiwa meletusnya gunung Merapi pada hari Minggu, 21 Juni 2020. Salah satu gunung paling unik ini Meletus pada pukul 09.13 dan 09.27 WIB. Tidak seorangpun dapat memperkirakan kapan gunung Merapi akan Meletus, sekalipun mengenal tanda-tandanya. Gunung yang berdampingan dengan Gunung merbabu, memiliki ciri mengeluarkan lahar, awan berdebu dan panas.

Kejadian lain adalah gemba bumi yang berpusat di Pacitan, berkekuatan 5.0 skala richter. Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 22 Juni 2020 sekitar pukul 01.56 WIB. Lokasi kejadian tepatnya pada koordinat episenter pada 9.00 LS dan 110.93 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 km arah Barat Daya Pacitan pada kedalaman 50 km.

Gerhana matahari adalah fenomena yang terjadi ketika bulan terletak di antara bumi dan matahari. Bulan menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Meskipun bulan lebih kecil dari matahari, namun bulan dapat menutupi matahari karena bulan lebih dekat ke bumi dibanding matahari. Ketika bumi, bulan, dan matahari sejajar, bayangan bulan jatuh di bumi menutupi matahari. Bayang-bayang bulan yang jatuh ke permukaan bumi memiliki dua bagian yaitu bayangan inti (umbra) dan bayangan tambahan (penumbra).

Peristiwa gerhana maupun gerhana bulan bisa dihitung kapan saat terjadinya, lama terjadinya dan di daerah mana kejadian ini akan berlangsung. Para astronom dan ahli di bidang lainnya tak akan pernah meninggalkan peristiwa ala mini. Hampir selalu meninggalkan fenomena alam yang akan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Meletusnya gunung Merapi ibarat sebuah peristiwa yang selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya sekitar Yogyakarta dan Magelang. Bahkan karena sering meletus, oleh masyarakat dianggap biasa. Tapi tidak biasa bagi para ahli. Mereka selalu menemukan hal-hal yang baru dibalik fenomena alam ini. Selalu ada berkah untuk kehidupan manusia.

Pergeresan lempeng bumi Kembali terjadi di sekitar Pacitan. Kota seribu gua ini, terletak di sisi pantai selatan memang rawan terhadap gempa, sebagaimana pantai pangandaran dan sekitarnya. Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal  akibat aktivitas subduksi  Lempeng Indo Australia menyusup di bawah Lempeng Eurasia. Hal ini menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme sesar naik  (Thrust Fault).

Apapun peristiwa alam, baik bencana maupun fenomena lain, bagi seorang muslim tetaplah harus diambil ibrahnya. Tak satu kejadianpun tanpa sepengetahuan Allah. Setiap Allah menurunkan peristiwa alam, dipastikan mengandung hikmah. Alam menjadi seimbang lagi. Alam menyesuaikan dirinya sendiri.

Pesan Rasulullah, andai menemui peristiwa alam supaya mengagungkan asma Allah.  

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.