Menjadi Pribadi Bijak

Nilai-nilai kebijakan adalah kebutuhan jiwa yang berjalan seiring kebiasaan. Nilai kebajikan tidak cukup dipelajari lalu diujikan si atas kertas.

Setiap manusia selalu mengidamkan kesempurnaan dalam hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa manusia merupakan pribadi yang selalu membutuhkan pada kesempurnaan. Dan kesempurnaan tertinggi hanya pada Tuhan. Menjadi manusia bijak bukan dilihat berdasarkan banyak tidaknya buku yang kita baca atau seberapa tua usia kita. Kebijakan yang berangkat dari upaya mencari kebenaran sudah sepatutnya dilakukan oleh manusia yang percaya akan Tuhan, maka ia akan punya kesadaran bahwa benar saja tidak cukup. Akan tetapi, lebih jauh lagi, bagi orang bijak, yang lebih utama lagi setelah kebenaran adalah kebijakan.

Kebenaran lebih berada pada wilayah rasionalitas, sementara kebijakan berakar pada kerendah hatian dan kejujuran. Dan ini berangkat dari kesadaran Ilahi. Bila demikian, maka tidak cukup menakar kebijakan hanya pada selembar kertas ketika ujian

Komaruddin Hidayat dalam 250 Wisdom

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *