Naik Kereta Api Lagi

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Awal kereta api Fajar Utama diluncurkan, saya tidak berhasil menikmati dalam golongan awal penikmat naik sepur. Idaman datang tatkala jelang pertengahan tahun 90 an. Naik kereta api Fajar Utama atau Senja Utama ibarat seseorang yang mendapay kehormatan. Orang jawa bilang setengah bejo setengah gelo. Bejo karena bisa naik kereta yang masuk katagori eksekutif. Gelo katena harus merogoh dompet lebih dalam.
Dengan uang seratus ribu rupiah sudah bisa  menikmati kereta super cepat. Dari Jogja pukul 07.00 sampai di Jakarta pukul 16.00. Kala itu dianggap paling cepat. Kereta berjalan baru beberapa metet sudah dihidangkan sepiring nasi goreng. Siang dapat jatah snack. Gerbongnya ber AC. Disediakan bantal. Sambutan kru-nya bak pramugari. Intinya mewah dan di uwongke (dimanusiakan).

Hanya sekali saja saya merasakannya. Setelah itu, jangankan menggunakan jasa kereta api, mencium saja tidak pernah. Selebihnya saya menggunakan transportasi lain bila hendak bepergian ke luar kota.
Saya memang lahir di daerah pegunungan. Amat jauh dari rel kereta api. Bayangan saat itu yang namanya kereta api, bentuknya kotak besar nerwarna hitam bisa berjalan. Sehingga kurang familier untuk menggunakan transportasi dengan kereta api.
Barulah kesempatan itu muncul lagi pada hari sabtu 27 Mei 2016. Saya punya agenda pulang dari jakarta. Saya lihat waktuku agak luang. Kuputuskan saat itu menggunakan kereta api. Sambil membuktikan bahwa perusahaan kereta api sudah jauh lebih baik pelayanannya sejak dipegang Pak Jonan. Aku juga ingin melihat hampatan sawah yang menghijau. Gunung yang membiru serta awan yang diselimuti kabut. Sesekali hujan rintik menambah musik alam semesta memang harmoni.
Ternyata terbukti bahwa layanannya lebih baik. Mulai dari pemesanan tiket sampai ketepatan waktunya. Sebagai penumpang tak harus ke loket tiket. Apalagi harus antri. Sebuah pemandangan puluhan tahun yang lalu. Booking tempat duduk cukup dari meja kerja. Bahkan bisa pesan saat Anda sedang bersenfau gurau dengan keluarga atau kolega. Pembayaran juga tak perlu ke stasiun. Cukup dengan mitra kerja yang telah ditunjuk oleh PT KAI. Boleh pula di kotak ATM. Asal sudah memiliki kode booking.
Setelah booking dan transaksi pembayaran dilakukan, selanjutnya tinggal menunggu saat bepergian. Sekali lagi, tiket tak perlu antri didepan loket. Cetak sendiri dengan fasilitas yang telah disediakan. Sangat mudah dan privat. Segalanya diusahakan sendiri.
Jaminan bahwa seorang penumpang dapat jatah tempat duduk sesuai dengan pesanan terbukti. Jaminan bahwa seorang mendapat pelayanan  yang proporsional juga terbukti. Mengapa proporsional? Karena PT KAI memberikan layanan sesuai dengan tingkat harga. Namun, kesan bahwa dalam kereta api terlihat kumuh tak terbukti. Penumpang memang benar-benar mendapat servis yang baik.
Kenyamanan dalam berkendaraan tunai sudah. Bila Anda memiliki waktu yang luang  dan uang saku yang pas-pasan jangan khawatir. Pilihlah gerbong yang sesuai. Jangan lupa lihat waktu dan jarak tempuhnya. Ukur pula ketahanan perut selama melakukan perjalanan. Bawalah bekal yang cukup. Karena jajan di gerbong makan harganya berlipat ganda.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *