Jangan Meremehkan Melukis

Pada saat saya menyampaikan materi melukis, saya memang mengharuskan kepada siswa untuk membawa perlengkapan melukis. Jangka, penggaris, busur dll. Bukan materi kesenian, namun lebih tepatnya adalah bagian dari pelajaran geometri. Pelajaran yang disukai anak-anak, karena tidak perlu berdekatan dengan rumus hitungan, tidak perlu berpusing-pusing dengan hitungan, tambah, kurang, kali, bagi apalagi kalau ketemu pecahan. Ampun…..

Melukis disini bukan sembarang ekspresi seni, namun ketelitian dalam menggunakan alat. Sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku, dan tentu saja berkaitan langsung dengan mengukur.

Sebagaimana kalau kita bekerja, semakin lengkap alat yang tersedia, semakin lancar dalam menyelesaiakan tugas. Demikian juga dengan melukis. Semakin lengkap alat yang digunakan maka semakin valid ukuran gambar.

Menggambar garis bagi pada sudut tertentu akan lebih enak bila telah tersedia busur. Namun manakala busur sedang tidak ada, maka jangka menjadi solusinya.

Materi yang saya sajikan hanya menggunakan jangka dan penggaris. Busur saya fungsikan sebagai alat uji.

Alat memang tidak perlu mahal. Beberapa siswa membawa alat untuk melukis termasuk mahal, tapi tidak praktis penggunaannya. Justru yang saya sarankan adalah alat yang bisa digunakan dengan leluasa dan validitas ukurannya tinggi.

Jangka

Jangka memiliki bagian yaitu kepala, baut dan telapak jangka. Agar jangka bias digunakan dengan nyaman, maka ada criteria yang harus diperhatikan. Kepala jangka tidak licin agar nyaman bila diputar. Jangan memutar menggunakan kaki jangka. Bila kaki jangka yang dipegang, maka tubuh akan ikut berputar sejauh lingkaran yang dilukis. Bisa-bisa menggangu rekan yang duduk disamping.

Baut diusahakan tidak terlalu keras atau lunak. Ini untuk menghindari terpeleset bila kaki jangka harus dilebarkan atau disempitkan. Kalau terlalu lunak, akan berpengaruh terhadap lukisan lingkaran atau lukisan busur lingkaran. Yang dimaksud dengan telapak jangka adalah ujung jarum dan ujung pensil. Jangka yang baik bila ujung jarum dan ujung pensil ditegakkan, maka kaki jangka akan membentuk sama kaki. Atau lebih mudahnya membentuk segitiga sama kaki. Kaki tidak lebih tinggi atau rendah satu sama lain.

Busur.

Walaupun sebagai alat uji, namun busur akan menentukan besarnya sudut, Berbeda setengah sudut saja akan berpengaruh terhadap bentuk gambar. Busur yang baik adalah memiliki garis horizontal (sebagai tanda garis lurus 180 derajad) dan garis vertical (sebagai tanda tegak lurus 90 derajad). Garis tersebut bertemu disebuah titik. Nah…. titik itulah sebagai pangkal untuk meletakkan titik sudut.

Jangan salah baca. Busur yang sering kita jumpai ada dua macam angka mulai dari 0 sampai 180. Satu tertera di dalam dan satunya lagi di luar. Masing-masing memiliki fungsi yang sama namun berbeda dalam memberi tanda. Caranya dalam setiap mengukur sudut mulailah dari angka 0. Angka nol bisa yang ada didalam maupun diluar. Hati-hati dalam menentukan besarnya sudut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *