Khotbah Jum’at

khotib2

Sholat Jum’at dilakukan dalam seminggu satu kali bertepatan dengan hari jum’at. Sholat ini wajib dilakukan oleh setiap muslim. Ada sebagian orang Islam yang menyertakan juga bagi muslimah. Itu masalah keyakinan.

Sebelum sholat jum’at dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan khotbah jum’at. Sholat inilah yang membedakan antara sholat jum’at dengan sholat ‘Idul Fitru maupun ‘Idul Adha. Saat sholat jum’at diawali dengan pelaksanaan khotbah, sedangkan pada sholat ‘Id, khotbah dilakukan setelah pelaksanaan sholat.

Karena khotbah dilakukan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan sholat jum’at, maka seorang khotib harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Khotbah bukanlah kultum atau pengajian. Khotbah adalah doktrin. Sehingga pelaksanaannya diatur oleh Islam.

Bukan hanya seorang khotib yang mempersiapkan diri, namun semua umat Islam yang akan melaksanakan sholat jum’at seyogyanya mempersiapkan diri, seperti harus bersih dengan melakukan mandi (mandi besar-tuntunan Rasul). Memakai pakian yang terbersih dan terbaik. Memakai wewangian. Demikianlah tauladan Rasulullah saat akan melaksanakan sholat jum’at.

Untuk menjadi khotib memang tidak mudah. Ia harus rela mempersiapkan diri, baik fisik, psikis maupun materi khotbah yang akan disampikan. Oleh karenanya, seorang khotib seyogyanya memang telah terlatih terlebih dahulu. Karena untuk melakukan khotbah tidak bisa lepas dari rukun-rukun yang melekat sesuai dengan tuntunan Islam. Rukun-rukun khotbah mesti tertib dan sempurna. Sehingga memang lebih baik, untuk menjadi seorang khotib selayaknya untuk berlatih.

Saya dan rekan-rekan, bertekad untuk bisa menjadi seorang khotib karena tuntutan sebagai seorang muslim. Ada sebuah ungkapan yang membuat motivasi seorang muslim mampu menjadi mubaligh. “Sampaikan walaupun satu ayat”, itu adalah pesan Rasul kepada umatnya. Melalui pesan inilah, maka kami melaksanakan pelatihan khotib yang akan bermanfaat untuk menjadi juru dakwah pada setiap akan melaksanakan sholat jum’at di sekolah kami.

Khotib yang baik memang bukan seperti sulapan, yang dengan tiba-tiba akan menjadi seorang khotib yang bagus. Perjalanan waktu dan pengalaman sangat menentukan seseorang menjadi seorang khotib yang selalu dinantikan oleh jama’ah jum’at. Karenanya, sedikit demi sedikit, kami akan berusaha sebaik mungkin untuk melaksanakan sunah Rasul dengan jalan menjadi seorang khotib.

Mudah-mudahan, jalan ke depan, bukan hanya sebagai seorang khotib, namun mampu menjadi seorang mubaligh. Seseorang yang berguna bagi lingkungan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *