Negosiasi

nego

sumber gambar : blog.sribu.com

Samuel L. Jackson merupakan salah satu bintang film berkulit hitam dari Amerika Serikat, adalah salah satu favoritku. Sudah puluhan lebih film yang ia bintangi, baik sebagai peran utama ataupun peran pembantu. Sebagai pemain utama ataupun pembantu, kehadirannya memiliki ruh dalam setiap permainan. Cerita menjadi hidup.

Salah satu film yang dia bintangi adalah “Negotiator” yang ditayangkan secara layar lebar kesukaanku. Meskipun film bercerita tentang detektif atau yang lebih umum kepolisian, namun baku tembak minim. Tidak mengumbar kekerasan. Kecuali hanya mempertontonkan barisan kendaraan polisi yang bersirine. Kevin Spacey, sebagai mitra mainnya, juga mampu mengimbangi permainan SL. Jackson. Saling mengisi. Dan memang begitulah mestinya dalam sebuah permainan.

Setiap saat, manakala kita berkomunikasi dengan orang lain, hampir bisa dipastikan memiliki kandungan negoisasi. Tawar menawar. Dialog yang hendak dibangun mempunyai tujuan “win-win solution”. Karena semuanya ingin puas. Tak ada yang direndahkan. Misalnya, saya bertanya kepada seseorang di pinggir jalan. Saya ingin menanyakan sebuah alamat karena ada keperluan. Seseorang tadi akan menjawab pertanyaan saya, karena dia tahu persis lokasi yang saya inginkan. Dikatakan win-win solution karena, bagi dia, menunjukkan arah alamat yang dituju bukanlah kerugian. Ilmu yang dia miliki tidak berkurang. Sebaliknya saya sangat terbantu dari informasi yang dia berikan.

Dialog atau lebih spesifik negosiasi, bukan persoalan yang mudah bila tidak mengetahui seluk beluknya. Negosiasi membutuhkan teknik dan startegi agar tujuan yang hendak diraih akan lebih cepat didapatkan. Meskipun setiap saat kita berunding, namun ada baiknya tips berikut ini dapat dijadikan referensi atau wawasan agar supaya negoisasi berjalan sukses. Menang semuanya.

1. Persiapan. Perlu disiapkan kerangka negoisasi, agar jalannya perundingan tepat sasaran. Kerangka negoisasi merupakan bagian inti dari negoisasi. Persiapan menyangkut materi dan sarana untuk pendukungnya. Dengan melakukan persiapan yang lebih matang, proses negosiasi akan berjalan lebih lancer.

2. Tahap berbagi. Teknik negoisasi bukanlah langsung tembak. Tapi ada pengantar karena sebagai daya saing untuk mengukur kesiapan lawan. Sebagai unggah-ungguh (jawa), akan bernilai menghormati lawan. Setelah dianggap cukup, tahap berikutnya membagikan apa yang kita tawarkan kepada orang lain. Aktif dalam perundingan atau negosiasi membuktikan bahwa negosiasor lihai.

3. Tawar-menawar. Tahap berikutnya terjadi dialog atau tawar-menawar. Bukan persoalan yang mudah, karena tahap ini kita harus memposisikan diri kita sejajar dengan mereka. Tidak ada yang lebih baik dalam tahap ini. Kedua belah pihak memiliki kedudukan yang sejajar. Dalam saat tertentu perlu trik khusus agar supaya lawan merasa diperlakukan dengan baik.

4. Penutup dan komitmen. Setelah dipandang perlu, usahakan terjadi perjanjian yang pasti. Jangan sampai mengambang. Karena kejadian seperti itu akan menimbulkan ragu-ragu untuk kedua belah pihak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *