Lembar Kerja Siswa

Banyak media yang bisa dipakai oleh seorang guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Media klasik yang sampai sekarang masih bertahan dan banyak pemakai adalah metode ceramah. Semua informasi tunggal. Berasal dari guru. Cara ini kelayakannya kurang bisa diterima oleh model pembelajaran mutahir mengingat sumber belajar semakin beragam. Berbagai cara yang ditempuh oleh pemangku jabatan agar guru dalam menyampaikan ilmu dengan menggunakan multi metode. Disesuaikan dengan kondisi dan karakter siswa.

Lembar kerja siswa (LKS) adalah salah satu cara pembelajaran yang sebenarnya tergolong mudah dan murah. Guru dengan sangat leluasa membuat LKS sesuai dengan siswanya. Bahasa, budaya, kebiasaan di sekolah, bahkan tata letak LKS bisa diujudkan. Kalau memungkinkan, tidak memakai LKS yang dibuat oleh orang lain. Karena LKS sebenarnya spesifik sekali. LKS akan melekat dengan karakter seorang guru.

Ada 5 (lima) yang dapat dipetik dengan membuat LKS.

  1. Mengelola pembelajaran dari model guru sentris ke siswa sentris. Cara ini sekaligus memperkuat pembelajaran modern. Bahwa belajar bisa dari beraneka macam sumber informasi. Siswa lebih banyak aktif. Guru sebagai seorang manajer hanya membuat bagaimana proses pembelajaran ini bisa berlangsung dengan tertib.
  2. Mengarahkan kelas. Siswa dapat menemukan konsep melalui aktifitasnya sendiri atau kelompok. Materi yang tertera dalam LKS biasanya spesifik dan fokus pada masalah tertentu. Pengetahuan yang tersaji dalam LKS juga tidak bias. Mengerucut, sehingga siswa dapat dengan mudah menemukan inti dari LKS, namun sekaligus juga bisa mengembangkannya.
  3. Mengembangkan ketrampilan proses. Menemukan sebuah formula yang ditekuni oleh siswa adalah penting. Namun proses menemukan jauh lebih penting. Siswa mampu mengembangkan sikap ilmiah dengan parameter yang telah ditentukan. Siswa juga mampu membangkitkan minat terhadap pengetahuan yang dipelajari
  4. Mudah memantau. Guru lebih mudah memantau keberhasilan siswa untuk mencapai sasaran belajar. Dengan lebih banyak siswa beraktifitas, saling berinteraksi sesama siswa, guru lebih banyak waktu untuk memperhatikan perilaku siswa.
  5. Menuntut. Sifat LKS sejatinya menuntun. LKS berbeda jauh dengan buku materi pelajaran. LKS lebih singkat. Bahasa disesuaikan dengan kondisi kelas. Demikian pula gambar atau symbol pendudkung disesuaikan dengan lingkungan. Dengan dituntun, siswa lebih mudah diarahkan untuk menemukan konsep pengetahuan yang sedang dipelajari.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *