Jadikan Laboratorium Tak Sekedar Pelengkap

koleksi pribadi

koleksi pribadi

Dalam pembelajaran MIPA, Bahasa, TIK  khususnya, pelajaran tidak hanya disampaikan dalam bentuk materi yang bersifat teoritis. Penanaman sikap, mengasah penalaran dan mampu bekerjasama dengan kelompok mestinya diberikan kepada siswa. Karena merupakan kewajiban guru terhadap siswa.

Pembelajaran yang menggunakan sarana laboratorium sangat menunjang keberhasil seorang siswa dalam mencapai target yang diinginkan oleh kurikulum. Guru sebagai fasilitator memanfaatkan laboratorium sebagai sarana interaksi siswa yang ingin mengetahui segala sesuatu dengan jalan percobaan. Demikian pula, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang lain yaitu dengan bekerjasama dengan orang lain lewat kelompok belajar.

Laboratorium adalah salah satu pembelajaran yang mengutamakan kemampuan skill bila dioraganisir dengan baik. Mengelola laboratorium juga bukan merupakan kegiatan manajemen sampingan. Laboratorium akan berfungsi dengan baik, manakala dikelola oleh SDM yang handal. Kepala laboratorium haruslah seorang manajer yang mampu menata, tata ruang, pengelolaan alat, mengeksplorasi laboran, orang akan nyaman bila berada di laboratorium.

Proses kreatif siswa akan muncul bila ditopang oleh keberadaan laboratorium yang representatip. Dalam arti bahwa ketersediaan alat tidak harus mahal. Namun sarana dan alat yang ada mendukung siswa mengeksplorasi segala wawasan dan ketrampilan menggunakan alat.

Salah satu sifat seseorang adalah keingintahuan yang tinggi. Dari sekedar keinginan kemudian dimanifestasikan dalam bentuk mencoba. Inilah sebenarnya inti dari kegiatan laboratorium. Untuk membuktikan peristiwa-peristiwa secara fisik, siswa diberi kebebasan untuk mencoba dan terus mencoba. Demikian pula, siswa diberi keleluasaan untuk bereksperimen agar kelak dia mampu menciptakan sesuatu yang dapat bermanfaat.

Mengingat keberadaan laboratorium demikian penting, maka fungsi laboratorium diberdayakan secara optimal. Laboratorium tidak hanya sekedar menampung alat-alat praktek. Laboratorium  tak hanya untuk melengkapi sarana administrasi untuk akreditasi. Laboratorium juga bukan alat pemanis sebagai dalih untuk mencari sumbangan.

Laboratorium harus memiliki visi dan misi yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dirumuskan oleh sekolah. Visi dan misi tersebut bisa  berbeda antara satu laboratorium dengan laboratorium yang lainnamun harus memiliki kesamaan dalam hal : penelusuran kembali konsep-konsep ilmu pengetahuan, pengembangan ilmu lebih lanjut. Dengan kata lain bahwa laboratorium harus bermanfaat bagi pendidikan, penelitian, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta industri.

Harus ada keberanian dari otoritas sekolah bahwa laboratorium harus dikelola dengan sistim manajemen yang bukan parsial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *