Al-‘Aziz

Nama tersebut termasuk Al-Asma`ul Husna, sebagaimana terdapat dalam nash Al-Quran dan Hadits. Di dalam Al-Quran di antaranya di Surat Al-Baqarah ayat 129:

إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

“Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Al-‘Aziz. Maha perkasa. Makna nama Allah Al-‘Aziz adalah yang memiliki sifat ‘izzah. Al-‘Izzah menurut para ulama memiliki tiga makna.

Pertama, yang berasal dari kata ‘azza ya’izzu artinya pertahanan diri dari musuh yang hendak menyakiti-Nya sehingga tidak mungkin tipu dayanya akan sampai kepada-Nya.

Kedua, yang berasal dari kata ‘azza ya’uzzu aryinya mengalahkan dan memaksa. Sehingga maknanya adalah Allah Maha Perkasa, memaksa dan mengalahkan pata musuh-musuhNya, sedangkan musuhNya tidak mampu mengalahkan dan memaksaNya. Makna inilah yang paling banyak penggunaannya.

Ketiga, dari kata ‘azza ya’uzzu artinya kuat. Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, sifat ‘izzah menunjukkan kesempurnaan sifat-sifat Allah, dan bahwa tiada yang menyerupainya dalam hal kuat atau mulia kedudukan-Nya.

Ada beberapa unsur keperkasaan yang menyusun al izzat, manurut Imam Ghazali yakni perannya yang sangat penting, sangat dibutuhkan, dan sulit diraih. Peran Allah Subhanahu Wata’ala dalam mengatur jagad raya ini sangat penting. Tanpa peran Allah Subhanahu Wata’ala jagad raya ini akan hancur berantakan. Tidak ada satu makhluk pun yang mampu menggantikan peran Allah Subhanahu Wata’ala dalam mengatur jagad raya.

Di sisi lain Allah yang Maha Mulia, kesempurnaan sifat-Nya yang Maha Mulia ini sangat sulit atau tidak mungkin diraih oleh makhluknya sama sekali. Bahkan untuk membayangkan seberapa besar kemuliaan Allah tidak ada manusia dan atau makhluk Nya yang mampu dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. Puncak kemuliaan yang tidak pernah tersentuh oleh kehinaan sama sekali, tanpa cacat dan tanpa cela. Bahkan sebenarnya tidak ada satu makhluk yang mampu mengenal Allah Subhanahu Wata’ala dalam arti yang sebenarnya.

Hanya Allah Subhanahu Wata’ala sendiri yang mengenal siapa sebenarnya Yang Maha Mulia itu. Sedangkan Allah dengan segala kekayaan yang dimilikinya sangat dibutuhkan oleh semua makhluk yang hidup di semesta alam ini. Allahushshamad, Allah tempat bergantung segala sesuatu. Semua makhluk yang hidup maupun yang tidak hidup keberadaannya di dunia ini tergantung kepada Allah. Lengkaplah sudah sifat keperkasaan atau kemuliaan Allah seperti apa yang dipersyaratkan oleh Imam Ghazali di atas. Tidak ada seorang manusia pun yang dapat meraih ketiga usur bersama-sama.

Karena keperkasaan atau kemuliaan itu milik Allah semuanya maka bagi siapa saja yang menghendaki keperkasaan atau kemuliaan tidak ada jalan lain kecuali memohonnya kepada Allah. Dia harus meyandarkan segala upaya untuk mencapai keperkasaan atau kemuliaan tersebut kepada Allah. Menempuh jalan dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan Allah untuk memperoleh kemuliaan tersebut. Maka hanya dengan berbuat taat kepada Allah kita bisa mendapatkan kemuliaan tersebut.
Sumber bacaan :
1. Arrahman The Inspire
2. Asmaul-husna-gambar.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *