Tinggalkan Kertas Sekarang Juga

kertas

sumber gambar : dagelan.co

Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai energi untuk menggerakkan kendaraan dan mesin lainnya, lama-lama akan habis bila tidak segera  disiasati. Kebutuhan BBM yang terus membumbung tinggi akan menggerus persediaan bahan bakar. Betapapun plankton, yang saat ini masih jutaan kubik, sebagai bahan dasar BBM akan terkuras habis pula.
Kayu, sebagai salah satu kekayaan alam akan menyusut seiring dengan eksploitasi manusia yang makin membabi buta. Sampai saat ini, kayu masih menjadi pilihan utama bila hendak membangun rumah, gedung atau pemukiman lainnya. Di daerah tertentu, kayu bahkan masih menjadi kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan masak bagi rumah tangga.

Kayu, juga menjadi bahan dasar kertas yang setiap hari kita gunakan untuk menulis. Perkantoran, sekolah ataupun instansi lain, kertas masih menjadi kebutuhan primer. Tanpa kertas bisa jadi kegiatan administrasi akan berhenti. Andai saja, tidak ditemukan alat komunikasi seperti e-mail, kalkulator, hp dan gadget lainnya, kebutuhan kertas pasti akan berlipat ganda. Berapa jumlah kayu yang harus disediakan untuk memenuhi hasrat manusia. Kayu yang seharusnya untuk pelindung dari banjir, sebagai pelindung dari terik matahari, sebagai penghasil oksigen, akan semakin menipis. Apa yang akan dilakukan manusia andai kayu menipis.
Kita wajib bersyukur kepada penemu alat komunikasi. Dari alat inilah, kebutuhan kayu sedikit menurun. Banyak komunitas yang nyaring mempromosikan bahwa gerakan penghijauan sangat penting untuk kelanggengan kehidupan. Perkantoran, sekolah, pelaku bisnis, sekarang sudah mulai beralih ke penulisan elektronika. Selain mengekang laju kebutuhan kertas, alat elektronik mudah dimanfaatkan dimanapun dan kapanpun. Komputer dapat meringkas beribu-ribu buku masuk kedalam hard disk yang besarnya tak lebih dari sekepal tangan manusia. Gadget tak sekedar sebagai alat komunikasi dan hiburan, namun bisa dimanfaatkan untuk menyimpan berlembar-lembar tulisan.
Saat Mendikbud menggulirkan kebijakan UNBK, bola ditangkap dengan cepat oleh Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Sekolah yang ada di lingkungan Kota harus menyelenggarakan UNBK. Bukan sok modern, tapi segala macam kebutuhan manusia sudah terikat dengan komputer. Sisi yang nyata dan menguntungkan adalah efisiensi penggunaan kertas.
Berikut kami contohkan untuk sekolah SMP Muhammadiyah di lingkungan Kota Yogyakarta. Khusus kelas XI saja. Yang saat ini sedang berpacu dengan waktu mengejar UNBK.
SMP Muhammadiyah se Kota ada 10 sekolah, jumlah siswa kelas XI ada sekitar 1.400 anak. Kebutuhan kertas pada saat UNBK untuk mata pelajaran Matematika saja ada : 1.400 anak x 6 lembar x Rp.125,00 (harga fotocopi yang terendah), berjumlah sekitar Rp1.050.000.
Bila 4 mata pelajaran sebesar Rp.1.050.000 x 4 =Rp4.200.000,00. Itu baru 4 mata pelajaran dan hanya 10 sekolah saja.
Bila seluruh SMP se Kota Yogyakarta akan ketemu puluhan juta. Bila SMA, SMK, dan MA turut serta dihitung akan berjumlah ratusan juta.
Tahun ini UASBN juga sudah diterapkan. Untuk SMP ada tambahan  3 mata pelajaran. Bagaimana bila kelas  VII dan VIII sebentar lagi juga akan melaksanakan Penilaian Akhir Semester. Berapa juta rupiah yang bisa diefisienkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *