Filateli

Saya pernah punya pengalaman mengikuti sejenis kursus filateli beberapa tahun yang lalu. Tempatnya di Kantor Pos. Karena saya utusan sekolah, sebenarnya tidak tahu menahu tentang filateli. Bersama-sama dengan kawan, kami berangkat dengan persepsi yang kosong tentang filateli.

Jauh sebelum saya mengikuti kursus, saya pernah melihat teman yang hobi mengumpulkan perangko. Bermacam-macam perangko ia kumpulkan dari tahu tertentu sampai tahun terakhir (saat itu). Gambar dan warnanya bermacam-macam. Lebar perangkopun beraneka ragam, dan ditata sesuai dengan lebar dan sempitnya perangko.

Perangko ditata rapi di album khusus perangko. Saya juga berfikir saat itu, untuk apa mengumpulkan perangko. Sehingga saat saya melihat teman mengumpulkan perangko dan saat saya berangkat mengikuti kursus filateli, otak saya kosong tentang filateli.

Setelah dijelaskan oleh sang pemandu, barulah saya bisa mengerti bahwa kegiatan berfilateli sangat bermanfaat, terutama mengingat moment tertentu. Misalnya ada sebuah perangko bergambar kapal dan Laksamana Jos Muda Jos Sudarso. Maksud pemerintah menerbitkan perangko ini adalah dalam rangka Hari Dharma Samudra yang jatuh pada tanggal 15 Januari 1962.

Hari Dharma Samudra untuk mengenang peristiwa heroic di Laut Aru. Peristiwa ini merupakan pertempuran yang melibatkan tiga kapal cepat torpedo TNI Angkatan Laut, yaitu kapal perang RI Macan Tutul, Kapal Perang RI Harimau dan Kapal Perang RI Macan Kumbang.

Sejarah mencatat, pertempuran Laut Aru antara Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) melawan Belanda. Dalam peristiwa yang kini diperingati sebagai Hari Dharma Samudera tersebut, Yos Sudarso gugur sebagai pahlawan bangsa.
Membuat perangko bukan perkara yang gampang. Penerbitan sebuah perangko bukanlah asal cetak. Tim ahli akan mengkaji, seberapa penting nilai-nilai sejarah yang terkandung dari munculnya sebuah perangko. Seberapa penting bagi kepentingan bagi negara. Apakah berkontribusi terhadap nilai-nilai kesejarahan, budaya, keragaman berbangsa dan bernegara?

Dalam perkembangannya, ternyata filateli telah bukan hanya bercerita tentang sejarah dan budaya. Filateli saat ini telah berkembang menjadi hobi hobi mengumpulkan perangko dan benda-benda pos lainnya. Orang yang memiliki hobi ini disebut filatelis. Kebanyakan filatelis mengutamakan untuk mengumpulkan benda-benda pos edisi lama. Mulai dari perangko, sampul hari pertama kartu pos, dan lainnya.

Sampul hari pertama adalah sebuah istilah yang akrab dengan dunia filateli yang artinya amplop yang diterbitkan oleh PT. Pos Indonesia bersamaan dengan penerbitan perangko baru. Semakin tua usia benda pos yang dikumpulkan, maka harganya semakin tinggi. Biasanya di setiap kantor pos besar terdapat loket atau ruang filateli.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.