Aqidah dan Akhlak

sumber gambar : muslim.or.id

sumber gambar : muslim.or.id

Aqidah

Aqidah adalah bentuk masdar dari kata “aqada, ya’qidu, ‘aqdan, ‘aqidatan” yang berarti simpulan, ikatan, perjanjian dan kokoh. Sedangkan secara teknis aqidah berarti iman, kepercayaan dan keyakinan. Dan tumbuhnya kepercayaan tentunya di dalam hati, sehingga yang dimaksud aqidah adalah kepercayaan yang menghujam atau simpul di dalam hati.

Ciri-ciri aqidah adalah :

  1. Aqidah didasarkan pada keyakinan hati, tidak menuntut yang serba rasional, sebab ada masalah tertentu yang tidak rasionaldalam aqidah
  2. Aqidah adalah Islam sesuai dengan fitrah manusia sehingga pelaksanaan aqidah menimbulkan ketenteraman dan ketenangan
  3. Aqidah Islam diasumsikan sebagai perjanjian yang kokoh, maka dalam pelaksanaan aqidah harus penuh keyakinan tanpa diserta kebimbangan dan keraguan.
  4. Aqidah dalam Islam tidak hanya diyakini, lebih lanjut perlu pengucapan dengan kalimah “thayyibah” dan diamalkan dengan perbuatan yang saleh.
  5. Keyakinan dalam Aqidah Islam merupakan masalah yang supraempiris, maka dalil yang digunakan dalam pencarian kebenaran tidak hanya didasarkan atas indra dan kemampuan manusia, melainkan membutuhkan wahyu yang dibawa oleh para Rasul Allah SWT.

Akhlak

Akhlak secara epistemology berasal dari kata “khuluq” dan jamaknya akhlak yang berarti budi pekerti, etika, moral. Secara etimologis, akhlak berarti karakter, disposition, dan moral constitution. Al-Ghazali berpendapat bahwa manusia memiliki citra lahiriah yang disebut dengan khalq, dan citra batiniah yang disebut khulq. Khalq merupakan citra fisik manusia, sementara khulq merupakan citra psikis manusia. Berdasarkan katagori ini, maka khulq secara etimologi memiliki gambaran atau kondisi kejiwaan seseorang tanpa melibatkan unsur lahiriah.

Ciri-ciri akhlak

  1. Akhlak sebagai ekspresi sifat dasar seseorang yang konstan dan tetap.
  2. Akhlak selalu dibiasakan seseorang sehingga ekspresi akhlak tersebut dilakukan berulang-ulang, sehingga dalam pelaksanaanya disertai pertimbangan pikiran terlebih dahulu.
  3. Apa yang diekspresikan dari akhlak merupakan keyakinan seseorang dalam menempuh keinginan sesuatu, sehingga pelaksanaanya tidak ragu-ragu.

sumber tulisan Kawasan dan Wawasan Studi Islam penerbit : Prenada Kencana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *