Memilih Kawan

Sahabat, rekan, kawan adalah mitra dalam berprestasi bila dioptimalkan dengan cermat. Memang tidak mudah mencari teman. Kalau hanya untuk berkelakar banyak rekan berserakan. Namun sahabat yang mampu dan tahu kondisi kita bukan perkara mudah. Kawan adalah mitra dalam perjuangan. Kawan adalah tempat mengadu tumpahan suka duka.

Tidak heran maka sejak kecil kita dikenalkan dengan betmain dengan teman. Tak lain hanya untuk sosialisasi dengan lingkungan. Bila anak bermain dengan teman merasa cocok, sejatinya ia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mampu menyerap karakter orang lain. Oleh karenanya bersosial dengan orang lain harus dikenalkan sejak dini. Karena sesungguhnya berkawan itu pada dasarnya menggapai prestasi.

Jika Anda ingin memiliki masa depan cerah, perilakunya terpuji, serta memiliki wawasan luas, maka Anda harus pandai dalam memilih teman. Berikut tips dalam memilih teman :

Pertama. Jangan terlalu berhubungan dengan orang yang bodoh, ini akan membuat waktu Anda terbuang percuma. Hal ini akan membuat produktivitas Anda berkurang. Bahkan ada pepatah arab yang sedikit keras mengatakan ”Tarkul jawabi alal jahili jawabun” yang berarti, jawaban yang paling tepat untuk orang bodoh adalah diam. Orang itu bukan membantu tapi membebani. Berkolaborasi dengan orang bodoh sama saja melebur investasi kita tanpa makna. Hilang lebur tak berbekas.

Kedua. Jauhi orang yang pelit. Orang yang pelit akan berpikir 1.000 kali untuk memberikan bantuan pada Anda. Tidak hanya materi, dia juga akan malas untuk memberikan bantuan berupa tenaga dan pikiran. Orang serba itungan sesungguhya orang yang egois. Hanya memikirkan dirinya sendiri. Mau melakukan sesuatu asal dia tidak rugi.

Ketiga. Jauhi orang yang suka berbuat dosa dan kriminal. Berteman dengan orang seperti ini justru akan menjerumuskan Anda ke dalam masalah. Sebelum hal tersebut terjadi sebaiknya Anda menghindar. Masyarakat sekarang sudah semakin cerdas. Ia mampu menilai seseorang bukan dari raganya. Bukan dari ujud badannya. Tapi mereka menilai justri dari pergaulannya. Dari akhlaknya. Meskipun cantik atau ganteng tapi sering membebani masyarakat, ia akan ditinggalkan oleh masyarakat sendiri.

Keempat. Berteman jangan hanya demi ketenaran. Saat ini berkembang istilah abg gaul. Abg gaul identik dengan anak yang senang bergaul dan ugal-ugalan. Sebaiknya Anda menjaga pergaulan dari hal seperti ini. Berteman dengan orang yang mau bersusah-susah itulah kawan sejati. Karena sejatinya ia juga membutuhka kita. Simbiose mutualisme. Sama-sama mendatangkan kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *