Berani Selenggarakan UNBK


20170308_112053

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mudah-mudahan pertama kali digulirkan. Penyelenggara tidak mungkin akan berani melaksanakan tanpa ada persiapan yang matang terutama sesi latihan. Sudah beberapa kali dilakukan uji coba, terutama untuk kesiapan sarana pendukung. Diantaranya ruang, listrik, hardware (komputer, laptop), teknisi dan panitia itu sendiri.

Saya baru pertama kali memenuhi tugas menjadi pengawas uji coba UNBK, setelah sebelumnya juga dilaksanakan uji coba yang serupa. Kali ini sekolah saya mengambil lokasi di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Di sekolah kami belum memenuhi syarat untuk menyelenggarakan sendiri, terutama ruangan yang representatif untuk kegiatan tersebut. Dari pengamatan sekilas yang saya alami ada beberapa catatan, apabila UNBK dilaksanakan secara mandiri

Ruangan

Ruang yang nyaman dan cukup lebar adalah syarat mutlak. Untuk nyaman tidak harus semi mewah. Penyesuaian tempat duduk harus dikelola dengan baik. Ketersediaan sarana pendukung ruang harus benar-benar dicermati. Semua peserta mendapat fasilitas yang proporsional. Lebar kecilnya ruangan bukan menjadi pertimbangan yang pokok, karena sesungguhnya antar siswa memiliki jenis soal yang tidak sama persis.

Arus Listrik

Ketersediaan arus listrik harus ada jaminan, meskipun harus kerja sama dengan PLN. Sumber energi komputer sampai saat ini dari listrik. Pasokan listrik harus stabil, dengan voltase  tertentu dan ampere tertentu.

Teknisi

Teknisi adalah mereka yang tahu benar tentang komputer, meliputi hard ware maupun soft ware. Mereka dituntut untuk selalu stand by. Dari pengalaman yang dialami oleh peserta ujian, selalu saja terjadi kendala terutama jaringan terputus. Dokumen yang sempat saya catat, ada sekitar 3 anak per mata pelajaran yang komputernya trouble. Orang yang bukan ahlinya, tentu tidak akan bisa memperbaiki dengan segera. Teknisi seyogyanya disediakan tiap ruang satu orang atau secara proporional. Jangan sampai nantinya, siswa mengalami kerugian.

Soft Ware

Ada berbagai macam soft ware yang digunakan untuk menjalankan UNBK. Moodle, claroline, proprofs, adalah diantara soft ware yang dipakai. Namun penyelenggara UNBK tampaknya memakai moodle. Soft ware ini juga biasa dipakai untuk Uji Kompetisi Guru (UKG). Sekolah, gugus ataupun Dinas Pendidikan mungkin tak begitu risau memikirkan soft ware ini. Segala sesuatu telah disediakan oleh sekolah penyelenggara UNBK.

Akhirnya, sebelum memutuskan untuk menyelenggarakan mandiri kegiatan UNBK harus dipikirkan secara masak. Jangan sampai pengadaan alat-alat terutama komputer hanya dipakai setahun sekali. Sekolah harus memastikan bahwa pengadaan sarana komputer dan saran pendukung lainnya bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk proses belajar mengajar. Selayaknya, perencanaan bukan hanya menyangkut keuangan, namun yang lebih penting lagi adalah Sumber Daya Manusia.

BERANI PENGADAAN. BERANI MERAWAT. BERANI MENGGUNAKAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *