Menjaga Surel

imel

sumber gambar : unprint.id.

Setidaknya ada dua pernyataan yang membuat kepalaku terus berputar. Kedua pernyataan ini tak ada kaitan satu dengan lainnya. Bahkan jeda peristiwanyapun panjang. Pertama, sudah 2 ninggu ini, kalau tak salah, big bos swlalu menanyakan e-mail sekolah. Namun dikonfirmasi oleh staffnya yang tak memuaskan. Beliau menanyakan bukan tanpa sebab. Pendataan melalui Dinas sudah pasti selalu ditanyakan e-mail.Kedua, saya terusik dengan pernyataan sahabat saya. Dia mengatakan “mosok buat e-mail masih pakai yahoo, gmail? gunakan domain yang kau miliki”. Dalam hati terasa kecut, dikatakan seperti itu. Dia lalu memperlihatkan e-mail dia, lengkap dengan domain yang dia miliki. Dirumah saya pelajari cara-cara pembuatan e-mail dengan memakai domain sendiri, sekaligus aplikasi penggunaan, serta kemudahan aksesnya. Lewat cpanel saya telusuri satu persatu petunjuk pembuatannya.

Dari pembuatan hingga uji coba yang saya lakukan, sampai pada kesimpulan ternyata bahwa e-mail yang menggunakan domain sendiri lebih ribet dari pada menggunakan semacam yahoo atau gmail. Setidaknya ada beberapa alasan :
1. Saya merasa kesusahan melihat surat elektronik bila harus diakses dengan gadget mobile. Meski e-mail tak sepraktis sms, namun informasi yang dilampiri dengan dokumen tertentu, e-mail sampai saat ini masih diakui yang terbaik. 2. Spam. Siapa yang tidak dongkol, bila e-mail yang dimiliki dibanjiri dengan spam, junk mail atau iklan. Selain ribet harus selalu membersihkan, space yang kita miliki otomatis berkurang. Sangat disayangkan kuota yang kita miliki harus selalu dibersihkan dari spam, dan memenuhi tempat tinggal.
3. Memakai e-mail yahoo, gmail atau semacamnya masih familier bagi sesama pengguna e-mail. Urusan spam atau virus, toh diurus yang punya. Bisa saja kita setting agar spam tidak nongkrong berbarengan dengan surat penting. Namun tetap saja masih ada yang nyelonong, ikut menduduki singgasana.
Kesimpulannya, merawat e-mail harus rajin dan sabar. E-mail atau surel selayaknya seperti wa, bbm atau sms. Informasi selalu datang silih berganti. Dokumen yang penting alangkah lebih baiknya disimpan dalam folder tersendiri. Informasi yang tidak bermanfaat alangkah baiknya untuk dihapus. Sehingga area untuk penerimaan surel paling tidak bersih. Space yang dimilikipun terlihat nyaman.
Untuk surel lembaga, sebaiknya diserahkan pada ahlinya. Julukannya admin. Orang ini ditunjuk secara resmi. Ia taat pada aturan yang berlaku, salah satunya menjaga surel tetap bersih. Admin memiliki keleluasaan akses. Ia harus selalu memberi tahu kepada yang berkepentingan manakala ada informasi yang penting. Jangan sampai pada jaman kemajuan TI yang semakin canggih, lembaga tidak tahu menahu tentang perkembangan lewat surel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *